"Setahu gue ada banyak banget abang ojek online di Indonesia. Kenapa selalu lo yang muncul? Sebenernya lo siapa?"
"Jodohnya Mbak Adel, hehe.."
***
Bagaimana jika kamu tidak sengaja memesan ojek online dan mendapatkan driver yang bikin darah tinggi?
...
Boleh ngelunjak nggak? Minta 1000 komen lagi untuk part selanjutnya Tapi updatenya besok wkwkwk
Kenapa? Karena part ke depan cukup berat Eits spoiler kan wkwkwk
Terimakasih Jumpers Ayo tunjukkan kekompakan kalian untuk mendukung cerita ini 🥺
YUK FOLLOW Ig: @gojack_in_love
Love ya❤️
🚴🏻♂️🚴🏻♂️🚴🏻♂️
"Permisi, Pak."
Panggilan itu membuat Dimas yang semula sedang membenarkan letak dasinya menoleh tepat ke arah pemuda yang ia kenali sebagai salah satu pengurus event yang bekerja untuknya hari ini. Setelah melalui cukup banyak drama, akhirnya Butik Nusantara dapat menyelenggarakan acara Fashion Week di sebuah hotel bintang lima yang teretak tepat di pusat kota.
Saat ini, Dimas sedang berada di salah satu kamar hotel,mempersiapkan diri menyambut para tamunya. Seperti tahun-tahun sebelumnya untuk memeriahkan acaranya, Dimas mengundang beberapa artis yang sedang naik daun dan juga rekan-rekan bisnisnya.
"Iya?" Dimas berjalan mendekat. Tatapannya terjatuh pada flower box berukuran besar dengan lingkaran mawar hitam mendominasi berpusat pada satu mawar berwarna keemasan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Para tamu undangan beberapa sudah datang. Ini ada titipan dari salah satu tamu untuk Pak Dimas. Mereka berpesan untuk memberikan langsung kepada bapak."
Dimas mengambil alih flower box dan satu kotak kecil berwarna hitam dengan pita emas dari tangan pemuda tersebut.
"Terimakasih, sebentar lagi saya ke luar." Dimas memberikan senyum tipis pada pemuda itu.
Dimas meletakkan dua benda itu di atas meja. Pria itu meraih sepucuk surat yang terselip di flower box dan mulai membacanya. Tanpa sadar bibir Dimas menyunggingkan senyum. Dimas tahu betul siapa pemberi bunga mawar hitam itu. Hanya ada satu wanita yang mengetahui warna bunga kesukaannya. Dimas sedikit tersentuh wanita itu masih mengingat seleranya setelah bertahun-tahun mereka tidak berbicara secara langsung.
Pandangan Dimas beralih pada kotak hitam yang berada di samping flower box. Berbeda dengan tadi, Dimas tidak dapat langsung menebak siapa yang memberinya kado itu. Perlahan Dimas melepas ikatan pita pada kotak tersebut lalu membukanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.