21

38 3 0
                                        

"Minumlah hot chocolate ini." Pinta Krystal dengan memberikan segelas hot chocolate pada Lay.

"Gomawo. "

"Apa kau tak apa sekarang?" Tanya Seulgi.

"Aku tak apa. Wuahhh rasanya begitu melegakan bisa menceritakan semuanya pada kalian. Terima kasih karna sudah mau mendengarkan aku. Tapi apakah kalian bisa merahasiakan nya?"

"Hahahahha untuk apa juga kami membeberkannya?!" Tambah Krystal.

"Tentu saja kami akan merahasiakannya. Jadi semangatlah bang Lay! Kami yakin kau bisa melewatinya dengan baik!" Ucap Seulgi berusaha untuk menyemangati nya.

Lay tersenyum manis dengan memperlihatkan lesung pipinya itu.

"Minumlah mumpung masih hangat." Suruh Seulgi.

Lay mengangguk dan langsung meminumnya.

"Srrrrppp! Nikmat juga buatan mu Krystal." Puji Lay.

"Astagah kau bisa saja. Toh itu semua rasa dari sananya, bukan karna aku yang membuatnya." Balas Krystal.

"Ahahahha iya ya. Sayang sekali pujian ku tidak bisa membuat mu terpesona." Ucap Lay asal.

"Astagah bang Lay! Jika kau mau mendekati maniak Kai ini. Hadeuhhh jangan harap bisa, karna hatinya dan seluruh otaknya itu sudah dipenuhi dengan Kai. Segalanya tentang Kai." Tambah Seulgi sedikit nyolot.

Lay pun yang mendengar nama salah satu sahabatnya itu disebut, ia pun langsung bereaksi.

"Maksud mu Kim Kai yang suka menari itu?" Tanya Lay memastikan.

Seulgi dan Krystal mengangguk serempak.

"Astagah bagaimana bisa kau suka dengan monster tari itu? Sampai waktu makan saja terkadang ia tidak ada. Kasihan sekali kau menyukai seseorang yang seharusnya tidak kau sukai." Nasehat Lay.

Krystal matanya langsung membulat seolah-olah tidak setuju dengan apa yang dikatakan Lay.

"TIDAK! Ayang beb ku bukan seorang monster. Ia adalah pangeran berkuda putih milik ku tahu! Jadi kau jangan ngaco!" Bantah Krystal membenarkan fakta yang ia percayai selama ini.

"Ck ck ck kau sudah buta. Yasudahlah doa ku semoga menuntun mu ke jalan yang benar. Dan kalau Tuhan memang berkehendak semoga berhasil." Ucap Lay dengan senyum sinis.

"Aish!" Krystal membalas dengan lirikan sinis ke arah Lay.

"Yaampun sudah-sudah! Kalian ini kenapa menjadi membuat suasana memanas seperti ini. Sudahlah....bang, kalau kau sudah tidak ada yang mau kau katakan lagi. Bisakah kau pergi? Dan kau Krystal, aku mau istirahat. Biarkan aku sendirian dulu. Nanti saja kau jemput aku lagi saat waktunya aku harus pulang." Kata Seulgi ke mereka berdua secara bergantian.

Krystal dan Lay pun melihat Seulgi seperti itu menjadi terkejut.

Lay juga karna merasa tidak enak dengan Seulgi, ia pun memutuskan untuk pergi seperti yang dikatakan Seulgi. Tidak seperti Lay, Krystal malah harus diusir-usir dulu dengan Seulgi baru ia mau pergi. Memang kejam.

Akhirnya sekian lama ia berharap bisa merasakan ketenangan, sekarang hal itu pun terwujud. Seulgi yang sendirian, damai, bisa istirahat sesuka hati dia, menghilangkan segala pikiran besok makan apa, dan dapat berhenti bekerja walaupun itu cuman sebentar. Sungguh momen yang mengharukan bagi seorang Seulgi.

"Sudahlah...aku tak mau memikirkan hal lain. Jadi aku ingin tidur sekarang." Ucap nya sendiri.

Tak lama ia pun menaruh seluruh piring kotor nya ke meja sebelah ranjangnya. Setelahnya ia pun menidurkan tubuhnya dan memejamkan matanya hingga tertidur nyenyak.

________

Sesampainya Chanyeol dirumah, handphonenya pun telah dibanjiri beratus-ratus pesan yang dikirmkan oleh Rose. Ya, pacar Chanyeol. Tapi hari ini Chanyeol sungguhlah lelah dan tak ingin diganggu oleh siapapun itu.

Drrrttttt!

"Aish mengganggu sekali dia!" Keluh Chanyeol.

Drrrrtttttt!

"Astagah Tuhan! Sudahlah!"

Karna geram, Chanyeol pun mematikan daya handphonenya.
Dan suasana kembali hening tak ada suara-suara apapun.
Kebetulan kamar Chanyeol juga kedap suara. Bahkan suara hujan dari luar pun tak akan terdengar.

Direbahkannya tubuh besar nya itu ke atas sofa yang ada di kamarnya.

Menatap langit-langit kamar dalam diam. Matanya yang mulai sayu karna mengantuk, dengan pasrah ia pun memejamkan matanya dan tertidur pulas.

_______^

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 14, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ButterflyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang