Sudah sejauh ini. Hanya sisa-sisa kekuatan—ah bukan, sudah habis daya.
Berapa banyak harapan yang melambung tinggi? Berapa banyak hasrat mimpi?
Pedih diingat, sukar dilupakan.
Balok itu menghimpit relung, merintih ketika maaf hendak kutabur.
Semakin pahit itu berkembang, semakin kuat dia menjebak.
Jadi, detik ini,
Aku memaafkanmu.
J.W
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritera
Short StoryBuku tua itu mempersatukan ketujuh anak muda yang menuangkan gelora rasa dalam tulisan. Mereka mengguratkan rahasia dalam kata-kata, menjadikan ruang, buku, dan pena saksi dalam keheningan. Bahkan mungkin merentangkan rahasia terkelam. Serta setiap...
