Movie Marathon

4.8K 357 17
                                        

Alice's Pov

"Tapi, nonton apa?" Tanya gue ke mereka.

"Gatau. Nih lo pilih" Ajak Nash sambil ngasih movie boxnya ke gue.

Gue pun liat-liat filmnya.

"Kita mau nonton berapa film?" Tanya gue lagi.

Yaampun, Alice lo kebanyakan nanya sumpah. Kaya wartawan.

"3 film!" Jawab Cam semangat sambil nunjukin 3 jarinya.

"Gini deh. Kita milih filmnya aja masing-masing satu." Kata gue sambil letakkin movie boxnya di antara Cam sama Nash.

"Welll, gue milihh Insidious" Kata Nash sambil nunjukin kaset insidiousnya. Sebenernya sih gue agak gak setuju. Soalnya gue udah nonton film itu 2 kali dan itu nyebelin gara-gara serem. Tapi yaudah deh.

"Gue Oculus" Kata Cam sambil smirk ke arah gue dan Nash.

Sial nih semuanya pilih film yang serem. Guekan takut duh. Tapi tauah.

"Yaudah, gue TFIOS!" Kata gue semangat yang disambut ketawa Cam sm Nash yang petjah-_-

"Kenapa lo semua ketawa?" Tanya gue sambil masang muka bingung.

"Gak kok. Gapapa." Kata Nash sambil cekikikan.

"Ih, kenapa sih? Masa tau-tau ketawa? Emang ga boleh ya gue milih ini?" Tanya gue sambil nunjukin kaset tfios yang ada di tangan gue.

"Gak kok. You're just typically girl these days." Kata Cam sambil ngarahin gue sama Nash duduk di sofa yang ada depan tvnya.

"Ooh, yailah." Jawab gue langsung.

Nash yang dari tadi ketawa langsung mulai film Insidiousnya. Selama film diputar, gue gak bisa fokus sama sekali. Secara gitu gue duduk di tengah-tengah Cam sm Nash dan mereka tuh nyebelin banget ngagetin gue gitu. Trus ngeledekin gue. Ish nyebelin.

Akhirnya film yang memuakkan itu selesai. Gue pun langsung mulai film The Fault In Our Stars. Walaupun gue udah pernah nonton itu tapi gue gak pernah bosen. Soalnya itu film bagus sih.

Setelah TFIOS selesai, gue gakbisa berhenti nangis. Gue nutup wajah gue dengan tangan gue.

"Lice, udah udah. Filmnya udah selesai." Kata Nash sambil nepuk pundak gue.

Gue tetap aja nangis, gue ngerasa ada yang ngerangkul gue sambil ngelus kepala gue. Gue langsung hapus air mata gue dan ngeliat Nash sama Cam yang udah ngerangkul gue.

"Udah-udah lebay lo berdua." Kata gue ketus ngelepasin rangkulan mereka berdua.

"Idih, gatau diri banget sih lo Lice. Kita kan lagi ngehibur." Kata Nash sambil ngeduckface.

"Emang nih anak." Kata Cam ngelanjutin.

"Bukan gitu. Masalahnya kalian tuh modusin gue. Ih nyebelin." Kata gue sambil benerin rambut gue.

"Geer, emangnya kita mau modusin lo? huh." Kata Nash sambil nyubit pipi gue.

"IIHHHH NASHHHHH." Teriak gue yang dibalas dengan Cam yang tertawa.

"Ahahaha, udah-udah jgn berantem. Alice, kita minta maaf deh." Kata Cam sambil setengah tertawa.

"Yaudah, lanjutin filmnya." Kata gue sama Nash barengan. Gue pun natap mata Nash kesal.

"Ikut-ikutan aja lo!" Kata gue dengan nada yang kesal.

"Yehh, suka-suka gue lah." Kata Nash sambil menjulurkan lidahnya.

"DIBILANG UDAH JANGAN BERANTEM-_-" Kata Cam kesal juga.

"Dia duluan yang mulai." Jawab gue ke Cam.

"Enak ajaa, lo duluan!" Lawan Nash ke gue.

"Udah astaga kalian nih." Jawab Cam dengan nada sok dewasa.

"Ampun kakak Cam." Jawab Nash sambil sok minta maaf.

"Minta maaf ke gue juga dong." Kata gue megang lengan Nash.

"U wish." Kata Nash sambil senyum manis.

"Udah yaampun. Udah mulai tuh Oculusnya." Kata Cam sambil nunjuk ke layar tvnya.

Di tengah-tengah film, gue ngerasa ngantuk dan akhirnya tertidur.
__________________________________________

thanks for readinggggggg xxxxxxx
gatau mau ngomong apa lagi.
Maaf banget kalau ini kependekan atau gimana pokoknya kalau ada masalah kalian kasih komentar atau kirimin aku pesan aja ya.

vomment?
♡♡♡

The Neighbour // Cameron DallasCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang