Part 18

1.1K 182 21
                                        

"Kita bisa menjaganya bersama, tapi dia lebih membutuhkanmu sebagai ibunya, Shin Hye-ya."
"Seenaknya saja! Kau buat aku hamil, lalu kau ingkari bayi itu sebagai bayimu. Lalu ayahmu berlutut padaku meminta supaya aku mempertahankan pernikahan keparat ini. Aku dengan segenap rasa sakit mengandung benih yang kau ingkari hingga akhirnya bayi itu kulahirkan. Dan kau pasti tidak tahu bagaimana sakitnya aku melahirkan bayi yang sebenarnya tidak kuinginkan, sebab bukan terjadi atas dasar rasa cintamu padaku. Melainkan karena kegagalanmu mencurahkannya kepada wanita lain yang sangat kau inginkan. Lalu sekarang setelah semua tugasku selesai kulakukan, kau masih banyak menuntutku." tutur Shin Hye dengan mata nyalang membalas tatapan Yong Hwa.
"Bukan seperti itu, Shin Hye-ya. Kau salah mengerti. Aku sangat menyesali semua yang telah terjadi. Mianhamidha! Tapi Shin Bi itu masih sangat kecil, aku hanya minta kau untuk tidak meninggalkannya sekarang." pinta Yong Hwa terasa sakit telinganya mendengar penuturan itu.
"Kau tahu, sejak kau menolak bayi yang kukandung, aku hanya punya 2 pilihan, yaitu bertahan hidup atau mengakhiri hidup? Jika kau masih menuntutku ini itu, keinginanku untuk segera mengakhiri hidup belum pupus dihatiku. Aku masih menyimpan baik-baik racun serangga di kamarku. Dan aku bisa meneguknya kapan pun bila aku mau." tandas Shin Hye dengan sinar mata yang terasa sangat asing.
Seketika tubuh Yong Hwa bergetar hebat. Bulu kuduknya meruap. "Aniyo. Jangan lakukan, jebal!"

Shin Hye tidak hanya menggertak mengatakan hal itu, sebab suatu malam entah apa yang terjadi di klub? Karena dia pulang cepat. Yong Hwa sudah mampu mengatasi Shin Bi. Sudah tidak rewel lagi ditinggalkan dengannya. Dan mereka sedang bermain menjelang Shin Bi tidur, saat terdengar pintu kamar Shin Hye ditutup keras.
"Eomma-ta... pulang..?" Yong Hwa mengernyit. Lalu diangkatnya tubuh buah hatinya yang tengah ribut berceloteh di atas tempat tidurnya.
"Ga-yo, kita lihat Eomma." ajaknya.
Sambil menggendong Shin Bi, Yong Hwa keluar dari kamarnya. Dari kamar Shin Hye terdengar suara kedombrangan. Seperti semua barang tengah dilempar ke lantai.
Yong Hwa mengetuk pintu kamar istrinya. "Shin Hye-ya..." panggilnya. Tidak terdengar sahutan. "Shin...!"
Merasa teramat penasaran Yong Hwa mendorong pintu, dan ia kaget melihat Shin Hye bersiap meneguk cairan pada botol yang astaga.... "Shin Hye-ya.....!" seketika Yong Hwa berteriak, cairan dari dalam botol di tangan Shin Hye muncrat dan tumpah ke lantai, baunya menyengat tajam membuat serangga mati seketika. "Andwe, Shin Hye!" teriak Yong Hwa. Diletakan Shin Bi di atas pembaringan, lalu ditatapnya Shin Hye. "Letakan botol itu!" pintanya.
"Naga! Apa yang kau lakukan di dalam kamarku?" Shin Hye menatap marah sambil matanya basah oleh air mata.
"Jebal! Bicarakan denganku segala masalahmu." rayu Yong Hwa.
"Kau membuatnya semakin sulit, sekarang lebih baik aku mati."
"Andwe..!!! Jangan lakukan! Kau punya Shin Bi, lihat dia! Apa kau tega membuatnya kehilangan ibu?"
"Kenapa kau menemui Jong Suk?" isak Shin Hye.
"Pertemuan kami tidak disengaja, Shin Hye-ya. Aku tidak sengaja bertemu dengannya. Aku janji tidak akan menemuinya lagi, aku akan menghidar jika kebetulan bertemu dia. Tapi tolong buang botol itu!" lagi hiba Yong Hwa.

Shin Hye jatuh terduduk di lantai membuat botol dalam genggamannya pun turut jatuh, isinya tumpah ke lantai menyebarkan bau insektisida. Dia kemudian tersedu, Yong Hwa lantas memburunya. Menekuk lutut dihadapannya, beberapa jenak menatapnya tersedu. Hingga akhirnya ia merengkuh tubuh itu kedalam dekapannya.
"Mianhe! Aku janji tidak akan mengulanginya lagi." gumam Yong Hwa. Shin Hye tetap tersedu.
Ia sudah bulat untuk meneguk saja racun serangga itu, tapi Yong Hwa datang ke dalam kamarnya sambil membawa Shin Bi. Melihatnya tersenyum dari tempat tidurnya, membuat hatinya luluh.

Dan sekarang anak itu menangis membuat Yong Hwa melepaskan pelukannya. Lalu menyibakan rambut Shin Hye ke belakang.
"Kalau kau mau, tidur di kamarku, sementara kamar ini dibersihkan. Nanti setelah bersih kau boleh kembali kesini. Bagaimana?" tatap Yong Hwa. Shin Hye tidak bersuara. Shin Bi menjerit-jerit minta perhatian. "Ayo, bangun!" Ia mendahului berdiri lalu membantu Shin Hye bangun.
Tangan Shin Bi menggapai-gapai dan menatap kepada Shin Hye, membuat Shin Hye lalu menghampirinya. Ia kemudian memangku Shin Bi. Bayi itu terdengar bersuara lucu, Shin Hye menciumi wajahnya dengan air mata bercucuran.
🌹

Yong Hwa tidak sengaja bertemu Jong Suk di kantor. Agaknya perusahaan mereka menjalin kerjasama bisnis. Jong Suk yang mewakili perusahaannya melakukan pertemuan dengan Dasong. Bagai musuh bebuyutan keduanya berbicara dengan tensi tinggi. Yong Hwa marah sebab tahu Jong Suk kekasih Shin Hye saat ini, dan Jong Suk kesal karena Yong Hwa tidak juga melepaskan Shin Hye. Maka saat keduanya memiliki waktu untuk bicara diluar masalah kerjasama bisnis, masing-masing memuntahkan isi hatinya.
"Shin Hye itu istriku dia suka atau tidak. Diantara kami pun sudah ada anak. Jadi kuharap kau memikirkannya lagi jika ingin menggodanya." ucap Yong Hwa pedas.
"Sayangnya Shin Hye tidak bahagia dengan pernikahannya, makanya dia selalu menemuiku. Jika saja kau peka, harusnya kau segera menceraikannya. Sebab kau tidak mencintainya. Kau pun malah menghinanya ketika dia mengandung anakmu. Kau hanya memanfaatkannya selama ini." balas Jong Suk tak kalah tajam.
"Masalah itu bisa kami selesaikan, asal kau tidak menjadi pengganggu. Maka enyahlah kau dari kehidupan istriku."
"Menggelikan sekali, Jung Yong Hwa-ssi! Aku ingin melihat sikapmu saat dihadapan Shin Hye. Apa tetap bisa kau seangkuh ini?" ledek Jong Suk santai.
"Dan jika sampai terjadi perceraian antara aku dengan Shin Hye, semua orang tahu kaulah orang ketiga penyebabnya. Apa kau tidak malu dengan gelar sebagai perusak rumah tangga orang?" seringai Yong Hwa balas mengejek. Jong Suk seketika bungkam.

Kalimat itu yang Jong Suk adukan kepada Shin Hye ketika malam harinya mereka bertemu di klub. Jong Suk masih kesal kepada Yong Hwa membuatnya tidak seramah biasa mensikapi Shin Hye, mereka lalu bertengkar dan Shin Hye nekat akan mengakhiri hidup. Hal yang sudah ia endapkan sejak Yong Hwa melukai hatinya. Hidupnya merasa tidak berarti lagi. Tapi lalu wajah malaikat Shin Bi menyadarkannya, maka ia membatalkan niatnya itu.

Beberapa hari Shin Hye tidak pergi kemana-mana, ia mengurung diri di rumah. Hingga akhirnya Jong Suk meneleponnya menyampaikan permohonan maaf. Shin Hye yang tidak pernah ingin memaafkan Yong Hwa merasa hidup kembali. Ia belum merasa jadi setan bagi Yong Hwa, itu sebabnya ia tidak akan berubah.
🌹

Flashback end

Yong Hwa dibangunkan Shin Bi yang sudah ribut berceloteh pagi itu. Diakhiri dengan menangis karena menginginkan sesuatu.
"Aigo... Appa tal sudah bangun?" tanyanya. Bayi itu bersuara menjawab sambil lalu menangis lagi. "Shin Bi lapar? Ingin minum susu? Sebentar, Sayang." Yong Hwa lalu turun dari tempat tidur.
Membuatkannya susu lalu memberikannya dengan memegangi botol. Selesai itu ia membawa buah hatinya itu ke bawah, memberikan kepada ajhumma. Sementara dirinya bersiap untuk berangkat ke kantor.

Shin Hye terbangun bersamaan dengan Yong Hwa berangkat. Derum kendaraannya terdengar meninggalkan rumah. Dari jendela ia menatap mobil itu berlalu dari halaman. Semalam Jong Suk mengajaknya menginap di hotel. Dia katakan akan segera melamarnya. Tapi tentu saja Shin Hye menolak, dan ia marah sebab jika ingin tidur dulu dengannya sebelum menikah apa bedanya Jong Suk dengan Yong Hwa? Malah Yong Hwa 100 kali lebih baik sebab diantara mereka sudah terikat pernikahan. Atau keduanya sama saja. Yong Hwa justru menolak tidur dengannya walau adalah suaminya.
"Aku ingin menikah denganmu, Shin Hye-ya. Dan aku pasti menikahimu. Tidak bisakah kita pergi ke hotel dan menginap disana malam ini?" tanya Jong Suk membuat tangan Shin Hye yang sedang melingkari lehernya usai mereka melakukan cumbu memabukan lepas.
Tampaknya Jong Suk terinspirasi dari Shin Hye yang begitu agresif mencumbunya.
"Wheo?" tatap Jong Suk.
"Mianhe, Jong Suk-ah. Aku tidak bisa pergi ke hotel. Aku akan pulang saja."
"Aku serius dengan yang kukatakan. Aku ingin menikah dengamu."
"Tapi aku masih istri seseorang sekarang."
"Lekas ceraikan dia jika begitu. Kau pun tidak bahagia hidup dengannya, kau selalu mencariku untuk menumpahkan segala rasa."
"Aku punya bayi."
"Bawa dia olehmu. Sudah kukatakan, aku akan menyayanginya seperti menyayangi anakku sendiri."

Tbc...

Shin Hye akan menerima lamaran Jong Suk tidak, readers?

Klo yg dilamarnya Author, tak kan buang waktu. Pasti Author menggangguk... 

SESALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang