"Siapa disana?" Teriak jungkook saat mendengar bunyi sesuatu.
Jungkookpun melangkah pelan menuju ke asal suara.
Saat melihat perempuan itu akan kabur jungkook langsung menarik tangan perempuan tersebut.
Hap!
"Kau!"
Ternyata perempuan itu adalah yeri.
"Kau! Kenapa kau disini? Kau menguntit ku?" Tanya jungkook curiga langsung melepaskan tangan gadis itu.
"Ya! Aku bukan penguntitmu. Lagipula aku kesini untuk mengambil sepatuku dan tak sengaja aku melihatmu dengan seonsaengnim. Kembalikan" ucap yeri gugup dengan kedua tangan yang dibuka meminta sepatunya dikembalikan.
"Kau menguping?" Tanya jungkook kesal.
"Ani. Buat apa aku menguping. Seperti tak ada kerjaan saja. Aish jinjja kembalikan sepatuku" seru yeri sudah mulai kesal.
"Cih jika kau tak menguping mengapa kau mencoba kabur dan mengapa saat aku melihatmu, wajahmu sangat gugup? huh? Wae wae wae?" Tanya jungkook.
Yeripun memejamkan matanya dan menarik napas dalam dalam.
Kemudian ia tersenyum.
"Jungkook-ssi juseyo" minta yeri baik baik.
Jungkook tersenyum sinis.
"Sudah kubuang" jawab jungkook santai kemudian berlalu meninggalkan yeri yang sedari tadi masih dengan posisi memintanya.
Yeripun langsung menurunkan tangannya kemudian berteriak.
"Ya! Pria menyebalkan! Kemana kau membuang sepatuku!"
Jungkook menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.
"Kemana lagi kalau bukan ditempat sampah. Dan ah sepertinya sudah terbawa ditruk tempat sampah. Mungkin sepatu mahalmu itu sudah berada dengan sampah sampah lainnya" ucap jungkook menekankan kata mahal kemudian melanjutkan langkahnya dengan santai.
"DASAR PRIA MENYEBALKAN!" Teriak yeri emosi.
-------------
"Yeri-ah kau ingin pulang bersama?" Tanya saeron saat jam terakhir telah selesai.
"Ah gomawo tapi tak usah aku bisa pulang sendiri" tolak yeri halus.
"Sepatumu juga belum ketemu?" Tanya saeron melirik kaki yeri.
"Ah itu anjingnya memakan sepatuku hingga robek" jawaban yeri sangat tidak masuk akal.
"Sepertinya anjingnya sangat galak" ucap saeron diiringi tawanya.
"Ya sangat galak dan menyebalkan!" Ujar yeru sambil membayangkan wajah menyebalkan jungkook.
"Yasudah aku duluan yah. Sampai berjumpa besok annyeong" pamit saeron melambaikan tangannya kemudian pergi meninggalkan yeri sendirian dikelas.
Setelah membereskan buku dan peralatan tulisnya, yeripun langsung keluar ke kelas.
"Whoa sekolah ini rupanya menyeramkan jika sudah sepi" ucap yeri saat melihat lorong sekolah yang sudah sangat sepi.
"Terus nasibku bagaimana?" Tanya yeri menunjuk dirinya sendiri.
"Aish ini semua gara gara pria menyebalkan itu!" Sebal yeri.
"Lihat saja kau bahkan membicarakanku saat aku tak ada" ujar seseorang dari belakang yang membuat yeri terkejut.
"Ya! Mengapa kau muncul tiba tiba? Mengagetkan saja" kata yeri mengelus elus dadanya.
"Kajja" seru jungkook kemudian meninggalkan yeri yang masih terdiam.
"Siapa? Aku?" Tanya yeri kepada dirinya sendiri.
"Ya! Ppali! Kau ingin aku tinggal?" Teriak jungkook.
Yeripun memanyunkan bibirnya dan berlari menyusul jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
DIFFERENT FEELS
Fanfiction[2nd Story] BELUM DIREVISI "Apakah perasaanmu padaku masih sama seperti dulu?" "Tidak. Perasaanku padamu telah berubah, berubah semakin kuat, dan tak bisa kuhindari" 'Start - Oct 20,17 End - June 15, 19' [BAHASA BAKU + COMPLETED]✔
