Coach

85.6K 11.4K 1.3K
                                        

Terimakasih Jumpers untuk bintang dan komentarnya. Ditunggu untuk part ini ❤️
2000 bintang dan 2000 komentar boleh?

Jangan lupa follow ig: @gojack_in_love

Tinggal 3 Part lagi menuju ending...

Semoga cerita ini bisa selalu berkesan untuk kalian❤️

Selamat membaca🙏🏻

🚴🏻‍♂️🚴🏻‍♂️🚴🏻‍♂️

"Aku kayaknya enggak bisa, deh."

Jack melirik geli Adel yang duduk di sampingnya dengan nafas ngos-ngosan. Jack meraih selembar tisu, dengan telaten menghapus bulir-bulir keringat di kening Adel. "Saya yakin kamu pasti bisa."

Adel tidak yakin dengan ucapan Jack. Meski pria itu sudah berjanji akan mengajarinya pelan-pelan. Adel termasuk orang yang pandai mempelajari sesuatu dengan cepat kecuali satu. Berdansa.

Semua ini berawal dari Adel yang sepakat mempercayakan Vanessa untuk mengurus semua acara mulai dari pesta pertunangan sampai pesta pernikahan mereka. Boleh diakui, berkat Vanessa pesta pertunangan mereka yang berlangsung seminggu yang lalu benar-benar lancar tanpa ada kendala apapun. Kebetulan Adel dan Jack memang sepakat tidak membuat pesta pertunangan besar-besaran. Mereka hanya mengundang keluarga, saudara, dan juga teman-teman dekat. Adel sangat menginginkan persta pertunangan yang intens dengan dihadiri orang-orang yang memang berarti untuknya dan Jack bersedia mengabulkan keinginan gadisnya itu.

Kedua pasangan itu baru akan mengundang para karyawan dan rekan bisnis di pesta pernikahan mereka yang akan dilaksanakan bulan depan. Karena acara tersebut jauh lebih besar, Vanessa membuat rencana yang lebih besar pula. Vanessa ingin sekali melihat Adel dan Jack berdansa di acara pernikahan mereka nanti. Bahkan saat mendengar Adel tidak bisa berdansa, Vanessa sampai mengundang coach untuk mengajari Adel secara privat teknik dasar berdansa.

Alhasil di sinilah Adel berada. Di salah satu ruang kosong di rumah Jack. Ruangan itu tadinya adalah gudang, namun Vanessa dengan sangat bersemangat mengubah ruangan itu menjadi ruang dansa.

Vanessa juga melarang Jack untuk masuk ke dalam ruangan itu selama coach sedang melatih Adel. Vanessa tidak segan mengurung Jack di dalam kamarnya hingga Adel selesai berlatih.

Adel memijat pelan kakinya yang terasa pegal karena mengenakan higheels setinggi tujuh senti. Kata coach Sasya pelatih dansanya, Adel harus terbiasa berdansa dengan mengenakan higheels. Bukannya cepat mahir, Adel justru berakhir kesakitan karena tidak terbiasa mengenakannya.

Membicarakan tentang coach, tadinya Vanessa sudah menghubungi salah seorang coach handal bernama Klinton, tetapi Jack menolak mentah-mentah bahkan sampai berdebat cukup panjang dengan Vanessa. Jack tidak suka Adel berduaan di dalam ruangan bersama laki-laki lain walau hanya satu jam saja.

Sungguh Adel benar-benar merasa kecil hati. Adel terlahir bukan dari kalangan atas yang menjadikan dansa sebagai sebuah ilmu wajib dan harus dikuasai seperti halnya keluarga Jack. Adel terlahir di kalangan yang mewajibkan agar rajin bekerja untuk bisa bertahan hidup. Benar-benar dua dunia yang berbeda.

"Sakit?" Jack memperhatikan Adel yang sesekali memijat telapak kakinya.

"Dikit," Adel meringis kecil. "Enggak biasa pakai higheels--eh?!"

Adel terkejut saat Jack tanpa izin meraih kakinya membawanya ke atas pangkuan pria itu. Jack bahkan memberikan bantal sofa pada Adel, meminta gadis itu merebahkan tubuhnya. Karena terlalu lelah, Adel tidak menolak perintah Jack. Gadis itu merebahkan tubuhnya di atas sofa, menikmati pijatan lembut Jack di telapak kakinya.

Go-Jack in Love [ PART LENGKAP]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang