5. Semangkok mie ayam

650 91 2
                                        

"pagi semua....." kata Rahma sumringah kepada teman-temannya saat masuk ke kelas.

"pagi kembali Rahma" jawab teman-temannya serentak"

"cie kompakan, sayang deh. Hahaha..." sambung Rahma cengengesan.

"seriusan Ma lo sayang gue?" tanya Reno, salah satu teman sekelas Rahma yang sifatnya sebelas duabelas kaya Witan.

"yeee......, kalian, bukan kamu. Bedain ya"

"sebenernya juga mau ngomong sama aku tu. Gengsi aja, ye kan?" kata Reno dengan pd nya.

"iye lah iye No No, serah lu dah serah lu. Sebahagia lu"

"cie Rahma ngaku juga. Eh temen-temen, Rahma suka gua, Rahma suka gua. Hahahaha" teriak Reno yang berhasil mendapat perhatian dan mengundang gelak tawa teman-temannya.

"tu anak kayaknya abis obat deh" ceplos Kenzia. Kenzia emang kalo ngomong suka nyeplos dia mah.

"eh btw, tumben lu Ma jam segini udah dateng" tanya Nafisa.

"iya nih Naf, tadi bareng kak Rian, udah berangkat dia."

"owh, makanya kok ud........."

"selamat pagi kawan-kawanku yang baik-baik, yang unyu-unyu yang lucu-lucu, yang ganteng yang cantik, yang imut yang amit, yang gendut yang kurus, yang tinggi yang pendek, yang item yang putih, yang sangar yang sadis. Apa kabar efribadi? Sehaaat. Oh sudah ku duga" sapa Witan yang masih sambil berdiri di ambang pintu.

"ini nih adeknya, sama aja. Tanya-tanya sendiri di jawab-jawab sendiri" lirih Kenzia.

"kok diem-diem bae" kata Witan sambil jalan masuk.

"oi... Dedek nyapa gada yang nyaut, tega bener" omel Witan sambil mengelilingi meja temannya satu persatu.

"kacang woy kacang!!!"

"elah. Pada sariawan apa ya lo pada, heran gue"

"hey Rahma, cantik banget"
"halo Nafisa manis"
"eh si toa Kenzia, selamat pagi" "lhoh kok cuma bertiga doang? Tita mana?"
"halo Adera, pitanya bagus deh. Makin cantik aja"
"hay bro Danar, ganteng banget lu"
"eh si Anwar, sragam baru ya. Kinclong gitu. Haha..."
"Reno... Tambah kece aje lu"
"Aradhea... Dapet salam dari kakel tu kelas 12 ips 3"
"Mira.. Langgeng ya sama do'i.
....

Witan keliling kelas menghampiri satu persatu temannya, namun satupun tidak ada yang menanggapi Witan.
Sebenarnya teman-teman Witan sedang berusaha menahan tawa, agar tidak ketahuan oleh Witan. Mereka merasa terhibur oleh sikap Witan yang kekanak kanakan itu.

Sebenarnya bagi mereka sudah biasa sih dengan tingkah Witan yang seperti itu. Karena memang tabiat Witan yang kekanak kanakan, dan suka heboh sendiri. Tapi mereka semua suka. Kalo gada Witan juga kelas ga rame. Sepi kek kuburan.

"Witan lagi ga ulang tahun. Kok kompakan pada diemin Witan sih."
"apa salah dan dosa Witan sama kalian?"
"masih gada yang nyaut juga?"
"yodah deh, Witan kesel sama kalian, ga asik deh" ucap Witan yang kini sudah duduk di bangkunya dengan wajah cemberut dan bibir yang di monyong-monyongin.

"ahahahahahaha........." terdengar tawa dari seluruh penghuni kelas.

"jangan marah lah Tan. Kita becanda doang"

"hhh.... Bodo!"

****

Teet.....teet......teet.....
Suara bel istirahat pun terdengar, semua murid menyambutnya dengan suka cita. Ada yang langsung keluar untuk langsung pergi ke kantin, atau ke tempat lain, atau hanya sekedar jalan-jalan saja di sekitar lingkungan sekolah.
Namun ada juga yang masih di kelas, seperti Rahma, Kenzia, dan Nafisa, juga beberapa siswa lainnya.

Pengagum [ Iqbal & Luthfi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang