Proses operasi pun telah selesai. Karin tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk pemulihan pada matanya.
"Mah, di mana Ragyl?."
"Ragyl?."
"Iya Mah, Ragyl. Ia sudah berjanji jika aku sudah operasi dia akan hidup bersamaku selamanya."
"Itu tentu sayang, ia pasti hidup bersamamu selamanya." Tanggap Mamahnya sambil menangis.
"Aku ingin saat perban ini dibuka, aku melihat Ragyl." Pintanya dengan ceria.
"Iya sayang."Tibalah hari di mana Karin akan di buka hasil operasinya.
1.....2.....3.....
"Karin, ayo buka matamu secara perlahan."
"Ayo sayang pelan-pelan saja."
"Iya Mah."
"Bagaimana?. Apa sudah jelas penglihatannya?."
"Masih sedikit buram Dok."
"Perlahan saja buka matanya."
"Udah Dok, penglihatanku sudah pulih."
"Karin, lihat ke sini. Apa yang sedang saya pegang."
"Kertas Dok."
"Warna apa?."
"Hijau."
"Iya baik, selamat Karin sekarang Kamu sudah bisa melihat seperti sebelumnya. Tetapi untuk beberapa bulan ke depan, Kamu harus rutin untuk mengecek perkembangan matamu."
"Terima kasih Pak dokter."
"Iya sama-sama."Setelah Dokter yang mengoprasi mata Karin keluar, Karin dan kedua orang tuanya menangis terharu, dan tidak lupa Karin menanyakan keberadaan Ragyl.
"Pah, Mah. Di mana Ragyl?. Dia janji padaku akan menemaniku saat operasi ini selesai. Sudah lama aku tidak melihatnya." Tanyanya sedih dan bingung.
"Sayang, lihat Mamah. Siapa yang Kamu lihat?." Tanya sang Mamah sambil menangis.
"Mamah kenapa menangis?."
"Jawab pertanyaan Mamah!. Siapa yang Kamu lihat?."
"Aku melihatmu Mamah."
"Sekarang lihat kaca ini!."
"Ada apa dikaca ini Mah?."
"Sekarang siapa yang Kamu lihat."
"Karin, aku melihat Karin."
"Bukan hanya itu."
"Maksud Mamah apa?."
"Ragyl hidup di anggota tubuhmu."
"Maksud Mamah apa?." Tanyanya mulai bingung.
"Ragyl."
"Ragyl kenapa Mah?."
"Ragyl mendonorkan matanya." Jelas Mamah kepada Karin.
"Apa." Karin terdiam dan terduduk terkejut.
"Maafkan Mamah nak."
"Ini ga mungkin Mah!."
"Tapi ini kenyataan Karin."
"Sekarang di mana Ragyl." Tanyanya sambil beranjak dari tempat duduk.
"Ragyl sudah hidup bersamamu untuk selamanya!."
"Jadi maksud Mamah?."
"Ya, Ragyl sudah meninggal."
"Engga Mah ini ga mungki."
"Maafkan Mamah nak."
"Ragyyyyyl." Teriaknya sambil berlari pergi.Karin pergi dari rumah sakit. Ia memutuskan untuk pergi ke rumah Ragyl.
"Assalamu'alaikum, Ragyl. Ragyl ini aku Karin, keluar Ragyl."
(Tak ada jawaban sama sekali.)
"Aku yakin Ragyl, Kamu masih hidup, Kamu udah janji sama aku, kalo Kamu akan selalu ada di sampingku." Teriaknya sambil menangis.
Karin pergi dari rumah Ragyl dan Karin pergi ke taman tempat biasa mereka bertemu.
Derasnya hujan yang membasahi tubuh Karin yang disertai teriakan dari langit, seolah ikut bersedih melihat Karin terjatuh."Ragyl, Kamu ga mungkin ninggalin aku secepat ini, Kamu janji akan selalu ngejaga aku, Kamu akan selalu ada untukku. Tapi sekarang?. Walau Kamu hidup dalam diriku, rasanya percuma jika tidak ada hadirmu kini. Untuk apa aku senang jika bukan karena dan untukmu." Gerutunya dalam hati sambil menangis dalam derasnya hujan.
Tiba-tiba.....
"Brug." Terlihat dari kejauhan seorang perempuan berjalan menuju Karin.
"Tante." Teriak Karin dan memeluk Mamah Ragyl.
"Maaf yah Karin, selama ini tante berbohong padamu."
"Apa ini tante, sungguh aku tak mengerti."
"Yah, saat Ragyl memutuskan hubungan kalian, dia sedang terkena penyakit pada ginjalnya, dulu dia sudah kehilangan satu ginjalnya. Selama ini dia hidup dengan satu ginjal yang berfungsi baik. Sampai suatu saat ia difonis bahwa hidupnya sudah tidak lama lagi dan ia memutuskan untuk mendonorkan matanya kepadamu. Sebagai permintaan terakhirnya ia memberikan surat ini kepada tante agar disampaikan kepadamu."
"Tapi tante ini ga mungkin, sebelum operasi dia masih berbicara padaku. Aku ga malu pacaran sama Ragyl meski dia berpenyakitan, harusnya dia bilang dari awal, pasti semua ini baik-baik saja"
"Iya itu dia, dia merahasiakan semuanya, dia hanya ingin membuat hidupmu bahagia."
"Tante." Ucapnya sambil menangis memeluk Mamah Ragyl.Tiba-tiba.....
"Kring.....kring.....kring....."Telepon Mamah Ragyl berbunyi.
"Iya hello. Oh, baiklah."..........
"Karin, tante pergi dulu yah."
"Mmmm." Jawabnya dengan menganggukkan kepalanya.Karin pun membaca surat terakhir dari Ragyl.
"Karin, mungkin saat Kamu membaca surat ini aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Maafkan aku jikan selama ini aku membohongimu, aku menyembunyikan masalahku bahkan aku telah menyakitimu. Kamu harus tau, itu semua aku lakukan karena aku sangat mencintaimu, aku menyayangimu, aku tidak ingin jika Kamu memiliku yang penuh kekurangan bahkan untuk menjagamu saja aku tak mampu, sekali lagi terima kasih telah hadir dalam hidupku menjadi orang yang sangat berarti untukku. Selamat tinggal Karin, cintamu akan ku simpan dalam hatiku." Isi surat Ragyl kepada Karin
"Mata ini, akan aku jaga seperti Kamu menjaga diriku. Mata ini, akan aku sayangi seperti kamu menyayangimu, Ragyl semoga Kamu tenang dan bahagia di alam sana. Sampai berjumpa lagi." Ucap karin dalam hati dan pergi menuju rumahnya.
Akhirnya Karin mempercayai kepergian Ragyl. Sungguh ia sangat terpukul atas tindakan Ragyl. Karin pun menutup hatinya kembali.
Nah,gimana ceritanya sahabat?
Seru?Membosankan?atau gimana? Jangan lupa komen dan kasih saran yah sahabat!
Setelah ini terus tunggu dan baca kisah selanjutnya di *CINTA KARIN 2* yah💕Jangan lupa vote and comment sahabat.
Terima kasih.See you next time,bye😊💕
