Dapat curhatan dari seorang penulis mature yang lumayan femes.
Dia bilang bahwa karyanya dihina dan di report, hanya karena tidak ada konten dewasanya.
Sedangkan karya yang jauh lebih parah dari miliknya, dapat rank, tidak ada yang menghina dan tidak direport.
Jadi, dia merasa sakit hati dan tidak adil.
Lalu, aku hanya bisa memberi nasehat sesat ke dia, karena tidak tahu mesti memberi nasehat apa. Aku bilang, bila kamu merasa ini tidak adil. Kamu bisa menciptakan keadilan untuk dirimu sendiri.
Balas sakit hatimu dengan mereport karya yang menurutmu melanggar itu.
Supaya adil.
Atau kamu bisa membagi sebanyak-banyaknya karya yang melanggar itu padaku, biar aku yang report.
Ha Ha Ha
Lagipula, memangnya ada yang adil di dunia ini?
Apakah adil untuk seseorang yang harus dibully habis-habisan selama hampir dua hari hanya karena tulisan dia yang berisi, "Semoga laporanku direspon dengan baik oleh kemenkominfo." Sedangkan tulisan-tulisan yang banyak mengandung pornografi gak ada yang bully?
Apakah adil untuk seorang penulis yang memulai dari awal semuanya harus kehilangan cerita beserta akunnya hanya karena ia dituduh plagiat? Sedangkan masih banyak penulis lainnya yang memplagiat tapi akunnya aman-aman saja.
Apakah adil untuk korban pemerkosaan serta pembunuhan jika tersangka hanya diberi hukuman sekian tahun, sedangkan korban atau keluarga korban harus menanggungnya seumur hidup?
APA ITU ADIL UNTUK MEREKA, HAH?
It's not, right?
Jadi, ikhlaslah.
Karena keadilan itu hanya akan datang untuk mereka yang ikhlas. Dan, keadilan yang sesungguhnya itu turun dari Dia sang maha adil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jangan Baper 2
AléatoireIsinya tidak jauh-jauh dari yang sebelumnya. ATTENTION!! Please, do not baper when you going to read this. Cukup baper saja dengan dia yang banyak-banyak memberimu warna. Enjoy!
