Cuaca musim dingin di pagi hari ini masih sama seperti hari-hari yang lalu. Terdengar suara burung berkicau di dahan pohon di sebrang jalan, salju yang masih tebal di luar sana, dan warna putih yang mendominasi.
Tapi pagi ini terlihat berbeda, suasana yang berbeda, kehangatan keluarga. Sekitar dua minggu sudah yoongi hanya berbaring di tempat tidur, itu artinya hari ini adalah hari saat gips yang melekat di kaki kiri pemuda berkulit pucat itu dilepas.
Dan telah satu jam lebih yoongi menatap jendela yang menuju ke luar balkon kamarnya, di lantai dua.
Dia tengah berpikir.
Dia memikirkan dua hal sekaligus.
Apa aku pernah mendengar nama itu? Park Jimin.
Tidak. Seorang bernama jimin yang aku kenal itu memiliki marga Kim, bukan Park.
Yoongi terus memikirkan hal itu. Tapi disamping masalah itu, pikirannya yang lain masih membayangkan cerita jungkook semalam.
Ya, namja bergigi kelinci itu telah menginap selama tiga hari di rumah yoongi, dia ingin terus berada di sampingnya. Apa alasannya? Entahlah.
"Hyung, aku sudah selesai. Kau bisa memakai kamar mandinya sekarang." Jungkook yang baru keluar dari kamar mandi sembari menggosokkan handuk ke rambut basahnya, tertegun saat melihat yoongi sedang melamun ke arah luar jendela. Dan di luar sana hanya ada salju, sejak kapan hyung-nya itu menatap salju sekian lamanya?
Jungkook pun tersenyum, terimaksih hyung, kau telah mengerti perkataanku.
.
Flashback.
Malam di musim dingin kali ini berbeda, bintang-bintang saling berkedipan satu sama lain, suasana sunyi jalanan tengah malam menambah kesan spesial malam ini.
Terlihat di balik jendela, seorang namja sedang memandangi langit gemerlapan bintang itu.
Tanpa perintah, ada seorang namja lain, di kursi rodanya, yang melemparkan selimut ke pundak namja yang tengah memandang langit tersebut.
Ia pun terkejut, lalu menoleh ke belakang, "o, yoongi hyung, kau belum tidur?"
"Kau sendiri sedang apa, eoh? Kau bisa kedinginan dan sakitmu bisa kambuh kapan saja jika terus seperti ini, jungkook-ah."
Jungkook pun tersenyum, lalu berjongkok, menyamakan tingginya dengan yoongi di kursi roda, "tidak ada yang akan terjadi padaku, jika hyung ku ada di sampingku seperti ini."
Yoongi tidak menanggapi perkataan jungkook, "kau sedang apa tengah malam seperti ini?" Ulang yoongi.
Yang ditanya hanya tersenyum dan menunduk, "aku teringat seseorang."
Yoongi mengerutkan keningnya, tak mengerti.
"Hyung ku, Jeon Hoseok."
Seketika yoongi terkejut dengan pengakuan jungkook, hyung nya?
Jungkook terkekeh, "mianhae, aku belum menceritakannya padamu."
"...."
"Dulu, empat tahun yang lalu, adalah kali terakhirnya aku bertemu dengannya. Dia... kehilangan impiannya. Sama sepertimu, hyung."
Yoongi terkejut.
"Tapi sayangnya, saat itu aku belum mengerti seberharga apa impian hyungku itu, sehingga aku tak ada di sampingnya untuk selalu memeluknya, meyakinkan bahwa itu bukanlah akhir dari segalanya. Dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, melompat ke sungai han saat musim dingin."
Tak terasa, air mata mulai menetes di kedua pipi mulus milik jungkook. Entah apa yang dipikirkannya, dia terus melanjutkan ceritanya, walaupun yoongi tak memaksa jika jungkook ingin menghentikannya.
"Tapi yang paling aku sesali, aku tak ada disampingnya saat dia pergi, penyakitku kambuh, dan aku sedang di rumah sakit. Oleh karna itu, aku selalu ingin berada disampingmu selalu, aku ingin selalu memberikanmu pelukan, dan meyakinkanmu bahwa kau tak sendiri, masih ada aku disampingmu. Aku tak ingin kehilangan seseorang yang aku cintai ketiga kalinya."
Tiga kali?
"Ibuku meninggal saat aku berumur dua tahun, bahkan saat itu aku belum mengerti arti kata kepergian seseorang. Sepuluh tahun kemudian, hyung ku pergi karna kehilangan impiannya, menjadi dancer. Dan sekarang..."
Jungkook menatap yoongi, lalu menggenggam tangannya, "berjanjilah, hyung. Berjanjilah kau akan tetap di sampingku, kau akan hidup dengan baik mulai sekarang, ne?"
Dan itulah alasannya, mengapa jungkook ingin selalu berada disamping yoongi. Dia tak ingin kenangan masa lalunya terulang kembali.
Yoongi mengangguk, "ne, aku berjanji."
Dan sekarang, apa yang dipikirkan yoongi? Seorang anak yang telah merasakan kehilangan, bahkan sejak kecil, dan belum hilang duka itu, dia juga harus menerima kenyataan bahwa kakaknya harus meninggalkannya juga di dunia ini. Hanya menyisahkan dirinya dengan ayahnya, jeon joohyun. Dan saat dia kehilangan tuk kedua kalinya, adalah saat....
Musim dingin?
Tapi disamping itu dia tak membenci salju seperti yoongi, malah dia mempunyai satu mimpi sederhana,
Jungkook ingin menyentuh dan bermain salju.
Tapi, bukankah itu hanya akan mengingatkannya pada mendiang kakaknya? Tidak. Karna jungkook bukanlah yoongi yang berpikiran pendek dan emosional.
Jungkook hidup dengan baik selama ini, tapi siapa yang mengira, dibalik itu semua, ada luka yang ia tutupi dengan senyuman manisnya itu.
Yoongi pun tersadar, apa selama ini aku kurang bersyukur?
"Jungkook-ah, maaf tapi... kenapa kau tak membenci musim dingin, jika itu mengingatkanmu pada kakakmu?"
Lagi-lagi jungkook tersenyum, "kau benar-benar ingin tahu, kenapa?"
"..."
"Karna hidup terus berjalan, hyung. Seberapa kuat kita membenci sesuatu, kita akan terus bertemu dengan kebencian itu sendiri. Dan, apakah dengan kita membenci suatu hal, semua masalah kita bisa selesai?"
Yoongi menunduk, apa yang dikatakan jungkook ada benarnya juga.
"Hyung, apa kau mempunyai suatu masalah? Kau bisa menceritakannya padaku." Jungkook seperti tahu apa yang ada di hati yoongi.
Terdengar helaan nafas dari yoongi, lalu dia mulai menceritakan masalahnya yang berbanding terbalik dengan masalah jungkook. Yoongi bercerita kenapa dia membenci salju dan musim dingin, bahkan sampai sekarang.
.
Setelah di ujung cerita, jungkook berpesan, "hyung, kau mungkin tidak tahu, bahwa semakin kita membenci sesuatu, kita malah semakin sulit untuk melupakannya. Mungkin hyung akan semakin mengingat ayah hyung, jika hyung memaksakan diri tuk semakin membenci sesuatu tentangnya. Entah itu salju pertama, musim dingin, atau ayah hyung sendiri."
Semoga kau mengerti perkataanku, hyung.
.
TBC....
Kurasa ceritanya mulai ga jelas :p,
Jimin's part keliatannya bakal ada di next chapter... &
Jeongmal mianhae buat jhope stan, tapi keliatannya nanti bakal ada part nya jhope pas masih hidup.
Tunggu aja hasil pemikiranku selanjutnya, karna jujur, aku gatau akhir ceritanya bakal gimana nanti :v. Boro-boro akhir cerita, next chap aja belum tau mau kaya gimana :v
_______
Mian kemarin ga up, gegara mulai sibuk buat uprak(ujian praktek) di sekolah.
Dan mulai besok-besok mungkin bakal jarang up, mau fokus ke sekolah dulu, biar jadi kaya yoongi,
'Min Yoongi jonjae jjang jjang man bbung bbung'
*lol
-salam dari author yang ngetik tengah malem, ditemenin suara jangkrik dari kebon sebelah.-
KAMU SEDANG MEMBACA
FIRST SNOW ✔
Fanfiction"Bagaimana rasanya salju, hyung?" The Highest Rank #1-yoonkook (lupa kapan)
