One

117 10 0
                                        

"Ketika takdir mempertemukan aku dengan kau, apakah aku masih bisa mengelak dan pergi sejauh mungkin darimu?"

-AS

☁☔🌈

Senin.

Mungkin kebanyakan pelajar akan datang pagi-pagi pada hari Senin agar tidak terlambat untuk mengikuti upacara bendera.

Apalagi ini adalah hari pertama masuk sekolah, pasti kejadian terlambat ke sekolah tidak akan terjadi.

Namun tidak dengan seorang gadis dengan perawakan mungil ini. Akibat ia bangun kesiangan yang menyebabkan ia terlambat ke sekolah lalu berakhir dengan ia yang harus berlarian di sekitar koridor untuk menuju kelasnya.

Rambutnya yang tak terikat berterbangan seiring dengan langkahnya yang dipercepat. Sampai-sampai ia tidak melihat bahwa ada seseorang yang tengah berjalan berlawanan arah dengannya.

Alhasil ia pun menabrak orang tersebut.

"Aduh," ringisnya ketika bokongnya terjatuh mencium lantai.

Gadis itu Ashilla, siswi yang baru saja naik ke kelas sebelas itu pun berdiri, lalu ia mengucapkan kata maaf kepada orang tersebut. "Maaf ya maaf, gue gak sengaja."

"Kalo jalan pake mata dong!!" Ucap pria yang ditabrak Ashilla dengan wajah arogannya.

"Heh! Dimana-mana jalan tuh pake kaki, mana ada orang jalan pake mata!" Ucap Ashilla dengan menaikkan sedikit oktaf suaranya.

Memang dasar Ashilla. Ashilla adalah tipikal perempuan yang tidak bisa ditantang, maka sekalinya orang menantangnya maka Ashilla dengan senang hati meladeninya.

"Bacot! Udah salah bukan minta maaf." Ucap pria tersebut.

Ashilla meletakkan kedua lengannya di pinggangnya. "Lo fikir tadi gue ngomong apa? Ceramah? Tadi kan gue udah minta maaf."

Pria itu menatap Ashilla dengan pandangan yang tak mengenakkan.

"Apa liat-liat?" Tanya Ashilla garang.

Pria itu pun memutar kedua bola matanya. "Udah lah, ngomong sama lo buang-buang waktu." Ucap pria tersebut seraya pergi dari hadapan Ashilla.

Ashilla menggeram kesal. "Dasar cowo songong," gumamnya menahan marah.

Lalu Ashilla pun kembali berlari untuk menaruh tasnya di kelas dan segera pergi ke lapangan untuk mengikuti kegiatan upacara bendera.

☁☔🌈

"Eh Al, lo tau ga sih? Tadi ada cowo songong yang gue tabrak." Ucap Ashilla.

"Ya elah baru juga selsai upacara, lo udah mau ngegosip aja?" Tanya Alya, siswi yang telah menjadi teman Ashilla semenjak kelas tujuh SMP.

"Masalahnya tuh orang songong banget, mukanya itu lho yang ngeselin. Iya sih gue yang salah karena nabrak dia, gue sih udah minta maaf tapi dianya malah nyolot." Cerita Ashilla panjang lebar.

"Anak kelas berapa? Kalo anak kelas sepuluh lo labrak aja, kan udah kelas sebelas nih, wkwk." Canda Alya.

"Gila, kalo ga taunya dia kakak kelas gimana?"

"Katanya seorang Ashilla ga takut sama kakak kelas, wkwk." Ledek Alya.

"Ah tau ah, pokoknya gue sebel." Ucap Ashilla seraya menyilangkan kedua lengannya.

Beautiful PainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang