3

2.4K 222 7
                                    

Tiga sekawan yang di kantor dijuluki Charlie Angels berjalan menuju aula kantor dengan mengenakan pakaian kerja nan seksi. Kemeja ketat dan rok mini. Pagi ini pemilik perusahaan multinasional yang bergerak di bidang consumer goods itu akan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO dan menyerahkan jabatannya kepada putranya, Azka Aldric.

Tiga sekawan yang anggotanya adalah Ana sekseh, Yuni si lambe turah, dan Reni si janda gatel, heboh membicarakan calon bos baru yang kadar ketampanannya kayak bintang film.

"Ana, bantu deketin gue sama adik ipar lo dong. Suer gue naksir berat nih. Tadi malam gue sampai gak bisa tidur membayangkan wajah tampannya yang membuat darah gue berdesir-desir." Ucap Yuni memelas tapi yang nampak malah seperti muka eek.

"Gak. Kasihan adik ipar gue kalau punya pacar ember kayak lo. Mulut kayak toa."

Ucapan Ana membuat Yuni melotot menatapnya sambil mengerucutkan bibirnya.

"Kalau gue gimana? Pasti lo gak nolak kan kalau kita ipar-iparan. Gue kan agak kalem gitu kalau bicara." Rayu Reni.

"Maaf ya, ipar gue itu masih lajang, inget ya, lajang. Pastinya dia cari yang perawan dong."

"Ckk, gak jaman kali, An, sekarang mah yang laris janda, apalagi janda kembang. Udah pengalaman goyangnya." Sahut Reni sambil memutar pinggulnya ala goyang ngebor Inul.

"Hueekkk.....yang ada adik ipar gue mual lihat goyangan lo itu, Ren. Dia itu orangnya alim, gak bakalan mau sama perempuan kayak kita ini. Dia pasti cari perempuan soleha dong."

"Gitu ya. Tapi gue rasa semua laki-laki sama saja. Kalau diremas 'itunya' pasti langsung nyerah." Ucap Reni sambil mempraktekkan remasan dengan mengepalkan tangannya.

"Tapi boleh dong infoin kita kebiasaan dia di rumah. Lo kan satu rumah sama dia. Misalnya apa makanan kesukaannya." Sahut Yuni.

"Yeeee...mana gue tahu kebiasaannya. Kan baru ketemu semalam. Lagi pula kalian kan tahu sih, kalau dari dulu dia itu tidak banyak bicara."

"Iya juga ya. Eh...lihat tuh bos kita matanya udah melotot lihat kita." Ucap Yuni.

"Syukurlah sebentar lagi beliau diganti sama Pak Boy." Ucap Ana.

Di dalam aula semua pegawai telah hadir, tinggal menunggu kedatangan sang pemilik perusahaan.

Tak lama kemudian Pak Abbas Aldric, Azka Aldric, sekretarisnya, Rio, serta empat pengawal memasuki ruangan. Semua pegawai berdiri menyambut kedatangan mereka. Pak Abbas duduk ke ujung meja, di sebelahnya duduk putranya, Azka Aldric.

"Silahkan duduk."

Semua pegawai duduk.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semua."

Ucapan Pak Abbas dibalas para karyawan.

"Pada pertemuan pagi ini, saya akan mengumumkan pengunduran diri saya sekaligus memberitahukan kepada saudara-saudara semua bahwa posisi saya akan digantikan oleh putra saya, Azka Aldric. Mohon kerjasamanya agar putra saya dapat mengemban tugasnya dengan baik bahkan lebih baik dari saya dalam memajukan perusahaan ini. Demikian saya sampaikan, semoga sukses."

Pak Abbas mengakhiri ucapannya dengan salam dan disambut dengan tepuk tangan. Acara selanjutnya adalah serah terima jabatan antara Pak Abbas Aldric dan Azka Aldric. Azka pun diminta untuk memberikan sepatah dua patah kata, kemudian dilanjutkan dengan acara makan-makan yang diiringi dengan musik keyboard. Semua pegawai diberi kebebaskan untuk menyanyi.

Ana tampak tak berubah seperti saat mereka SMA, tetap manis menggemaskan, tapi sayang aku sudah terlambat, batin Azka yang sedari tadi diam-diam memperhatikan Ana.

FORBIDDEN LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang