Ringannya tanganmu memetik tunas muda.
Hilang sudah tetesan madu yang harusnya tercipta.
Di dinding-dinding itu kau bersembunyi.
Menutupi wajahmu dari angin senja.
R.H
PS: G.N, tulisanmu melembabkan hati. Aku hanya kuatir kalau-kalau kau menjadi gersang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritera
Short StoryBuku tua itu mempersatukan ketujuh anak muda yang menuangkan gelora rasa dalam tulisan. Mereka mengguratkan rahasia dalam kata-kata, menjadikan ruang, buku, dan pena saksi dalam keheningan. Bahkan mungkin merentangkan rahasia terkelam. Serta setiap...
