chapter 3 Jatuh dan Potong Sambil Berekspresi Phychopath selayaknya antagonis

815 19 3
                                        

[Judul lengkap: jatuh dan potong sambil berekspresi Phychopath selayaknya antagonis.]

Sesi Hallroom berakhir bersamaan dengan jam pelajaran kali ini Tio-Sensei berapikan buku-buku pembelajarannya ditas kulit gajah, Khualitas bintang lima itu, lalu menaruh tangannya dimeja sambil berbicara tentang hal yang sangat-sangat Serius sekali.

''Baiklah, Festival Musim gugur akan ada perubahan dimana semua murid bisa ikut melalui babak penyisihan,  jadi meski kalian kelas 1 jangan ragu, tapi tetap saja jangan berusaha terlalu keras sampai kalian menjadi idiot dan terluka parah, jika"

Festival musim gugur sebuah festival pertarungan mainstream dimana Main Character kita akan mengikutinya, panggung drama dimana akan ada dialog [aku tak akan menyerah], [aku akan melindungimu heroineku], [sangat menyenangkan pertarungan ini], atau hal-hal menjijikan khas orang barbar berjiwa kesatria seperti cerita-cerita yang lainnya.

Ya. Jujur saja Pamer atau membuktikan kemampuaanmu dikala orang banyak, bukan gaya dari Luka, ia berlatih selama ini semata-mata hanya untuk melatih dirinya, apa yang dimilikinya tapi tetap saja latihan itu akan percuma saja jika ia tak bisa keluar dari tempat ini.

''Baiklah Sensei akan pergi dulu, selamat tinggal."

''Otou-san tunggu."

Liese mengikuti ayah angkatnya itu keluar kelas dengan berlari dengan cepat, setelah itu seperti biasa para murid yang lainnya berdiri mengobrol banyak hal lalu berjalan keluar kelas, melakukan kegiatan bersenang-senang mereka seperti karaoke, belajar bersama atau memesan Latchur untuk dimainkan di malam ini.

Termasuk Main Character kita ini, ia harus berlatih lagi untuk menyempurnakan kemampuannya, apa yang bisa ia lakukan dengan semua yang ia miliki sekarang, tentu ada tujuan lain Luka melakukan latihan adalah setelah latihan dia bisa meneruskan hobi otakunya, Dimana hari ini dia akan berencana marathon nonton No Game No Life, dan untuk begadang yang sehat kau harus mempunyai stamina yang baik.

Dengan diiringi Lucil dibelakangnya Luka berjalan keluar kelas, mengabaikan setiap tatapan jijik yang mengarah padannya, lalu keluar dari kelas dengan penuh percaya diri, Ya tempat duduk Main Character ini berada ditengah dan Lucil tepat disampingnya, Ya. Akan sangat merepotkan jika ia duduk didekat jendela, bisa saja saat musim panas, ia akan menghabiskan tenaganya karena menahan panas teriknya matahari, dan akhirnya tak bisa latihan.

''Onii-sama, bisakah kau memasakan makanan untukku juga, aku kangen makanan Nii-sama."

''Iya-iya tapi kau harus ikut berbelanja dan jangan memanggilku Onii-sama, kita tak ada hubungan terlarang seperti Tetsuya dan Miyuki Saiba."

Lisa mengangguk dan merinding jijik, bagaimanapun Siscon atau Brocon adalah orang-orang paling mesum yang bisa ia pikirkan oleh seorang Autor-san, itu berlaku dengan dirinya sendiri yang menulis Fanfiction tentang Siscon dan Brocon.

Jujur saja Main Character tersayang kita ini, memiliki kepentingan yang harus dilakukan yaitu melatih tubuhnya agar bisa tetap sehat, semalam apapun dirinya begadang, tampak mustahil tapi jika ia bisa melakukan hal itu, tentu para otaku yang sedang membaca karangan ini akan segera keluar dari kamar mereka dan mulai melakukan latihan rutin mereka.

''Kudengar akan ada sesuatu yang bakal enak, bagaimana kalau kau juga mengizinkan Senpaimu ini, untuk sarapan malam."

''Tak bisa aku sedang kehabisan uang, dan jangan panggil aku Kyohai Lay, ingatlah umur kita sama disini."

Alasan Luka menolaknya tentu adalah bukan karena ia tak ingin anggaran bulannya semakin tercekik, ia melakukannya karena ia tak mau latihan untuk menguatkan tubuhnya untuk memperkuatnya dimana tahap dia bisa tetap begadang dan tubuhnya tetap bugar diganggu, bagaimanapun juga tujung sesaat itu bukan impian belaka.

Pychopath And SlaveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang