4. Gara-gara jaket

759 83 2
                                        

"udah sana berangkat, udah selesai kan sarapannya. Hp nya di masukin dulu, nanti lagi." tegur bunda saat melihat Rahma sedang asyik memainkan ponselnya di meja makan.

"eh, bunda. Iya bun. Ini juga cuma bales WA dari Tita kok, yaudah Rahma berangkat ya bun. Assalamualaikum" pamit Rahma sambil mencium tangan bundanya.

"wa'alaikum salam. Hati-hati nak" kata bunda sambil menatap anaknya yang sedang berjalan keluar.

"eh eh eh... Bentar-bentar Ma, tungguin" tiba-tiba terdengar suara Irianto yang tiba-tiba datang entah dari mana.

"paan kak" Rahma menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap ke sumber suara tersebut.

"ini" kata Rian sambil menyodorkan tangannya yang memegang kantong plastik ke arah Rahma.

"paan?" jawab Rahma sambil menerima kantong plastik itu.

"jaketnya Luthfi. Lo balikin ke dia ya"

"kenapa ga kakak sendiri sih"

"kakak kan hari ini belum bisa masuk, masih belum sehat"

"kan bisa di titipin kak Rifad, Kak Sagara, apa siapa gitu, kan lewat depan rumah juga kalo berangkat. Atau gak, kak Luthfinya aja suruh kesini ambil sendiri. Lagian lu kak, betah amat sakit"

"Yaelah lu mah Ma. Tinggal bawain, ntar kalo ketemu orangnya tinggal di kasihin aja apa susahnya sih"

"iya-iya."

"gausah manyun gitu, mancung amat bibirnya, hidungnya aja pesek. Hahahaha"

"huh. Tau ah. Yaudah Rahma berangkat dulu ya kak. Assalamualaikum"

"wa'alaikum salam, hati-hati dek"

****

Akhirnya bel tanda pulang sekolahpun berbunyi, sebagian murid di kelas Rahma ada yang sudah langsung lari keluar, bahkan ada yang keluar sebelum bel pulang berbunyi. Karena memang jam kosong pada waktu itu.

Sedangkan Rahma masih terlihat merapikan mejanya dan memasukkan buku dan beberapa barang lainnya ke dalam tasnya.

"Rahma gue duluan ya, udah di jemput papa soalnya" seru Tita yang sudah berada di ambang pintu"

"oh iya Ta, hati-hati ya"

Setelah Rahma selesai merapikan barangnya. Ia mulai beranjak dari tempat duduknya.
Hampir saja Rahma lupa kalau ia di suruh kakaknya untuk mengembalikan jaketnya Luthfi yang tertinggal di rumahnya kemarin.

Rahma bingung ia harus bagaimana sekarang. Apakah ia harus mengembalikannya langsung ke Luthfi atau ia minta tolong seseorang saja untuk mengembalikannya. Karena jujur, Rahma masih malu kalau harus bertemu dengan Luthfi karena kejadian kemarin sore di rumahnya. Karena ulah teman-teman Rian yang berhasil membuat Rahma salah tingkah di depan Luthfi.

"ah sudahlah. Bodo amat. Biarin aja. Rahma, kamu harus berani, toh kak Luthfi juga ga bakalan gigit kok. Kenapa harus takut." ucap Rahma meyakinkan dirinya sendiri.

Langkah demi langkah kaki Rahma perlahan membuatnya menuju ke arah kelas Luthfi, namun Rahma hanya berdiri saja sambil menyandarkan tubuhnya di tembok dekat pintu kelas itu. Ia lebih memilih menunggu Luthfi keluar saja daripada masuk untuk menemui Luthfi.

Ia memandangi satu per satu orang yang keluar dari kelas itu. Namun orang yang ia cari tak kujung keluar. "apa kak Luthfi udah keluar ya" batin Rahma bertanya-tanya.

Karena sudah tidak sabar lagi Rahma menunggu, akhirnya Rahma memutuskan untuk masuk ke kelas itu. Belum juga Rahma masuk, ia hanya baru saja memutar tubuhnya. Rahma kaget karena ia bertabrakan dengan seseorang. Rahma spontan langsung nendongakkan kepalanya menatap seseorang yang baru saja bertabrakan dengannya itu.

Pengagum [ Iqbal & Luthfi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang