PART 6 - YOU AGAIN?!

9.4K 539 1
                                        

Maaf masih banyak typo >.<

Vote and Comment ya ^^

-----------

Sofia memandang keluar jendela, jalanan yang sudah sepenuhnya disinari oleh cahaya matahari
Terlihat banyak orang memulai rutinitas paginya. Ada beberapa orang yang sedang jogging lalu di pojok sebuah jalanan terlihat sepasang kakek nenek bersiap untuk membuka toko dan banyak orang dengan berpakaian rapi berlomba-lomba memasuki railway

(Brrt Brrt Brrt)

Pikiran Sofia masih kacau karena tadi pagi ia menerima telepon dari manager kantor cabang Seattle bahwa staff ahli yang seharusnya mewakili meeting siang ini mendadak sakit. Manager itu panik karena meeting tersebut sangat penting dan hanya beberapa orang yang mengerti proyek yang akan dikerjakan, staff ahli itu sendiri, kepala lab dan Ayah Sofia. Sofia bersyukur karena orang pertama yang dihubungi adalah dirinya, karena jika yang dihubungi itu adalah Ayah, maka kemungkinan terburuk Ayahnya melihat kondisi Sofia yang bisa dibilang buruk lalu memboyong Sofia pulang ke New York. Tentu saja Sofia tidak mau! Sofia menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan pemikirannya tersebut. Karena alasan inilah Sofia nekad kabur dari rumah sakit.

Mr. Wallace melihat ke belakang kursi penumpang dimana Sofia duduk melalui spion dan sepertinya Sofia tidak menyadari bahwa ponselnya sudah bergetar dari tadi

"Ehem.. Ms. Johansson. Ponsel Anda Miss" Suara Mr. Wallace yang berat membangunkan Sofia dari lamunannya

(Brrt Brrt Brrt)
"Terima kasih Mr. Wallace" Sofia melihat layar ponsel dan menghela nafas

(Miranda calling...)

Sofia menjawab telepon tersebut, "Iya?"

("Kemana saja kamu Sofia! Atas ijin siapa kamu keluar dari rumah sakit?!")
Sofia yang sudah mengantisipasi kelakuan Miranda, menjauhkan telinganya dari ponsel

"Tolong Miranda. Jangan berteriak seperti itu. Aku masih menginginkan telingaku' Uap Sofia sambil mengelus-elus telinga

("Dimana pun kamu cepat kembali kesini! Kamu masih perlu perawatan dan-")

Sebelum Miranda menyelesaikan perkataan, Sofia sudah memotongnya, "Maafkan aku Miranda. Aku tidak tega membangunkanmu jadi aku pergi duluan. Ada kerjaan yang harus kubereskan. Hahaha"

Miranda tidak lagi berteriak-teriak di telepon malah sekarang suara Miranda terdengar halus dan pelan
("Shit! Kamu sedang bersama Ayahmu?")

"Kalau iya, maka bukan aku lagi yang mengangkat telepon ini" Sofia sambil melirik kecil ke arah Mr. Wallace dan ternyata laki-laki itu fokus mengendarai mobil

Terdengar suara helaan nafas lega dari telepon
("Katakan dimana kamu sekarang? Bersama siapa? Akan kujemput kamu kembali kesini")

"Aku sedang bersama Mr. Wallace, pegawai Ayah. Ada meeting yang harus kuhadiri. Lagipula aku sudah sehat sekarang. Ingat, badanku sekuat besi."

("Sekuat besi apanya? Kamu sudah pingsan dua kali semenjak tiba disini")

"Yahh.. Hehe" Sofia tersenyum kikuk sambil menggaruk pelipisnya

("Demi Tuhan! Apakah pekerjaan lebih penting dari kesehatanmu?")

"Aku janji akan kembali kesana setelah meetingku selesai"

Tiba-tiba Sofia mendengar keributan yang samar-samar
Sofia menjauhkan telinganya dari telepon untuk memastikan apakah suara tersebut berasal dari tempat Miranda berada atau bukan. Ternyata iya!
"Miranda, apakah kamu masih disana? Apa yang terjadi? Kenapa ribut sekali?"

FALLINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang