Semilir angin pagi menerpa wajah putih dan menerbangkan surai hitam yang menutupi sebagian wajahnya. Lelaki bernama Kim SeokJin ini sedang menikmati udara pagi dari jendela kamar nya. Yah, hari ini adalah awal semester baru dan otomatis awal dari tebar pesona kepada murid baru tentunya.
"Aku merasa kalau hari ini adalah hariku, dan bisa ku pastikan pandangan murid baru akan tertuju padaku" gumam Jin dengan bangganya. Pakaian seragam berwarna putih dengan blazer abu-abu sudah melekat di tubuh namja berbahu lebar itu. Rambutnya pun sudah di sisir sedemikian rapih agar semakin menarik perhatian murid baru yang akan menjadi fans nya kelak.
"Permisi tuan, kendaraan anda sudah siap"
Maid tadi langsung memberikan kunci mobil dengan gantungan kunci berbentuk ikan kepada namja yang sedari tadi mengelu-elukan dirinya sendiri di jendela.
"Okay, mari kita mulai lagi hari yang cerah ini!" Berangkatlah Jin dengan mobil Porsche nya, melesat menuju sekolahnya, Bangtan Universe High School.
.
.
.
.
Memarkirkan Porsche cantiknya lalu keluar dari mobil dengan pose model sudah Jin rencanakan dari rumahnya. Ya, dia harus membuat kesan menarik dan cool di hari pertama nya. Tebakan Jin tidak meleset, para namja maupun yeoja menaruh perhatian pada senior nya. Banyak dari mereka ber kyaa ria dan ada pula yang ber meh ria.
"Hey Jin hyung!"
Namja bersurai hitam tadi mencari sumber suara dan di dapatinya seorang namja bertubuh lebih pendek darinya yang tak lain adalah Min Yoongi, teman masa kecil nya.
"Berhentilah tebar pesona dan temani aku melihat papan pengumuman" ucap Yoongi yang langsung berjalan tanpa menunggu Jin yang sedang bingung.
"Buat apa melihat papan pengumuman?"
Jin berlari dan menyamakan langkahnya dengan Yoongi. Namja yang lebih pendek dari Jin itu hanya diam dan terus berjalan sampai mereka sampai di depan papan pengumuman. Banyak siswa yang berada di sini, namun setelah Jin datang mereka semua memberinya jalan.
"Carilah nama mu hyung, aku akan mencari namaku" ucap Yoongi datar sambil mengurutkan jarinya pada kertas yang tertempel di papan pengumuman sambil mencari nama nya.
"Yoongi-ya, nama mu ada di sini. Kau...." Jin menyipitkan matanya, membaca tulisan kecil yang ada di atas tabel nama.
".... berada di kelas 3-C dan aku ada di kelas 3-A?" Berasa tak percaya, Jin mengulang lagi mencari namanya. Namun tetap saja ia menemukan bahwa nama nya ada di daftar kelas 3-A, kelaa orang cerdas.
"Wow, Hyung, bagaimana kau bisa masuk kelas 3-A huh? Apa orang tua mu menyogok staff sekolah?" Ejek Yoongi. Antara percaya dan tidak percaya jika sahabat kecil nya itu masuk kelas orang cerdas. Sementara yang ia tahu, namja bernama Kim Seokjin ini tidak terlalu pandai. Ia hanya memiliki bahu yang lebar, namun otaknya tidak lebar.
"Yak! Apa kau barusan mengejek ku, huh? Walau aku juga tidak percaya, tapi ini semua dilakukan oleh ku sendiri. Kerja kerasku" protes Jin. Yoongi hanya menatap datar hyung sekaligus sahabatnya yang terlalu percaya diri itu.
"Ya, baguslah, akhirnya kita tidak sekelas lagi" potong Yoongi, namja berbahu lebar itu langsung bergidik. Menyadari jika Yoongi tidak terlalu pintar, tepatnya malas memakai otak nya untuk berpikir.
"Aduh, aku lupa. Aku tidak bisa jauh darimu Yoongiee" welas Jin. Kedua tangan besarnya memegang pundak Yoongi dan mendusel pipinya kepada namja itu. Yang di dusel hanya dapat diam menikmati perlakuan sahabat aneh nya itu.
"Nanti kau suka padaku, bingung kau" sinis Yoongi dan pergi meninggalkan namja alay itu sendiri di depan papan pengumuman.
"Hey hey ada Namjoon!"
"Kyaaa dia terlalu tampan~"
"Astaga lesung pipitnya!"
"Jadikan aku istrimu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Genius vs Narcissism
Fanfiction~Namjoon~ "Hell yah, orang ber iq 148 sepertiku ini pasti akan mendapat perhatian khusus dari orang lain apalagi posisiku sebagai anak dari orang berpengaruh. Lesung pipit ku pun juga akan menarik perhatian orang lain." ~Jin~ "Wajah tampan, bahu leb...
