Six

41 4 0
                                        

"Kau sangat menyebalkan. Namun entah, hati ini merasa nyaman dengan sikap menyebalkanmu"

-AP

☁️☔🌈

"Filmnya seru banget ya!" Ujar Alvero setelah meninggalkan auditorium.

"Iya seru banget! Kapan-kapan kita harus hangout bareng lagi nih." Sahut Alya antusias.

"Eh ini lagi si Andires sama Ashilla diem mulu daritadi. Kalian gak berantem kan tadi?" Tanya Alya berlagak polos.

"E-engga kok, hehe." Ujar Ashilla sementara Andires hanya mengangguk.

"Jadi sekarang kita kemana? Mau langsung pulang atau gimana?" Tanya Alvero.

"Um, kayanya gue mau pulang aja deh. Kepala gue-um agak pusing." Ujar Ashilla.

Andires yang mendengar itu langsung menepuk bahu Ashilla pelan. "Shill lo kenapa? Pusing lagi?"

"Eh engga-maksudnya gue gapapa kok, cuma pusing dikit doang. Gue pulang aja duluan."

"Udah gak usah, kita balik aja. Lagian juga ini udah sore." Ujar Andires yang di setujui dengan anggukan Alvero dan Alya.

☁️☔🌈

"Ver, makasi tumpangannya ya." Ujar Ashilla.

"Iya Shill nyelo aja."

"Andires,"

Andires mengalihkan padangannya dari ponsel yang sedari tadi ia mainkan. "Ya?"

"Um, duluan ya. Makasih buat tadi yang di sekolah."

"Iya Shill, oh iya jangan lupa minum obat. Cepet sembuh ya." Ujar Andires.

"Oh-iya An. Thanks ya."

"Kalian hati-hati ya! Jangan ngebut, Ver." Ujar Alya mengingatkan.

Setelah selesai berpamitan, mobil yang Alvero kendarai pun melaju menjauh dari kediaman Ashilla.

Ashilla berjalan masuk ke dalam rumahnya diikuti Alya di belakangnya.

"Shill, gak ada orang?" Tanya Alya.

Ashilla mengidikan bahunya. "Lagi pada pergi kali."

Mereka pun berjalan menaiki tangga dan mendekati salah satu pintu berwarna putih di sebelah tangga.

Kamar bernuansa putih biru terlihat saat Asilla membuka pintu kamar itu. Inilah kamar Ashilla.

Ranjang berwarna putih, disebelah kirinya terdapat nakas kecil sementara di sebelah kanannya terdapat rak buku yang tersusun rapih dengan buku sekolahnya serta beberapa novel koleksinya. Lemari pakaian diseberang ranjangnya dan disebelahnya terdapat meja belajar Ashilla.

Simple but perfect.

"So, tadi gimana?" Tanya Alya membuka pembicaraan.

Beautiful PainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang