Seorang anak kecil sedang bermain bola basketnya dihalaman belakang rumah yang cukup luas.
Duk!
"Aww!"
Bocah itu meringis pelan. Ia terjatuh saat sedang mencoba memasukkan bola basketnya kedalam ring.
Tiba tiba seorang pria menghampiri bocah lelaki itu
"Jae-ah gwaenchanha?" Tanyanya membantu bocah yang bernama Jae itu berdiri.
"Gwawnchanha Samchon" ujar Jae kemudian menatap seorang pria yang dipanggilnya dengan sebutan Samchon itu.
Pria itu kemudian berlutut mensejajarkan wajahnya dengan wajah bocah kecil itu.
Ia sempat melirik kesekitar halaman itu, melihat jika terdapat seseorang selain mereka. Dan ternyata tidak ada siapapun selain mereka berdua disana.
"Jae-ah kau tahu bukan sekarang waktunya Eomma meminum obatnya?" Ujar pria itu sedikit berbisik.
"Apakah sekarang waktu Eomma meminum obatnya?" Tanha bocah itu polos tak tahu apapun.
"Ne. Jika kau ingin Eomma sembuh, berikan obat ini lagi kepadanya, dan pastikan dia meminumnya" ujar pria itu menatap Jae dengan tatapan serius.
"Kenapa tidak Samchon saja yang memberikannya langsung kepada Eomma? Kenapa harus Jae?" Tanya Jae dengan kening berkerut.
"I-itu karena Eomma ingin kau yang memberikan obatnya kepada dia. Mungkin dia berpikir jika kau yang memberikannya obat, dia akan segera sembuh dari penyakitnya" jelas pria itu tersenyum sambil mengacak rambut Jae.
"Benarkah? Baiklah Jae akan memberikannya kepada Eomma" ujarnya tersenyum kemudian berlari kecil menuju ke kamar Eommanya.
Sebelum Jae pergi, pria itu sempat memanggilnya.
"Jae-ah"
"Ne samchon" ujar Jae membalikkan badannya kembali.
"Jangan beritahu siapapun jika obat itu dari Samchon ya?"
Jae sempat berpikir bingung kemudian tersenyum dan mengancungkan jempolnya.
Tanpa keduanya sadari, sedari tadi Hanjoo mendengar perbincangan keduanya.
Hanjoopun segera berlari kecil menuju ke kamarnya saat melihat Jae akan ke arah kamarnya. Iapun berpura pura tertidur.
Beberapa saat kemudian ia dapat merasakan seseorang mengguncang bahunya pelan.
"Eomma"
Samar samar Hanjoo dapat mendengar suara Jae memanggilnya.
Iapun membuka matanya perlahan.
"Eoh Jae-ah. Wae?" Hanjoo tersenyum kemudian memilih bersandar disudut ranjang.
"Eomma masih sakit?" Tanya Jae menatap Hanjoo.
Hanjoopun tersenyum kemudian mengelus pelan pipi anaknya itu.
"Eomma sudah baikan Jae-ah"
"Eomma harus meminum ini yah. Jae ingin Eomma sehat seperti dulu" Jae menyodorkan sebuah botol putih kepada Hanjoo.
Hanjoo hanya bisa tersenyum miris.
"Apakah Oppa benar benar ingin melenyapkanku dengan memanfaatkan kepolosan anakku? Baiklah aku akan mengabulkan permintaanmu Oppa"
Jae menghapus pelan sebutir air mata yang jatuh mengenai pipi Hanjoo.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIFFERENT FEELS
Fiksi Penggemar[2nd Story] BELUM DIREVISI "Apakah perasaanmu padaku masih sama seperti dulu?" "Tidak. Perasaanku padamu telah berubah, berubah semakin kuat, dan tak bisa kuhindari" 'Start - Oct 20,17 End - June 15, 19' [BAHASA BAKU + COMPLETED]✔
