Day 7 • 2

4.6K 516 54
                                        

💕Happy Reading💕

.

Warn typo(s)

.

Mingyu bangun dari tidurnya di sofa kasur ruangan kerja Wonwoo. Mingyu kekenyangan makan satu porsi bento ukuran besar dan langsung ketiduran karna sofanya nyaman, alibi.

"Udah bangun, gyu?"

"Euung.. Hoaaaamm.. Udah kak."

Wonwoo ketawa pelan, wajah mengantuk pacarnya itu benar benar menggemaskan. Wonwoo membereskan peralatan kerjanya lalu menghampiri Mingyu yang masih sibuk mengumpulkan nyawanya.

"Cuci muka dulu sana."

"Iya kak.."

Mingyu berdiri, berjalan pelan keluar dari ruang kerja Wonwoo menuju kamar mandi.

Sebentar..

"Kakak, kamar mandinya dimana?"

"Lu juga sih, pergi gitu aja."

"Hehehe"

"Keluar, belok kanan."

Mingyu mengangguk dan kembali jalan keluar ruangan Wonwoo, membasuh mukanya agar rasa kantuknya hilang.

.

Mingyu udah selesai dengan urusan cuci mukanya, dia masuk lagi ke ruangan Wonwoo dan liat pacarnya itu udah berganti pakaian kasual.

"Kakak ganti dimana?"

"Disini tadi."

Mingyu mengangguk, dan mengambil tas sekolahnya.

"Nih pake jaketnya, biar ga kedinginan."

Mingyu nerima jaket bomber hitam milik Wonwoo, ukurannya besar, mungkin cukup di badan bongsornya.
"Jaketnya aja di aku pas gini kak, kalo di kakak kegedean dong? Kakak kan lebih mungil."

Wonwoo melotot denger ucapan Mingyu.

"Iya gue lebih mungil emang."

Mingyu tau dia salah bicara. Wonwoo itu emang badannya lebih mungil, lebih pendek, dan lebih kurus dari Mingyu. Tapi Wonwoo ga pernah suka di banding2in gitu.

Mingyu yang lebih bongsor dari Wonwoo aja bisa klepek klepek, dan ngerasa kecil kalo lagi di bawah kungkungan Wonwoo. Dan oh! Seketika pipi Mingyu panas.

"Tapi aku suka kakak."

"Iya gue tau."

"Maksud aku, aku suka walaupun kakak jadi seme aku. Aku emang bongsor, tapi aku ngerasa aman kalo kakak megang tanganku atau meluk aku."

"Kenapa gitu?"

"Mungkin, karna aku udah jatuh ke pesona kak Wonwoo?"

"Salah."

"Ih masa aku salah?!"

"Yang bener itu.."

Wonwoo narik kepala Mingyu buat menunduk, sedangkan Wonwoo sendiri sedikit berjinjit.

"Karna emang gue hidup buat ngelindungin lu."

BLUSH

"Ma-masa sih kak?"

"Beneran."

Mingyu nganggukin kepalanya pelan, nurut aja sama kata kata Wonwoo yang mengatakan jika mereka itu sebuah takdir.

"Masih jam 7 malem. Mau langsung pulang atau jalan?"

"Jalan jalan, boleh?"

"As you wish."

Mingyu menatap Wonwoo berbinar dan make tas punggungnya lalu gandengin tangan Wonwoo buat keluar dari gedung kantor milik Wonwoo.

.

Bibir Mingyu menekuk ke bawah, mata berbinar miliknya tadi meredup sedih.

"Jadi gimana?"

"Hujan kak.."

Batal. Acara jalan jalan mereka batal, karna hujan di malam hari.

"Balik aja ya? Nanti ngobrol dulu di rumah, mau?"

"Gamau."

"Kenapa?"

"Ada Mamah, nanti ganggu."

"Ajak aja Mamah lu sekalian, toh besok kalo kita udah nikah, bakalan sering ketemu Mamah Papah."

BLUSH

"Kakak, aku ini lagi sedih jangan gombal! Sebel."

Mingyu melirik sinis Wonwoo yang mengacak rambut coklat pacarnya itu. Mengecup pipi Mingyu yang sedikit dingin karna angin malam.

"Gue anterin balik, terus istirahat. Besok masih kudu sekolah kan?"

"Ih tapi kak-"

"Malem nanti gue telpon, besok gue jemput berangkat ke sekolah bareng."

"Kakak ih tad- mmppphh..."

Wonwoo yang gemas karna rengekan Mingyu pun langsung menarik kepala Mingyu dan mengecup bibirnya. Menjilat kedua belah bibir Mingyu.

Mingyu yang masih shock karna kejadian tiba tiba itu cuma bisa ngedipin matanya berulang kali.

"Gausah ngambek, gue kan punya lu doang, kapan aja lu mau ketemu dan butuh gue, tinggal bilang. Im yours Gyu."

Mingyu nganggukin kepalanya. Setiap Wonwoo natap mata dia dalem dengan tatapan mendominasi itu selalu berhasil membuat jantung Mingyu serasa ingin berhenti saja.

"Iya kak, maaf. You're mine yaaa kak."

Wonwoo mengangguk lalu menggandeng tangan Mingyu buat masuk ke mobil miliknya, supir Wonwoo bahkan udah nahan mimisan karna liat live drama romance di depannya.

"Ke rumah Mingyu, pak. Anterin dia balik dulu."

"Siap tuan."

Dan mobil mewah itu berjalan, menembus rintikan hujan yang cukup deras. Dan kedua tangan remaja tanggung itu bertautan menyalurkan kehangatan satu sama lain.

.

Gemes woy!!!

Btw, gembul bgt yaa Mingyunie uwuu

Btw, gembul bgt yaa Mingyunie uwuu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
COLD [Meanie]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang