Heart² @YTS

111 14 0
                                        

Dengan hati berdebar, Moonhee menunggu di halte bus. Taeseon menyuruhnya menunggu di sana agar pemuda itu mudah menjemputnya.



Tin!

Sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat didepannya, jendela kaca terbuka menampakkan wajah seseorang yang terlihat asing baginya.





"Anyeonghaseyo.. saya supir pribadi Tuan Taeseon, silakan masuk." katanya ramah.

Supir pribadinya saja tampan, aku penasaran bagaimana dengan tukang kebunnya.

Moonhee masuk ke kursi penumpang dan mobil pun berjalan. Dari jalanan yang dilewatinya, Moonhee bingung sendiri. Pasalnya ini adalah jalan yang biasa dilewatinya saat akan pergi ke pantai.

.
.

Dan benar saja, supir pribadi itu menghentikan mobilnya di pantai. Dia keluar untuk membukakan pintu untuk Moonhee, gadis itu merasa tersanjung dibukakan pintu oleh orang setampan pangeran.

"Gamsahamnida.. eum? Dimana Taeseon ssi?" tanya Moonhee.

Supir itu memberikan sebuah kertas yang terlipat rapi, kemudian segera membawa mobil pergi darisana. Moonhee membuka kertas itu dan membacanya.

"Temukan bendera kuning? Ish.. apa ini perburuan harta karun?" geram Moonhee.

Dia mulai mencari bendera kuning itu, gerutuan sering diutarakan melalui mulutnya. Karena banyak pasir yang masuk ke flat shoes yang dipakainya sekarang.


"Ah!! Itu dia!"

Matanya menangkap sehelai kain yang berkibar ditiup angin seperti rambutnya, Moonhee mengambil bendera itu dan menemukan kertas yang menempel dibalik bendera itu.


"Bunga anyelir putih, pink, dan merah? Kenapa Taeseon membuatku menjadi bajak laut dadakan begini sih?"


Moonhee kembali melangkah, sesaat terlintas tempat dimana terdapat banyak sekali bunga, tak terkecuali bunga anyelir.


.
.

"Aha! Akhirnya... tapi apa dia ada disana?" tanya Moonhee pada dirinya sendiri.

Gadis itu melangkah menuju sebuah toko bunga, banyak sekali rangkaian bunga beraneka warna dan bentuk. Jiwa designer Moonhee pun muncul, dia mengambil bukunya dan mencoret beberapa sketsa.


Seorang anak kecil menarik ujung roknya pelan, membuat Moonhee menoleh ke bawah. Gadis kecil itu membawa tiga tangkai bunga, persis seperti yang ada di bendera.


"Anda nona bulan bukan? Ini bunga untukmu." katanya tersenyum menyodorkan bunga.

Bulan? Moon. Ah.. dasar..

Moonhee berjongkok dan menerima bunga itu, kemudian mengelus rambut anak itu sembari tersenyum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Moonhee berjongkok dan menerima bunga itu, kemudian mengelus rambut anak itu sembari tersenyum. "Gomawoyeo.."


Anak itu tersenyum lebar, kemudian berlari menjauh. Moonhee baru menyadari bahwa di antara ketiga bunga itu ada kertas lagi.


"Apa dia ada di belakang toko ini?"


.
.

Moonhee melangkah tergesa keluar toko bunga dan mendapati sebuah pemandangan yang indah, air matanya menetes sangking indahnya. Terharu.

 Terharu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





"Welcome Na Moonhee.."


Taeseon datang dan langsung menyuguhkan senyum lembut pada Moonhee, membuatnya seakan ingin mimisan saja. Taeseon sangat mempesona, tangannya melambai dan Moonhee membalasnya.

"Mendekatlah Moonhee.."

Moonhee menurut dan menghentikan langkahnya di hadapan Taeseon, pria itu membuat curva melengkung ke bawah membuat Moonhee bingung.


"Duduklah! Kau membuatku merasa pendek."


Taeseon menarik tangan Moonhee sehingga gadis itu terduduk, tak lupa jantungnya ikut melompat dan jangan lupakan juga ratusan kupu-kupu di perutnya.


Merasakan sentuhan tangan besar Taeseon di lengannya membuatnya merasa aneh tapi nyaman.


"Kau tau apa maksudku mengajakmu kesini?" tanya Taeseon.

"Kau memancingku, bukan mengajak." sergah Moonhee.

"Aa.. mianhae.. tapi kau tahu kan maksudku apa?" tanya Taeseon lagi.


Melihat Moonhee yang diam lalu memainkan kelopak bunga anyelir di tangannya membuat Taeseon gemas.


"Kau tahu arti dari bunga ini, dan bendera kuning tadi kan?" tanya Taeseon.


"Geumanhae juseyo! Kenapa kau terus mencerca ku dengan pertanyaan yang tidak bisa ku jawab?" ucap Moonhee.


Taeseon tersenyum lebih lebar dan segera berlutut di bawah Moonhee, memegang tangannya lembut membuat jantung Moonhee meledak.



"Nae yeojachingu doejullae?"


Taeseon mengatakannya dengan jelas dan lugas, Moonhee menggigit bibirnya untuk mengurangi rasa gugup. Oh.. astaga...



"Ne.."



Taeseon langsung bangkit dan memeluknya erat, sembari mengecup pelipis gadis itu. Dapat Moonhee rasakan deguban jantung pria itu di hadapannya.

Taeseon sangat bahagia, latihannya tidak sia-sia selama ini. Akhirnya dia dapat menyatakan perasaannya pada gadis di pelukannya sekarang ini.





Tbc.

Atau End aja??

TRCNG FF (Open Request)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang