Ig: Tessawatung
Saat sampai di sekolah Nina dan Vano langsung masuk ke kantor kepala sekolah, jadilah Aurel berjalan sendirian di koridor.
Aurel merasa risih dengan tatapan teman-temannya. Namun ia hanya memasang wajah datarnya.
"WOY!" Teriak Thania mengagetkan Aurel
"Kampret lo" umpat Aurel
"Wehh selaw mba" Thania tertawa karna respon Aurel, lalu Thania memperhatikan gaya aurel dari ujung kepala sampai kaki "wagelaseh berubah drastis lu, di permak ama Nina yah?"
"Lu pikir gue kain perca di permak" balas Aurel
"Bego gak sekalian kain kavan" Lalu Thania dan Aurel tertawa lepas
Saat Thania dan Aurel tertawa tiba-tiba Nina muncul "gila receh banget lo berdua woy!"
"Dih sewot lu" balas Thania
"Eh btw lu kenapa bisa di sini? Bukannya di ruang kepsek yah?" Sambung Aurel
"Kita sekelas gayes" Nina merentangkan tangannya lalu memukul bahu Aurel dan Thania
"Woy! Lu mau gue mati hah? Gak bisa napas bego! LEPASIN!" Bentak Thania sedangkan Aurel sudah batuk-batuk
"Udah ah bacot lu pada ayo buruan ke kelas" Ajak Nina lalu berjalan mendahului Aurel dan Thania
"Woy kutu! Emang lu tau kelasnya dimana?"
mendengar suara Thania, Nina menepuk jidatnya lalu berbalik dan menggaruk tekuknya yang tak gatal "engga"
Thania dan Aurel tertawa melihat expresi Nina
******
Saat ini Nina Thania Aurel dan Vano sedang duduk di pojok kantin, Aurel sibuk dengan bekal makannya sedangkan Thania Nina dan Vano yang memohon dari tadi tidak diijinkan Aurel untuk menyentuh burgernya.
"Pesan makan aja yok woy, laper gue liat Aurel.. mana pelit lagi" ajak Vano yang langsung di setujui oleh Nina dan Thania
"Bang lu yang pesen, gue bakso sama es teh" suruh Nina
"Bang gue mie ayam sama es teh" sambung Thania
Vano hanya menghela nafas pasrah, beginilah kalau sudah bersama para wanita di depannya pasti dia dijadikan budak.. berbeda bila ada Ridho pasti dia akan meminta bantuan pada Ridho walau ujung-ujungnya mereka berdua yang disuru-suru.
*
Tak menunggu waktu lama mereka duduk dan focus pada makanan masing-masing.
"Eh Van kita boleh join gak? Udah gak ada yang kosong nih"
Vano Thania dan Nina yang makan melihat ke arah orang yang berbicara sedangkan Aurel tetap focus pada makanannya.
"Eh elo, Nando kan yang sekelas ama gue?" Tanya Vano
"Ia van, kita gabung yah udah gak ada yang kosong soalnya" balas Nando
"Emang muat yah? Lo padakan berlima kita berempat.. kalo muat sih ayo aja"
"Muat kok" sambung Mario
Autor p.o.v
Sebenarnya Vano sudah tau bahwa ini Mario yang membuat Aurel menjadi seperti ini, hanya saja Vano tidak mau mencampuri masalah mereka, Vano sudah berjanji ia akan hanya mencampuri masalah mereka bila Mario kasar pada Aurel.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Aurelya [End]
Teen Fiction[Cerita ini sudah selesai dan akan segera direvisi] Dalam diam ku memandang mu dan bertanya "apakah diriku pantas untu mu?" -Aurelya Aurelya... Gadis yang jauh dari kata Cantik. Berjerawat✔ Kucel✔ Tak perduli dengan Fashion✔ walaupun barang-barang y...
![My Aurelya [End]](https://img.wattpad.com/cover/152367499-64-k233889.jpg)