****
"udah ah udah berhenti, Zia juga udah tau kalo kita tadi ngintipin mereka. Percuma juga kira lari, capek gue" kata Rahma ngos-ngosan.
Nafisa "iya...iya... Berhenti aja, capek juga gue"
Tita "yaudah, langsung pulang yuk. Udah selesai kan"
Rahma "iya udah selesai, jadi misi kita berhasil"
Nafisa "alhamdulillah"
Ekspresi kebahagiaan pun terlukis jelas di wajah mereka bertiga, mereka bertiga pun saling berpelukan.
_
Rahma berjalan menuju parkiran, tapi pas sampai parkiran Rahma tidak mendapati sosok Rian disana, bukan hanya Rian yang gak ada, motor Rian pun juga gak ada. Berarti Rian udah pulang?
"lhoh kok kak Rian gak ada sih, kan tadi aku suruh buat nunggu sebentar. Kok malah di tinggal ih.."
"aku yang nyuruh dia pulang"
"lhoh, kak Luthfi? Kok di suruh pulang sih, nanti Rahma pulangnya gimana"
"kan bareng aku"
"ha?"
"bareng akuu" Luthfi mengeraskan suaranya dan lebih mendekat ke telinga Rahma yang sebenarnya sudah tau jelas apa yang Luthfi katakan.
Rahma tak bisa menahan senyumnya kala melihat Luthfi yang semakin hari semakin akrab dengannya.
_
Motor Luthfi berhenti di suatu tempat, tapi itu bukan rumah Rahma. Cafe, ya Luthfi mengajak Rahma ke cafe. Menurutnya, mampir bentar gapapa lah. Kan ini baru pertama, belum pernah juga sebelumnya.
Rahma bingung kenapa Luthfi membawanya kesini, bukannya langsung pulang ke rumah.
"kok kesini kak, ini bukan rumah Rahma, rumah Rahma masih jauh"
"iya tau, ayo masuk"
Rahma pun menurut saja, ia berjalan mengikuti Luthfi di belakangnya. Karena Rahma masih merasa canggung kalau harus berjalan beriringan dengan Luthfi.
Mereka kemudian duduk di tempat yang sudah mereka pilih kemudian memesan makanan. Terus setelah itu cuma diem lagi, gitu terus sampai akhirnya makanan yang mereka pesan datang.
"ayo Ma dimakan" tawar Luthfi dengan ramahnya.
"iya kak" Rahma sebenarnya masih canggung sekaligus bingung, kenapa Luthfi bisa bersikap kayak gini. Ya emang sih akhir-akhir ini mereka sudah semakin akrab, tapi ini tu kesannya kok gimana gitu, Luthfi bisa dengan secepat ini bersikap baik banget ke Rahma, padahal sebelumnya kan dingin banget.
Bermenit-menit berlalu
"Ma, kok diem aja"
"ha?"
"sejak kapan kamu jadi pendiem gini?"
*sejak kapan kamu jadi cerewet gini* batin Rahma
"gak baik makan sambil ngomong" pinter banget Rahma ngomongnya. Bener sih, tapi sebenernya cuma nutupin rasa gugupnya aja tuh. Biar gak banyak ngomong, solanya dia gak tau harus ngomong apa.
*aduh, iya juga sih*
Sekarang makanan mereka memang sudah habis, tapi mereka masih duduk disana ngobrol sebentar. Soalnya dari tadi memang belum ada obrolan, gara-gara Rahma bilang kalo gak baik makan sambil ngomong, Luthfi juga jadi gak berani ngajak ngomong.
"kemaren kenapa pulang telat" tanya Luthfi membuka percakapan.
"oh, ada urusan sama Witan"
"urusan apa"
"adalah pokoknya"
"terus tadi kenapa juga pulang telat"
"ada urusan juga"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pengagum [ Iqbal & Luthfi ]
FanfictionDunianya hancur, serba rumit dan penuh masalah, tak terkecuali masalah asmaranya. Ia menaruh perasaan yang amat dalam kepada seorang lelaki baik, dingin nan misterius, namun keadaan berkata lain. Hingga suatu hari datanglah sang penyembuh luka. Akan...
![Pengagum [ Iqbal & Luthfi ]](https://img.wattpad.com/cover/149185525-64-k745833.jpg)