Hari ini ada pelajaran Bahasa Indonesia dari Pak Botak. nama gurunya Pak Nyoman tapi sering disebut Pak Botak karna kepala pelontosnya. Pak Nyoman tidak masuk dan hanya meninggalkan tugas.
"WOY SI BOTAK GA MASUK WOY" teriak Fabio murid paling rusuh dikelas
Semua murid bersukacita dengan adanya berita itu. Tapi seketika sukacita mereka pudar ketika mendapat kabar dari Glendy sang ketua kelas.
"Ia sih pak botak ga masuk, tapi dia ninggalin tugas buat RESENSI 1 NOVEL DAN DIKUMPULIN H-1 UJIAN SEMESTER katanya itu nilai paktek Bahasa Indonesia" jelas Glen sambil menekankan Tugas yang diberikan
"eh buset gila kali tuh kucrut botak, ga salah tuh?" protes Ricky
"eh njay mending gue disuru baca pidato ketimbang gitu" sambung Steve
"najong emang tuh orang, kenapa ga pensiun aja sih" teriak evmy
Dan masih banyak lagi hujatan lainnya, Aurel yang mendengar itu hanya menghela nafasnya. Hari ini Tania tidak masuk lagi, katanya ada urusan mendadak yang harus di urus ke Balli. Aurel pikir ia akan memberi tau tugas ini ke Tania nanti.
Karna berhubung selesai pelajaran bahasa Indonesia adalah lowong karna gurunya sedang cuti untuk melahirkan lalu setelahnya istirahat jadi Aurel berpikir untuk menghabiskan waktunya di perpustakaan.
Aurel memakai topi, jacket, dan maskernya membawa alat tulis, earphone, Bekal, dan novelnya lalu berjalan ke perpustakaan.
Di perpustakaan Aurel duduk di tempat paling pojok yang memang sangat jarang di jangkau orang.
Aurel duduk dan mulai meresensi novelnya sambil mendengarkan lagu di earphonenya.
Aurel duduk seakan itu dunianya sendiri, tak perduli dengan sekitarnya, ia merasakan kehangatan di dalam dirinya sendiri. Lembar demi lembar buku sudah dia pakai untuk meresensi novel. Hingga seseorang menepuk punggungnya.
"serius amat, sampe ga nyadar gue panggil berkali-kali"
Aurel yang kaget langsung membuka earphonenya dan berbalik melihat orang yang menarik kursi di sampingnya.
"eh ka Ma-Mario"
"masih aja kaku lo" balas Mario "Lagi ngapain Au? serius amat" sambungnya
"Ini lagi buat tugasnya Pak Nyoman ka, kan kaka tau sendiri Pak Nyoman itu ngasih nilai seberapa banyak lembar tulisan kita bukan isinya" Jelas Aurel
"Resensi yah?"
"kok kaka tau?"
"kayak gue ga pernah aja Au"
Aurelnya tertawa garing
Mario melihat kotak bekal disamping Aurel "kok bawa bekal Au?" tanyanya
"Ia ka, biar ga perlu istirahat nanti. Lagian inikan pojok Perpus, siapa juga yang bakal tau aku makan disini, yang jaga perpus aja males kesini" Jelasnya
"ia sih, tapi gue sering kesini" serga Mario
"ya terus?"
"berarti lo ga boleh makan disini Au, kan ada gue, gue tau" Jelas Mario
"oh gitu? yaudah nanti balik kelas aja" balas Aurel
"becanda kali Au" serganya lagi
Merekapun kembali larut dengan dunia masing-masing. Aurel yang kembali meresensi novelnya dan Mario yang menyelesaikan tugas Matematika dari gurunya. Bedanya Aurel tak lagi memakai earphonenya karna ia menghargai keberadaan Mario.
Aurel melihat kesampingnya Mario sedang menggaruk kepalanya seperti orang frustasi.
"Kenapa ka?" Tanya Aurel
"susah parah" jawabnya
"coba sini aku liat" Aurel menarik buku paket dan buku tulis Mario dan membacanya dengan teliti mencari dimana letak kesalahan Mario.
"Owalah ka, gimana kaka mau dapat hasilnya kalo kaka belum nambahin nilai belakangnya trus subtitusi sama yang ini, nah baru kaka bagi. Trus ditambahin biar dapat hasilnya" Jelas Aurel
"ahia yah, bego banget sih gue" Mario kaget dengan kejeniusan Aurel karna ini materi kelas.3 sedangkan Aurel masih kelas.2 bagaimana bisa dia mengetahui semuanya.
karna penasaran Mariopun bertanya "Au kok lo bisa sih buat soal ini padahalkan lo belom pernah diajarin yang ini kan lo ade kelas gue"
"aku cuman baca contohnya doang kok ka hehe" Aurel hanya memamerkan gigi putihnya yang tidak kelihatan dibalik maskernya
"Pinter juga lu, kapan-kapan mau ga blajar bareng gue, sumpah gue parah masalah mate fisika ama kimia, tapi kalo biologi. Gue jagonya" kata Mario "Mau yah?" mohonnya
"bo-boleh ka" kata Aurel gelagapan "siapa sih ka yang bisa nolak kalo bareng kaka" sambunhnya dalam hati
"yaudah siniin hp lo" perintah Mario
"buat apa ka?" Aurel bingung
"udah siniin aja" Aurelpun memberikan handphonenya.
Mario mengambilnya menetikan sesuatu lalu mengembalikannya.
"nih Au, udah kok. gue cuman save line sama wa gue di hp lo. Nanti gue kabarin kapan belajarnya trus dimana, ok?"
Aurelpun speacless, sekian lama dia ingin mempunyai kontak Mario tapi tak berani dia add walaupun sudah dia temukan kontaknya. Kali ini Mariolah yang menyimpan wa dan linenya di hp Aurel.
"ohokok ka" balas Aurel singkat walau sejujurnya kebahagiannya tak bisa ia bendung lagi.
ADA CERITA DIBALIK TUMPUKAN BUKU, DI MEJA YANG PALING JARANG DIKUNJUNGI ORANG, DAN DI HATI YANG SELALU BERBUNGA DISAAT BERSAMAMU.
-AURELYA-
Jangan lupa tinggalin jejak yah😘
KAMU SEDANG MEMBACA
My Aurelya [End]
Novela Juvenil[Cerita ini sudah selesai dan akan segera direvisi] Dalam diam ku memandang mu dan bertanya "apakah diriku pantas untu mu?" -Aurelya Aurelya... Gadis yang jauh dari kata Cantik. Berjerawat✔ Kucel✔ Tak perduli dengan Fashion✔ walaupun barang-barang y...
![My Aurelya [End]](https://img.wattpad.com/cover/152367499-64-k233889.jpg)