Bab 9

41.2K 1.9K 15
                                        

Dia berlalu ke ruang tamu. Aku masih diam di dalam kamar. Secepat ini? Apa yang harus ku lakukan.

********************
setelah devan marah marah dia kembali kedalam kamar dan dia memaksaku untuk 'itu'. tubuhku sangat lelah, aku melihat jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi. aku menutup mataku lalu terlelap seketika.

********************

Aku terbangun dengan cahaya matahari menerangi wajahku. aku melihat jam yang sudah menunjukkan pukul sebelas. aku hanya sendiri di kamar, sedangkan devan sudah tak ada di sampingku. aku berjalan ke arah kami mandi untuk membersihkan diriku yang terasa sangat lengket.
Sekarang aku sedang duduk di ruang tamu dengan kaki ku selonjorkan dan mataku menatap televisi. Sedangkan devan, entah aku tak tau. Mungkin dia sedang di ruang kerjanya.

Mataku melihat ke arah bingkai besar yang terdapat wajahku dan devan dengan pakaian pernikahan.

"Sayang" panggil devan yang membuatku terkejut.aku hanya diam tak menanggapi. aku marah kepadanya, semalam dia begitu kasar.

"udah waktunya makan siang" katanya, semenjak menikah devan melarangku untuk masak, jadilah kami hanya membeli makanan di luar saja. aku juga tak begitu pandai dalam urusan memasak. 

"Ayo" katanya  menarikku agar aku berdiri.

aku memakai celana panjang abu dan kaos putih pendek, sedangkan devan memakai kaos hitam dengan celana hitam pendek. 

"Pakai jeket kamu" katanya lalu berjalan ke luar. Aku dengan cepat memakai jaketku dan berjalan ke luar.

********************
Kami memutuskan untuk makanan di sebuah restoran di dekat sini. Aku melihat sekumpulan pria dan wanita yang sedang duduk di ujung meja kami, sedangkan menatap ke satu pandangan yaitu laptop mereka masing masing, tetapi aku tak begitu mempedulikan mereka. devan memesan makanan tanpa bertanya aku ingin makan apa. terserahlah, aku yakin pasti dia memesan makanan yang sehat untukku. 

Tak lama kemudian, makanan kami sudah datang.

******************
Haloo!!

Maaf yaa dikit. Dkit kali pun.

Makasih. Maaf banyak typo. Kalau gk suka cerita ini. Tolong.. jangan membaca.

Makasih.

The physchopath doctorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang