Hai, Jumpersss🤟🏻
Makasih ya untuk dukungannya kemarin. Seneng banget. Syukur moodku sudah jauh lebih baik. Ehehhee
Ramein lagi kuy part ini ehe
Bisa ga ya minta 1000 komen lebih buat penambah mood biar bisa mengusahakan update tiap hari 🌚
Maapin nggak bisa update dua kali sehari terus karena ngetik satu part itu gak secepet bacanya gaes 😭
Selamat membaca❤️
🚴🏻♂️🚴🏻♂️🚴🏻♂️
Adel mengamati bangunan bertingkat di hadapannya. Saat ini Adel sudah sampai di rumah Jack. Gadis itu sejak tadi diam mengamati tempat tinggal kekasihnya. Berbeda dengan bayangannya, ternyata rumah Jack bisa dibilang sederhana. Hanya bangunan bertingkat dua dengan desain minimalis yang didominasi cat warna putih. Sekali dilihat saja, pasti langsung dapat menilai bahwa penghuni rumah ini memang senang hidup sederhana jika dibandingkan dengan latar belakangnya yang memiliki perusahaan besar di Indonesia.
Adel melirik sekilas Jack yang sedang sibuk berbicara dengan seseorang melalui ponselnya. Mereka belum beranjak sejak Jack memarkirkan mobilnya di depan rumah sekitar lima menit yang lalu.
Setelah selesai menelfon, Jack memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana. Pria itu hanya menggunakan kaus biru muda dan celana jeans hitam. Untung saja Adel tidak heboh, ia hanya mengenakan sweater putih dengan garis-garis hitam dipadu celana jeans hitam. Rambut panjang Adel dikuncir satu tinggi seperti biasa. Adel juga tidak memoleskan make up berlebih, hanya bedak dan lipbalm berwarna natural.
Jack tersenyum. "Udah siap?"
Sebenarnya Adel ingin sekali menggeleng dan mengajak Jack pulang saja. Tetapi mau ditunda juga suatu saat ia memang harus bertemu dengan kedua orangtua Jack. Rasanya tidak sopan jika tidak menyapa kedua orangtua kekasihnya sendiri. Jack saja sudah begitu dekat dengan kedua orangtuanya, masa Adel menghindar hanya karena akan diperkenalkan pada kedua orangtua Jack? Apalagi ini hanya acara makan malam biasa. Tidak seharusnya Adel terlalu khawatir.
Adel mengangguk, bibirnya menyunggingkan senyuman.
Jack keluar lebih dulu dari mobil disusul oleh Adel. Jack segera memutari mobil, meraih tangan Adel dan menggandengnya. Jack sempat memberikan senyuman ramah pada satpam yang menjaga di pos depan rumah sebelum terus melangkah menuju teras. Tanpa menunggu, Jack menekan tombol bel di samping pintu kayu berpahat antik dengan ukiran bunga membingkainya.
Saat pintu terbuka yang pertama kali menyambut mereka adalah wanita berumur sekitar empat puluh lima tahun dengan tubuh berisi dan celemek terpasang di tubuh.
"Eh, Mas Chello!"
"Malam Bi Endah," Jack tersenyum ramah. "Kangen enggak sama saya?"
Bi Endah mengangguk. "Kalau enggak ada Mas Chello,rumah jadi sepi."
Wanita bernama Endah itu adalah asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di sini. Melihat akrabnya interaksi antara Bi Endah dan Jack, Adel menebak wanita itu sudah bekerja di sini sejak Jack masih kecil.
Adel memberikan senyuman saat tatapan Bi Endah beralih padanya.
Bi Endah tampak berbinar-binar melihat Adel, terlebih saat pandangannya turun ke arah tangannya yang berada dalam genggaman Jack. Senyuman Bi Endah merekah lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Go-Jack in Love [ PART LENGKAP]
Romance"Setahu gue ada banyak banget abang ojek online di Indonesia. Kenapa selalu lo yang muncul? Sebenernya lo siapa?" "Jodohnya Mbak Adel, hehe.." *** Bagaimana jika kamu tidak sengaja memesan ojek online dan mendapatkan driver yang bikin darah tinggi? ...
![Go-Jack in Love [ PART LENGKAP]](https://img.wattpad.com/cover/149348924-64-k5083.jpg)