"Setahu gue ada banyak banget abang ojek online di Indonesia. Kenapa selalu lo yang muncul? Sebenernya lo siapa?"
"Jodohnya Mbak Adel, hehe.."
***
Bagaimana jika kamu tidak sengaja memesan ojek online dan mendapatkan driver yang bikin darah tinggi?
...
Aku mau ngakak tapi seneng juga Kemarin ada yang minta aku buat fans club Jumardi wakakka
Retzeh sekali humorku bayangin Jum2 ada fans2 gitu hahaha
Masalah cast Jumardi juga banyak yang nagih
Karena aku baik hati, jadi aku akan memberi castnya untuk kalian.
Nih..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jumardi lagi nerima orderan Adel.
Kalau part ini ramai besok aku kasih deh cast Jumardi Tapi kalau enggak sesuai keinginan kalian jangan marah ya! Silahkan balik ke Jumardi versi kalian masing-masing 😉
Btw, Happy reading! Kutunggu komentarnya 😍
🚴🚴🚴
Semenjak rencana balas dendam Adel gagal, gadis itu tidak lagi memusingkan keberadaan Jumardi yang selalu muncul saat di butuhkan. Setiap pagi Adel akan dengan pasrah menerima kehadiran Jumardi menjemputnya dengan senyuman lebar. Lalu, pada sore hari pria itu akan datang menjemput Adel di kantornya.
Adel merasa aplikasi ojek onlinenya tidak berguna lagi. Nama Jumardi masih berubah-ubah setiap harinya, tetapi lama kelamaan Adel bahkan sampai hafal plat nomor motor Jumardi. Walau tidak ingin menyetujui permintaan Jumardi untuk menjadi pelanggan tetap, secara tidak langsung kini Adel sudah memenuhi keinginan pria itu.
Jumardi masih sama seperti saat pertama kali mereka bertemu. Mengeluarkan gombalan-gombalan konyol saat menemukan cela di antar mereka. Segala kesempatan sekecil apapun akan Jumardi gunakan untuk menggoda Adel. Dan Adel tidak lagi mempermasalahkan hal itu. Bukan karena menerima keadaan, melainkan Adel sudah lelah jika sisa tenaganya untuk bekerja harus habis setiap hari hanya karena menanggapi ucapan Jumardi yang sesungguhnya sama sekali tidak berfaedah.
Jari-jari Adel menari dengan lincah di atas keyboard sementara kedua matanya terfokus pada layar komputer. Menjadi seorang managemen keuangan tidaklah mudah. Butuh konsentrasi penuh untuk melakukan pendataan dana masuk dan keluar. Jika sedikit saja melakukan kesalahan akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Dan Adel harus bertanggung jawab penuh jika sampai terjadi kesalahan dalam data yang ia kerjakan.
BRUK!
Suara itu membuat semua pegawai refleks menoleh ke arah ruangan atasannya. Pekerjaan yang semula mereka tekuni teralihkan sejenak. Tetapi, mereka tidak kaget lagi menghadapi kejadian seperti ini karena bukan hanya terjadi sekali dua kali saja. Mereka hanya bisa membantu doa agar rekan kerjanya yang berada di dalam ruangan bersama atasannya itu diberi ketabahan dan hati baja.
"KAMU PIKIR SAYA BUTA?! BUAT LAPORAN SAJA KAMU TIDAK BECUS!"
"Ma-maaf, Pak."
"KALAU MINTA MAAF SAJA SEMUA BERES. PENJARA ENGGAK BAKALAN PENUH! ULANG SEMUA DARI AWAL, SEKALI LAGI KAMU MEMBUAT KESALAHAN. KAMU SAYA PECAT!"