"Bayiku sangat dekat dengan ayahnya, sebab setiap malam yang mengasuhnya adalah ayahnya. Aku tidak tega memisahkan mereka, Jong Suk-ah."
"Kalau begitu tinggalkan saja bayimu dengan ayahnya, dan kita menikah."
Shin Hye sungguh tidak bisa bicara. Dirinya sangat menyayangi Shin Bi meski tidak telaten mengasuhnya. Dan masih terbayang rasa sakit kala melahirkannya bila harus begitu saja diberikan kepada ayahnya.
"Sejak awal yang menolak bayi itu adalah suamiku, aku tetap mengharapkannya, Jong Suk-ah. Jika sekarang harus kutinggalkan, aku tidak bisa." tukas Shin Hye lirih.
"Jika begitu kau hanya ingin mempermainkanku, Shin Hye-ya. Kau hanya menjadikanku tempat pelarianmu. Sebab kau begini sulit memenuhi permintaanku. Aku tidak bisa jika hanya jadi tempat pelarianmu."
"Aniyo, Jong Suk! Tidak seperti itu." gelengnya keras.
"Buktikan jika kau benar mencintaiku. Buktikan jika benar kau tidak ingin kehilanganku!"
Shin Hye memejamkan mata. Bukan masalah sulit untuk meninggalkan Yong Hwa, tapi tak dinyana orang itu sangat menyayangi anaknya. Padahal dulu dia menolaknya. Dan Shin Bi terbiasa dengan ayahnya, Shin Hye tidak tega untuk memisahkan mereka.
Namun ia juga tidak mau kehilangan Jong Suk. Pria itu menjanjikan kebahagiaan untuk hidup bersama sebagai suami istri.
Shin Hye amat sangat bingung dibuatnya. Apa yang harus ia lakukan? Meninggalkan Shin Bi untuk menikah dengan Jong Suk atau memisahkan Shin Bi dari Yong Hwa? Jika pilihan kedua yang ia ambil, apakah bisa Jong Suk menyayangi anaknya seperti Yong Hwa menyayanginya? Bagaimana pun Yong Hwa ayah kandungnya, meski sempat menolak namun saat menyayanginya pasti dengan tulus. Sedang Jong Suk belum tentu sebab bagaimana pun Shin Bi bukan darah daging Jong Suk.
Nampaknya Jong Suk marah kepada Shin Hye, karena malam itu dia tidak datang ke klub membuat Shin Hye begitu sedih. Yu Ri menghampirinya.
"Kemana Jong Suk? Kenapa dia tidak datang?" selidiknya.
"Dia marah padaku." tukas Shin Hye.
"Kalian bertengkar?"
"Dia ingin kami menikah, Yu Ri-ah. Bagaimana menurutmu?"
"Dan kau menolaknya makanya dia lalu marah padamu?"
"Aku tidak bisa meninggalkan Shin Bi."
"Kenapa tidak bisa? Sekarang pun setiap malam selalu kau tinggalkan bukan?"
"Meninggalkannya setiap malam dan meninggalkannya untuk menikah dengan Jong Suk, jelas berbeda, Yu Ri-ah. Meninggalkannya untuk menikah, aku seperti kehilangannya."
"Kalau begitu kau bawa. Bukankah Jong Suk tidak keberatan kau membawa anakmu?"
"Kalau aku membawanya aku tidak tega memisahkannya dari ayahnya."
"Ah... kau mempersulit dirimu sendiri kalau begitu. Kau mau mendengar saranku, Shin Hye-ya?" tatap Yu Ri.
"Mwoga?"
"Tinggalkan saja suami dan anakmu! Karena terlanjur kau sudah memilih berpacaran dengan Jong Suk. Kau pikir apa tidak jahat, kemarin kau datang padanya saat kau sangat butuh teman, memohon... sekarang setelah Jong Suk menaruh harapan padamu, kau akan mengingkarinya? Kau melukainya, Shin Hye-ya." cecar Yu Ri, membuat Shin Hye tidak bisa mengonter.
Hatinya pun mengakui hal itu. Berjanji pada Jong Suk untuk menikah dengannya. Tapi sungguh berat untuk meninggalkan Shin Bi. Jong Suk terlalu cepat menagih janjinya. Harusnya tunggu sampai Shin Bi besar dulu. Faktanya hatinya pun tidak tega untuk memisahkan anak itu dari ayahnya, karena yang mengurusnya setiap hari tiada lain adalah Min Ajhumma dengan Yong Hwa.
"Menurutmu aku jahat jika menolak permintaannya?" tanya Shin Hye pelan.
"Kalau sikapmu seperti ini kau jahat. Mengombang-ambing Jong Suk yang jelas-jelas mengharapkanmu, disisi lain kau juga mengabaikan suami dan anakmu. Kau putuskan salah satu jangan menyiksa mereka semua. Memilih Jong Suk, dan segera kau turuti permintaannya. Atau memilih anak dan suamimu, lalu jangan beri harapan Jong Suk. Putuskan dia, supaya Jong Suk bisa memilih yang lain. Karena bagi dia pernikahan bukan permainan." urai Yu Ri membuat Shin Hye diam terpaku.
Seperti mendapat tamparan mendengar penuturan Yu Ri. Namun apa yang dikatakannya itu tidak salah. Jong Suk wajar sampai kesal terhadapnya sebab memang sikapnya plin plan. Di rumah ia menghampiri Min Ajhumma untuk meminta pendapatnya.
"Ajhumma tahu kan aku dengan Jong Suk menjalin hubungan serius sekarang?" tanyanya.
"Nde."
"Jika aku menikah dengannya bagaimana?"
"Bagaimana, Agashi?" ajhumma balik bertanya seraya menudingnya lekat.
"Jong Suk mengajakku menikah, karena memang dia tahu kondisi rumah tanggaku seperti apa. Aku tidak bisa berharap dengan pernikahanku ini, Ajhumma."
"Agashi jangan berpikir seperti itu, kasihan Nn Shin Bi. Dia masih kecil untuk berpisah dengan ayah atau ibunya." sergah Min Ajhumma kaget.
"Aku akan membawanya, Ajhumma. Dan Jong Suk akan menjadi ayahnya nanti."
"Teorinya bisa seperti itu, belum tentu kenyataannya. Tapi Tuan Muda Yong jelas sangat menyayangi Nn Shin Bi, Agashi. Sebaiknya Agashi jangan berpikir jauh kesana. Tuan Muda sudah berubah sekarang, tinggal Agashi memberinya kesempatan lagi untuk membuktikan cintanya kepada Agashi." ceramah Min Ajhumma sangat tidak setuju dengan langkah Shin Hye.
"Aku sudah memberi banyak kesempatan padanya, Ajhumma. Dan aku juga tidak bisa mengabaikan kebaikan Jong Suk saat aku sangat terpuruk karena kelakuan tuan mudamu itu. Aku tidak mau mengecewakannya."
"Tapi keputusan yang sangat berat jika Anda harus sampai menikahinya, Agashi. Lalu nanti apa yang akan Agashi katakan kepada Tuan dan Nyonya bila bertanya?" peringat Min Ajhumma.
"Eomma dan Appa pasti akan mengerti jika aku jelaskan."
Ajhumma akhirnya diam, namun berbanding terbalik dengan Yu Ri, Ajhumma tidak setuju jika Shin Hye sampai menikahi Jong Suk.
Kemarahan Jong Suk belum reda, malam berikutnya ia masih absen dari klub. Hingga akhirnya Shin Hye menghubunginya.
"Yobseyo, Jong Suk-ah." sapa Shin Hye.
"Whe, Shin Hye-ya?"
"Jong Suk-ah, kau masih marah padaku? Kenapa kau tidak datang lagi ke klub?"
"Dan kenapa kau masih saja datang ke klub? Kau punya anak dan suami yang harus kau urus?" sindir Jong Suk.
"Ayolah, Jong Suk! Aku sudah memikirkan permintaanmu untuk menikah. Nde, aku mau." ucap Shin Hye.
"Lalu anakmu?"
"Aku akan membawanya."
"Geurae?"
"Datanglah cepat!"
"Apa suamimu sudah tahu?"
"Ani. Aku belum mengatakannya pada dia."
"Beritahukanlah dulu! Mungkin dia tidak akan mengijinkanmu."
"Aku tidak peduli jika dia tidak mengijinkan."
"Kalian punya orang tua bukan? Bagaimana kau mendapatkan ijin mereka?"
"Kau tidak harus pusing memikirkan itu, orang tuaku pasti mengerti. Terlebih orang tua Yong Hwa, mereka tahu bagaimana tabeat anaknya terhadapku."
"Pastikan dulu kau dapat meyakinkan mereka, baru kau datang padaku." Jong Suk semakin jual mahal.
Shin Hye menghela napas dalam. Ia tahu Jong Suk mulai ragu terhadapnya. Semakin dikejar Jong Suk semakin jual mahal. Sebab tahu peluang Shin Hye untuk berbaikan dengan Yong Hwa adalah kecil. Bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami, maka Jong Suk akan membuat Shin Hye terus mengejarnya.
🌹
Sementara itu Shin Hye semakin tidak menginginkan berbaikan dengan Yong Hwa, meski pun Yong Hwa telah menunjukan padanya sebagai ayah yang baik bagi Shin Bi. Saat ini yang sangat diinginkannya adalah menikah dengan Jong Suk. Dengan pria yang jelas-jelas sangat menyayangi dan mencintainya setulus hati. Shin Hye benar-benar mabuk kepayang oleh Jong Suk. Shin Bi sudah pasti akan ia bawa, sebab dirinyalah yang telah melahirkannya.
Yong Hwa sendiri tidak bisa bicara kala Shin Hye menyampaikan keinginannya itu.
"Seperti yang pernah kukatakan padamu, bahwa aku akan menikah dengan Jong Suk. Dan Jong Suk ingin kau ceraikan aku sebelum kami menikah. Nanti Shin Bi akan aku bawa, jadi kau tidak akan repot lagi mengurusinya." ucap Shin Hye dihadapan Yong Hwa yang tengah menikmati makan malamnya.
"Bisakah lain kali saja kau bicarakan itu?" pinta Yong Hwa nelangsa.
"Aku tidak bisa menunggu lagi untuk segera menikah dengannya."
"Tidak bisakah kau beri aku 1 kali lagi kesempatan untuk memperbaiki semuanya, Shin Hye-ya?"
"Aku sudah bosan selalu memberi kesempatan, padamu, pada ayahmu... aniya, kesempatan itu sudah habis." geleng Shin Hye tidak bisa ditawar.
Yong Hwa langsung menyudahi santap malamnya. Hilang sudah selera makannya.
Tbc...
Yongshin shipper kecewa... mianh!
So, bagaimana kelanjutannya?
Masih adakah harapan untuk Yonghwa...?
KAMU SEDANG MEMBACA
SESAL
RomansaWarning!!! 21+ Ketika penyesalan datang maka semua hal menjadi terlambat kita lakukan. Sakit hati terkadang mampu membuat orang hidup layaknya orang mati. Tidak memiliki asa dan hampa. Dan penyesalan terasa jauh sangat menyakitkan. Meski air mata da...
