"Selama sebulan...
Kau...
Memberikan.....
Tubuhmu....
Kepadaku"
Mata Jin membelalak. Benar-benar terkejut dengan pernyataan namja genius di depannya.
"W-wae? Apa otakmu sudah rusak, huh?"
Namjoon hanya menyeringai. Memegang erat iPhone rose gold di tangannya lalu memasukkannya ke saku baju nya.
Jika kalian bingung kenapa Namjoon seperti itu, maka kita harus kembali beberapa hari yang lalu. Tepatnya pada saat awal masuk sekolah...
.
.
.
.
.
.
((F L A S H B A C K))
.
.
.
.
.
.
"Jisung-ah!" Namja berlesung pipit itu langsung berlari menuju namja bertindik yang baru saja menginjakkan kakinya di sekolah.
"Oh, Namjoon? Ada apa?"
"Jisung-ah! Aku sekelas lagi denganmu!" Namjoon pun langsung menyerang tubuh mungil Jisung. Memeluknya erat dan tak peduli dengan tatapan para siswa lainnya yang sekarang sedang mengghibah.
"Yak yak Kim Namjoon, aku tidak bisa bernapas!" Jisung mendorong tubuh besar Namjoon sampai lelaki itu melepaskan pelukan kuatnya. Sementara Namjoon hanya tertawa dan memperlihatkan cengiran kudanya.
"Lalu, apakah ada murid lain yang masuk ke kelas kita?" Namjoon mengangguk, walaupun ia lupa dengan nama namja itu tetapi ia ingat bagaimana bentuk namja sombong itu.
"Dia seorang lelaki, berbahu lebar, ucapannya benar-benar tak bisa di jaga, suka dengan perhatian dan... umm, di sakunya ada iPhone berwarna rose gold dengan gantungan mawar hitam"
"Oh, sepertinya aku kenal lelaki itu"
"Wae? Apakah dia temanmu?"
"Aku tidak tahu apakah dia masih mengenalku atau tidak, tapi yang jelas aku kenal dia" ucap Jisung dengan senyum lebarnya. Membuat hati Namjoon menjadi tenang dan membuat degub jantungnya tak beraturan.
Jika kalian bertanya kenapa Namjoon seperti itu, akan ku beritahu sesuatu. Namjoon menyukai Jisung. Dia sangat mencintainya, sejak awal sekolah. Saat Jisung tiba-tiba saja mengajaknya berteman.
"Jisung-ah, boleh aku membicarakan sesuatu padamu?" Tanya Namjoon, namja bertindik itu pun mengangguk dan mengikuti Namjoon sampai taman belakang sekolah. Lumayan sepi untuk taman seindah ini.
"Duduklah, Jisung"
Namjoon menepuk kursi di sebelahnya. Mengisyaratkan Jisung untuk duduk di sebelahnya.
"Kau tahu kan aku akan membicarakan apa?" Tanya Namjoon. Jisung membuang napasnya. Dia menatap wajah namja genius di sebelahnya lalu mengelus pipinya.
"Dan kau pasti tahu kan jawabanku apa?" Tanya Jisung. Namjoon membuat senyum simpul. Ia benar-benar tahu jawabannya dan Jisung tak usah repot-repot mengulanginya.
"Tapi aku benar-benar mencintaimu, Jisung-ah"
"Maafkan aku Namjoon, tapi aku sudah menyukai orang lain" Namjoon membelalakkan matanya. Jawaban ini terlalu baru di telinga Namjoon.
"S-siapa?! Katakan padaku siapa yang membuatmu jatuh cinta?!" Jisung menggeleng dan tersenyum simpul.
"Aku tidak akan bilang, nanti kau juga tahu sendiri" ucap Jisung kemudian berdiri dan...
Cuupp...
Dia mengecup pipi lembut milik Namjoon lalu pergi menjauh. Benar-benar menyakitkan menurutnya. Benar-benar tak adil. Padahal Namjoon menyukai Jisung dari awal, tapi kenapa dia malah menyukai orang lain? Padahal Jisung tahu betul tentang perasaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Genius vs Narcissism
Fanfiction~Namjoon~ "Hell yah, orang ber iq 148 sepertiku ini pasti akan mendapat perhatian khusus dari orang lain apalagi posisiku sebagai anak dari orang berpengaruh. Lesung pipit ku pun juga akan menarik perhatian orang lain." ~Jin~ "Wajah tampan, bahu leb...
