Brother Conflict

79.2K 11.5K 2.9K
                                        

HAI JUMPERSSSS

2000 Komentar dalam beberapa jam, aku akan update sekali lagi hari ini.

BISA?????

btw, enggak terasa JumAdel sudah menuju part-part ending 🥺
Aku enggak rela uhuhu

Udah ah yuk 2000 komentar aku update lagi hari ini cepetan yok menunggu itu ga enak wkwkwkkwk

Selamat membaca❤️

🚴🏻‍♂️🚴🏻‍♂️🚴🏻‍♂️

"Dimas jangan tinggalin mama!"

Andreas memeluk istrinya dari belakang, berusaha menenangkannya.

Dimas sempat menatap sedih Vanessa yang terlihat memegangi dada kirinya kesakitan. Namun, Dimas mengeraskan hatinya sendiri dan terus berjalan ke luar rumah dengan membawa koper besar di tangan kanannya.

"Kakak!"

Panggilan itu membuat Dimas berhenti.

"Kak.."

Marchellino berdiri di hadapan Dimas. "Kakak mau pergi ke mana?"

"Bukan urusan lo."

Marchellino terpukul. Sudah beberapa tahun ini Dimas berlagak seolah tidak mengenalnya. Dan sekarang pria yang dulu selalu memanggilnya dengan sayang berubah dingin. Bahkan sangat membencinya.

"Kak.." Marchellino berusaha meraih tangan Dimas.

Dimas menepis kasar tangan Marchellino. "Siapa kakak lo bangs*t!"

Marchellino termundur melihat kemurkaan Dimas.

"Kak, apalagi yang harus Chello lakuin supaya kakak enggak pergi?" Marchellino menatap memohon Dimas. "Chello akan lakuin apapun itu."

Dimas tersenyum. "Apapun?"

Marchellino tersentak kaget saat Dimas meraih kasar kerah kausnya. "Mati."

"Seharusnya bunda gugurin lo aja, dasar pembawa sial!"

Ucapan terakhir Dimas sepuluh tahun yang lalu seolah terngiang lagi di telinga Jack. Melihat tatapan benci Dimas saat menatapnya tadi membuat Jack kembali teringat malam itu. Hari di mana Dimas memilih pergi dan tidak lagi mengakuinya sebagai adik.

Jack memandangi langit-langit apartemennya dengan tatapan kosong. Mengabaikan rasa nyeri di wajahnya yang babak belur hasil karya Dimas beberapa jam yang lalu. Jack sengaja tidak melakukan perlawanan, membiarkan Dimas puas menyakitinya. Entah mengapa Jack selalu menyimpan perasaan bersalah pada Dimas. Jack merasa egois karena memperoleh semua yang pria itu inginkan termasuk Adel.

Membicarakan Adel, Jack jadi teringat ekspresi terakhir gadisnya itu. Sebelum ia terusir ke luar karena Dimas meminta security mengusirnya. Jack juga mengingat jelas wajah pucat Vanessa ibunya saat melihat kedua putranya lagi-lagi berkelahi. Sejujurnya, Jack sudah lelah dengan perkelahian ini. Ia hanya khawatir terus menyakiti Vanessa karena hubungannya dan Dimas yang tidak kunjung akur.

Go-Jack in Love [ PART LENGKAP]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang