Pagi ini musim semi.
Dan pagi adalah waktu dimana semuanya dimulai kembali. Waktu dimana malam menghilang dan digantikan oleh terangnya Mentari. Waktu dimana semua yang kita lewati harus kita lupakan, untuk bisa membuat masa depan yang lebih cerah.
"Hyung, kau sudah siap? " seorang namja bergigi kelinci itu menyembulkan wajahnya di balik pintu kamar seseorang yang dipanggilnya hyung.
"Eung. Kajja." yoongi melangkah dan merangkul pundak jungkook, yang sebentar lagi resmi akan menjadi adiknya itu.
Ya, hari ini adalah hari pernikahan hyorin dan joohyun. Dan tak lama lagi, kita akan kehilangan min yoongi, yang berubah menjadi Jeon Yoongi.
Memang aneh kedengarannya, tapi inilah keluarganya yang baru.
Mereka semua berangkat menuju gedung yang sudah mereka pesan beberapa hari yang lalu.
Yoongi yang satu mobil dengan jungkook, dan hyorin serta joohyun menaiki mobil yang lainnya, dengan supirnya tentu saja.
.
"Omo!! Eomma, kau sangat cantik!" yoongi menghampiri ibunya, dan menyuruh ibunya untuk melingkarkan tangannya di lengan yoongi.
"Apa maksudmu? Apa biasanya eomma tidak cantik? "
Yoongi nyengir, "aniyo, eomma biasanya cantik. Dan hari ini sangaaat cantik. "
Ibunya hanya tersenyum melihat tingkah putranya itu.
.
Tentu saja seokjin dan namjoon datang, atas undangan yoongi. Dan jungkook juga mengundang sahabatnya, dan diantaranya adalah taehyung. Dan tunggu, ada seorang yang sedang berbincang dengan jungkook juga selain taehyung. Siapa dia?
"Oh! Hyung, kemari. " jungkook melambaikan tangannya pada yoongi. Dan tentu saja yoongi menghampirinya.
"Hyung, perkenalkan, ini jimin hyung. Park Ji min. Dia... juga sahabat dekatku selain taehyung."
Jimin? Nama itu.. Mungkinkah?
"Ne, jeoneun park jimin imnida. Manaseo bangapsemnida. " namja itu membungkukkan badannya sembilan puluh derajat pada yoongi.
Yoongi juga menundukkan kepala sebagai rasa hormatnya, "min yoongi imnida. Manaseo bangawoyo. "
Pluk!!
"Yak! Kau memukul hyung mu? " yoongi melotot pada jungkook.
"Ne, wae? Kau sendiri bilang bahwa kau itu hyung ku, jadi namamu sekarang jeon yoongi. "
"Oh? Ne. " yoongi menatap kosong ke depan.
Dan mereka bertiga pun tertawa bersama. Ya, mereka bertiga, walaupun disitu ada taehyung.
"Mmm... Sepertinya aku harus pulang lebih cepat, permisi. " taehyung pun pergi dari situ dan berjalan menuju mobilnya.
Dan jungkook mampu melihat mata sahabatnya itu baru saja berkaca-kaca. Karna khawatir, dia pun menyusul taehyung ke parkiran mobil.
"Euungg.... Hyung, kau mengobrollah dulu dengan jimin, ada yang ingin aku bicarakan dengan tae. "
Yoongi pun mengangguk.
Dan disinilah yoongi, mengobrol apa saja dengan jimin, orang yang baru saja dia kenal sepuluh menit yang lalu. Tapi mengapa mereka seperti sudah kenal bertahun tahun??
.
Lalu dilihatlah taehyung oleh jungkook. Dia sedang menangis sembari bersandar di kap mobilnya. Kenapa??
Sudah jungkook duga akan jadi seperti ini. Dia pun melangkah dan mengelus punggung sahabatnya itu. "Gwaenchana? "
KAMU SEDANG MEMBACA
FIRST SNOW ✔
Fanfiction"Bagaimana rasanya salju, hyung?" The Highest Rank #1-yoonkook (lupa kapan)
