Chapter 15 Mari kita istirahatkan adegan bunuh-bunuhannya untuk sejenak.

103 6 0
                                        

Chapter 15 Mari kita istirahatkan adegan bunuh-bunuhannya untuk sejenak.

''5 kari pastel, dengan kopi. Lalu 2 buah omelet dengan teh."

''Baiklah aku akan segera buatkan dalam waktu singkat."

Memang strategi yang tepat selain mempertunjukan cosplay, kelas ini juga memperlihatkan saat para kelompok yang bertugas memasak melakukannya. Sehingga orang luar akan mencium bau enaknya saat kelompok 3 orang itu menyelesaikan tugasnya.

Dengan mudahnya Luka memotong daun bawang dan mencincang daging dengan [Moon Cleaver] sementara tangan yang lainnya menumis nasi goreng yang akan menjadi isian Omeletnya, 2 orang lain tak kalah sibuk mereka mulai memasukan kare tomat kedalam kulit pastel dan mengorengnya dengan mentega untuk meningkatkan rasa pastel tersebut dan yang lain ada yang mengurusi bagiaan minuman semuanya terlihat kompak serta patuh mengikuti.....

''Angkat pastelnya sekarang."

Semua orang tampak mengikuti intruksi dari Luka, ya Main Character kita ini telah memakai [Sense Delete] miliknya untuk menajamkan indera Pendengaran, Penciumann serta perasanya secara bergantiaan sehingga ia dengan mudah dapat mengetahui suatu bahan matang atau tidak, inilah kegunaan lain dari [Sense delete].

''ne ne mau pesan apa Onii-chan, Yoshino dan Yoshinon ini akan menyatatnya." Suara perut Lucil sambil mengerakan mulut boneka Yoshinon.
    
Tunggu Lucil bisa melakukan suara perut apalagi suaranya sangat mirip dengan Yoshinon yang asli. Kejutan apa lagi yang tak Luka ketahui tentang budaknya yang satu ini. Maksudku ini suara perutloh bahkan Lucil tak membuka mulutnya sedikitpun ia belajar dari mana trik tersebut, dia benar-benar pandai dalam hal ini.

''Lucil Sebuah Kopi hitam dan makanannya terserah."

Cetus seorang pemuda dengan rambut acak-acakan dengan jas guru dan juga kantung mata berwarna hitam dibawah matanya, sosok kepala sekolah ini yang harus tetap berkerja difestival budaya didepan labtop seperti saat ini ia terus mengetikan data-data meski ia tengah menghadiri Cosplay Cafe, hari ini Aldebaran Alchibart sibuk seperti biasanya.

''Ba....baik pa....pak ke....kepala se....sekolah."

Uggg Luka yang tak sengaja mendengar kata-kata tersebut terasa jantungnya telah dicuri oleh Hassan the cursed arm dengan harta mulianya [Zabaniya]. Memang mendengar budaknya mendengar kata-kata, lupakan kata-kata dari para gadis masokis yang berteriak {Hina aku raja Gilgamesh}. Suara Lucil adalah bintang dalam kegiatan saat ini.

Setelah Luka membuat pesanan tersebut Lucil langsung membawanya dengan mulut Yoshinon yang berada ditangannya, aku sebagai Autor-chan terus terang tak tahu bakat apa lagi yang dimiliki oleh Lucil Grimorilion.

''Silahkan Tuan, Ini kopi hitam dan juga kare pastelnya." Ucap Si Boneka Yoshinon dengan suara perut yang dikeluarkan oleh Lucil.

''Terima kasih, Lucil."
    
Sambil memakan hidangan tersebut terlihat sekali bahwa Aldebaran menikmati hidangan tersebut, meski tangannya terus bermain dengan keyboarth terlihat ekspresi melegakan saat ia memakan hidangan tersebut dengan senyum lebar diwajahnya.

''Takuni-senpai tolong lihat kesini, kumohon tunjukan senyuman manismu tersebut."

''Baiklah Semuanya ini hadiah dariku." Ucap Takuni sambil menunjukan senyum lebar diwajahnya.

''Kyaaaaaaa."

Teriakan para Siswi membuat Hati Luka terluka secara brutal, menjadi harem didalam cerita yang dibintanginya merupakan cita-cita dari semua penggemar anime harem seperti Luka tapi sayangnya boro-boro para cewek datang padanya malah mereka takut dengan [Shoyu Shite ita] miliknya tersebut, tapi tunggu dulu bukannya anime Harem sangat buruk dijalan ceritanya, jadi marilah bersyukur karena cerita ini bukan merupakan cerita harem.

Pychopath And SlaveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang