"eh Au kita jadikan ke studio music selesai sekolah?" tanya Tania "jangan php lo" sambunya
"Ia cantik.. Jadi kok, bentar gue telpon yang punya"
Aurel mengambil handphonenya lalu menelpon Rido. Rido dan Ko Wang memang mempunyai toko kaset dan studio Music karna mereka sangat mencintai music. Aurel sering pergi ke toko kaset dan studio music ini sejak kecil bersama kakeknya, karna kakeknya memang seorang Seniman yang cinta terhadap berbagai macam bidang seni, kakeknya juga pernah menjadi seorang Musisi. Tapi sejak Kakeknya meninggal Aurel jadi jarang ke sana. Ia hanya datang sesempat yang ia bisa.
"hallo Au kenapa?"
"hallo ka, ka Rido dimana?"
"ini dari kampus de mau ke studio, kenapa?"
"yeyy pas banget ka, Aurel mau main kesana yah ka bareng temen Aurel"
"wah boleh dong, udah lama juga ga denger suara merdu kamu. Kamu boleh datang tapi harus nyanyi"
"siap deh ka. Yaudah kita ketemu disana yah ka 5menit lagi otw"
"oke deh"
panggilan telepon terputus.
"Au kok lo panggil kaka?" Tania kepo
"ia itu ka Rido anak pemilik studio music itu. dia udah kuliah Tan.. semester 3" jelas Aurel
"ohh gitu.. okoke kita otw sekarang yah?" tanya Tania tak sabar.
****
saat sampai di studio benar saja Rido sudah menunggu mereka di depan studio.
"eh ka, kok nunggu diluar sih?" Aurel kaget dengan keberadaan Rido yang duduk sambil memainkan ponsel di depan studio
"baru nyampe kok Au, jadi sekalian aja nunggu kalian"
"oh gitu" Aurel hanya beoria "ohia ka, kenalin ini temen Aurel yang Aurel bilang di telpon, nah Tania ini ka Rido yang gue ceritain" jelas Aurel
"Tania" Tania mengulurkan tangannya
"Rido" Rido membalasnya sambil tersenyum
"yaudah ayo masuk" ajak Rido
saat masuk Tania terpanah dengan lukisan-lukisan yang ada disana, berjalan bersama Rido. Sedangkan Aurel? Ia sudah melesat ke dalam studio. Karna Piano tua milik kakeknya memang ditaruh disini. Jadi bila sewaktu-wakti ia kangen dengan kakeknya, ia bisa memainkannya.
"ini studio music, atau pameran lukisan ka? banyak amat. bagus-bagus lagi" Tania benar-benar terkesan dengan tempat ini. walau studio music tapi tak menghilangkan nilai seninya yang lain.
"ini semua lukisan Aurel, dan Ibuku. Nah kalo yang besar yang ada di pojok itu lukisan kolaborasi antara alm.kakek kita" Rido menunjuk lukisan yang menunjukan stengah elemen Air dan stengah elemen Api
"wah hebat" Tania makin terkagum
"eh wait ka" Tania menerka kembali kata-kata Rido "Aurel? emang Aurel bisa lukis?" tanya Tania
"lo ga tau yah?" tanya Rido
Tania menggeleng
"Aurel memang suka melukis. Ia mewarisi semua darah sen dari kakeknya.. Ia juga pintar dalam memainkan berbagai alat music. dan dia sangat lihai dalam modern dan tradisional dance. hanya saja ia minder dengan penampilannya" Jelas Rido
KAMU SEDANG MEMBACA
My Aurelya [End]
Teen Fiction[Cerita ini sudah selesai dan akan segera direvisi] Dalam diam ku memandang mu dan bertanya "apakah diriku pantas untu mu?" -Aurelya Aurelya... Gadis yang jauh dari kata Cantik. Berjerawat✔ Kucel✔ Tak perduli dengan Fashion✔ walaupun barang-barang y...
![My Aurelya [End]](https://img.wattpad.com/cover/152367499-64-k233889.jpg)