Aku tidak pernah tahu apapun tentang hidup.
Tidak, sebelum aku hidup bersamamu.
Aku tidak pernah tahu apapun tentang cinta.
Tidak, sebelum aku mencintaimu.
Aku tidak pernah tahu apapun tentang rasa sakit.
Tidak, sebelum aku kehilanganmu.
Dan sekarang, aku merasa bahwa aku paling tahu dalam segalanya.
Dalam hidup yang kujalani dengan cintaku kepadamu saat aku kehilanganmu.
****
"Suamiiiii.... selamat ulang tahun!"
Vica tiba-tiba saja muncul di balik pintu dan berlari seraya memeluk Arshad dengan erat. Wanita itu berpindah untuk duduk di pangkuannya dan menciumi Arshad dengan gemas, "Selamat ulang tahun. Semoga panjang umur, semoga panjang rejekinya, semoga panjang tali hubungan kita sampai akhirat nanti Acaaad. Love you," katanya.
Arshad tertawa bahagia. Ia sudah menyingkirkan pensil dari sela-sela jemarinya dan memeluk pinggang Vica untuk menahan istrinya. Pria itu menatap Vica dengan cerah, "Makasih, Dii sayang. Yang katanya mau nginep, taunya malah kasih kejutan."
Ia mencium bibir Vica dan menatapnya dengan hangat, "Ternyata punya istri asik ya, ulang tahun aja dikasih surprise."
"Itu sih karena istri kamunya aku aja Shad, kalau yang lain nggak tahu."
"Bener juga. Jadi aku harus seneng ya, punya istri kayak kamu?"
Vica mengangguk yakin, "Walau aku sedih sih, punya suami kayak kamu."
Arshad melepaskan pelukannya dari pinggang Vica dan memasang ekspresi kesalnya.
"Tapi boong!" kata Vica lagi. Ia mencubiti pipi Arshad sampai pria itu bereaksi kembali dan saat Arshad sudah memeluknya lagi, Vica mulai berbicara, "Kadonya spesial tahu."
"Mana? Apa kadonya?" tanya Arshad.
Vica melepaskan pelukannya. Ia beranjak dari pangkuan Arshad dan masuk ke dalam kamar mereka untuk mencari-cari sesuatu. Setelah ia dapat, Vica berjalan kembali dan duduk lagi di atas pangkuan Arshad lalu menyerahkan sesuatu pada Arshad.
"Garis duaaa! Hasilnya positif! Aku hamiiiiil," teriaknya dengan bahagia.
Arshad menatapnya tak menyangka. Ia menatap Vica, memperhatikan test pack yang menunjukkan garis dua itu, menatap Vica lagi, lalu matanya berkaca-kaca, "Dii... serius?"
Vica mengangguk, matanya juga berkaca-kaca, dan ketika melihat mata Arshad, air matanya jatuh, "Kita diamanatin Shad, kita bakal jadi orang tua," kata Vica.
Arshad tak menyangka kalau kabar kehamilan seperti ini bisa membuatnya meneteskan air mata. Ia memeluk Vica dan berkata, "Aku bakal jadi ayah Dii, jadi ayah. Ya Tuhan. Dii sayang, makasih banyak. Makasih Dii, makasih."
****
Arshad bangun dari tidurnya seraya tersentak. Ia membuka matanya sekaligus dan terkejut dengan apa yang ia lihat di hadapannya. Oh tidak, dia masih duduk di dalam mobil, dan Arshad tidak menyangka kalau ia akan tertidur di dalam mobil Linda. Gilanya, Arshad malah memimpikan momen ulang tahunnya setahun yang lalu. Ya Tuhan...

KAMU SEDANG MEMBACA
ODIVICA
ChickLitKata siapa janda lebih laku dari perawan? Siapa yang bilang begitu? SIAPA? Tolong beritahukan kepada Odivica sekarang juga! Mana orangnya? Seenaknya sekali berbicara seperti itu. Apa enaknya jadi janda? Diburu pria lajang karena berpengalaman? Itu...