PART 7 - YOU AGAIN?! (PART II)

9.2K 575 2
                                        

Maaf baru sempat update >.<
Lagi minggu-minggu ujian

Please enjoy

----------

Suasana hening tercipta dalam sebuah ruangan luas yang dihiasi dengan dinding berwarna putih dan pemandangan menghadap seisi kota. Dua orang yang pada awalnya tidak saling kenal harus terjebak dalam suatu permainan konyol. Tanpa sadar, karena permainan itulah yang mengikat benang merah antara mereka.

Sofia berharap tidak bertemu lagi dengan pria yang sudah mengganggu hidupnya beberapa hari terakhir. Tapi kenapa dia selalu menemukan pria itu di kehidupannya? dan saat ini, pria tersebut berdiri di depan, menatap dirinya dan berjalan mendekat. Sofia hanya berdiri tak berkutik serasa energinya terkuras habis.

"Kamu tidak menghindar?" Ucap pria tersebut dengan pelan

"Takkan pernah lagi, David" Sofia menonggakkan kepalanya ke atas untuk melihat David. Jika bersanding dengan David, dia hanya sebatas bibir pria ini meskipun Sofia bukan tergolong wanita yang pendek.

David melihat Sofia dari atas kepala hingga ujung kaki
"Kamu terlihat baik-baik sekarang. Tak kusangka kamu bisa sembuh secepat ini. Luar biasa!" sindir David sambil menyengir

"Tentu saja. Bahkan 30 bodyguard pun bukan tandinganku"
Senyuman di wajah David semakin memudar.

Sial.. Dia malah balik menyindirku
Untuk sekarang, David memilih untuk diam

"Aku tidak mau membuang waktu lebih lama. Tujuanku kesini untuk ini" Sofia menyodorkan sebuah map ke David. David menerima map tersebut lalu membaca berkas di dalamnya.

"Untuk tambahan uang jajan ya?" Ucap David ketus tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas-berkas yang sedang ia baca

"Apa maksudmu?" tanya Sofia sambil menaikkan alisnya

"Saat menandatangani kontrak, aku yakin aku tidak melihatmu. Jika sesuai dugaanku, karyawan yang harusnya datang kesini sedang berhalangan dan kamu disuruh untuk menggantikannya. Tambahan uang jajan sebagai gantinya maybe.. " David menutup map tersebut menandakan ia sudah siap membacanya.

Sofia menghela nafas. "Aku tidak mengerti kenapa Ayahku mau bekerja sama dengan orang sepertimu. Sombong dan arogan"

"Berkacalah, Sofia Johansson. Seseorang yang sudah hidup enak dari dulu. Diperlakukan layaknya seorang putri. Wanita sepertimu hanya bisa menggantungkan hidup pada orang lain.  Dasar parasit"

"Kamu sudah melewati batas, David." Gumam Sofia

"Kenapa? Keberatan?" sambil membuang pandangannya ke lantai
"Meeting hari ini kuanggap selesai. Aku sudah membaca semuanya tadi." David berjalan menjauhi Sofia dan meletakkan map itu di atas meja kerjanya
"Silahkan keluar Ms. Johansson. Aku menantikan pertemuan kita selanjutnya." David memandang Sofia dari arah mejanya dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana

Sofia menatap David sebentar lalu berjalan menuju pintu. Sampainya disana, Sofia berbalik ke arah David dan berkata, "Kamu bukan sombong dan arogan, melainkan menyedihkan" kemudian melanjutkan langkahnya keluar ruangan

Kalimat tersebut seakan menyetrum badan David. Brrrukk
Tinju David mendarat di atas meja
"Apa wanita itu baru saja mengatakan aku menyedihkan? Lihat saja nanti. Aku akan membuat perhitungan denganmu. Kupastikan bahwa akulah yang akan menang."

----------

Tiga hari berikutnya,

Ting Tong
Terdengar suara bel berdering di sebuah apartmen

Seorang wanita muncul dari sebuah kamar untuk melihat siapa yang membunyikan belnya pagi-pagi buta. Setelah mendapati orang itu adalah orang yang dikenalnya, wanita tersebut membuka pintu.

FALLINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang