Tentang Marchellino

83.3K 11.8K 1.7K
                                        


Hai Jumpers👋🏻☺️
Terimakasih ya sudah mau mengerti dan sabar menunggu update lagi hehe

Jangan lupa follow ig: @gojack_in_love
Bakalan ada spoiler di sana hehe

Yuk 1000 komen lagi yuk, lebih juga boleh 😍

Terimakasih dukungannya🙏🏻

Selamat membaca❤️

🚴🏻‍♂️🚴🏻‍♂️🚴🏻‍♂️

Langit semakin menggelap tanpa ada bintang yang menghiasinya. Cahaya rembulan terlihat jelas di pantulan air kolam renang berukuran sekitar tiga meter kali enam meter yang terletak di taman belakang rumah Jack.

Saat ini Adel dan Jack sedang duduk berdampingan di kursi rotan panjang di pinggiran kolam. Sudah sepuluh menit mereka hanya duduk berdampingan tanpa ada percakapan sama sekali.

Adel sendiri tidak banyak berkomentar dan memilih diam memandangi keindahan taman rumah Jack. Adel memainkan bola plastik yang entah bagaimana bisa ada di pinggir kolam. Gadis itu menunggu dengan sabar.

"Adel."

Adel menoleh, bibirnya menyunggingkan senyum. "Iya?"

"Maaf sudah membuat kamu menunggu. Saya sedang memikirkan kata-kata yang tepat untuk mulai bercerita," Jack meraih tangan Adel, memainkan jari-jari mungil gadisnya. "Sebenarnya ini berat untuk saya."

"Kalau kamu enggak mau cerita jangan dipaksa," Adel mengulurkan tangan membelai lembut puncak kepala Jack.

Jack menggeleng. "Saya merasa kamu harus tahu semuanya."

Melihat kesungguhan dalam ekspresi Jack saat mengatakannya, Adel mengangguk mengerti. Sebenarnya Adel tidak tega melihat Jack seperti ini. Entah mengapa Jack terlihat sangat sedih dan rapuh sekarang. Adel berusaha menahan diri tidak memeluk pria itu sekarang juga. Adel takut Jack akan hancur jika memaksakan diri menceritakan semuanya, meskipun Adel tidak tahu Jack mau bercerita tentang apa.

"Kamu sudah lihat dua anak laki-laki di foto tadi, kan?" tanya Jack dijawab anggukan oleh Adel. "Enggak susah tahu saya yang mana. Kelihatan jelas saya lebih ganteng dari kakak saya."

Adel yang semula sudah mendengarkan dengan serius langsung memutar bola matanya malas.

"Dulu rumah ini hampir setiap hari ramai karena ulah kami berdua," Jack menatap menerawang langit malam. "Sampai Bi Endah capek menghadapi kenakalan kami."

Adel tersenyum membayangkan kolam renang itu menjadi tempat bermain dua anak laki-laki yang berada di foto tadi.

"Jarak umur saya dan kakak saya sekitar tiga tahun. Banyak orang bilang wajah kita enggak mirip sama sekali. Tapi mereka bilang sifat kami hampir semuanya sama persis," Jack tersenyum. "Ada satu yang berbeda di antara kami."

Adel tidak tahan bertanya, "Apa?"

"Dia rajin saya enggak," Jack tertawa. "Untuk urusan pendidikan saya sebenarnya bukan anak rajin yang hampir setiap hari belajar. Berbeda sekali dengan kakak saya. Tapi.."

Jack menatap lurus Adel. "Ini saya cuma cerita, ya. Bukan berniat sombong."

Adel mengerutkan kening bingung.

"Jadi, kakak saya itu rajin sekali belajar sedangkan saya main terus kerjaannya. Tapi entah bagaimana nilai saya selalu jauh lebih tinggi dari kakak saya," Jack mengedikkan bahu. "Kamu percaya kalau saya selalu dapat peringkat satu paralel sejak masih duduk di sekolah dasar sampai sekolah menengah ke atas? Padahal saya enggak pernah belajar."

Go-Jack in Love [ PART LENGKAP]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang