Aku pikir memang kamu orangnya
-Arga Avegra
"Lo kenapa?" Suara bariton milik Farel terdengar di telinga Syalia. Dia menatap wajah Farel yang sedang mengerutkan keningnya.
Lalu Syalia memalingkan wajahnya kearah jendela kelas yang tepat ada disampingnya, karena posisi bangku yang dia duduki itu ada di pojok, sehingga dia bisa melihat lingkungan sekolah dari atas.
Merasa tak ada respon dari Syalia, Farel memilih untuk duduk diam di bangkunya saja, toh tadi dia baru saja datang dan melihat mata Syalia yang terlihat sembab seperti kodok.
"Gue nanya tuh dijawab dong"
"Gapapa"
Sudah ratusan ahh bahkan sudah ribuan kali Syalia bersikap seperti itu padanya, jadi Farel merasa SUDAH BIASA.
"Lo boong kan?"
"Hmm"
"Sya sampe kapan sih lo bersikap gini sama gue, lo anggap gue ada ga sih?"
Ucapan Farel barusan mendapatkan respon dari Syalia, buktinya kini Syalia menghadap wajah Farel karena tadi dia hanya menatap kearah luar.
"Lo ngomong apa sih? Gue cuma ga pngen cerita tentang keluarga gue Rel."
"Gue tau lo broken home, kalo lo ga mau cerita setidaknya jangan nunjukin raut muka yang kaya begitu. Lo bikin gue khawatir Sya."
"Muka gue kenapa emang?"
"Pi tabokeun"
"Tabok aja tabok"
"Ya kali ah, cewe cantik kaya lo mah pantesnya di peluk"
Farel serius dengan ucapannya, dia memeluk Syalia dengan erat. Namun hal itu yang mampu membuat Syalia tersenyum. Dia merasa hangat dengan Farel. Dia senang Farel marah marah tidak jelas, dia juga senang jika Farel tertawa.
"Udah lepasin ah, ntar guru liat oon"
"Ga mauuuu" Syalia terkikik mendengar suara Farel yang merajuk seperi anak 5 taun.
Farel juga senang melihat Syalia yang sepeti itu. Farel sadar sebenarnya Syalia adalah anak yang manja. Dan dia suka gemas sendiri jika melihat Syalia bermanja padanya.
'Kemaren pegangan tangan sama Arga sekarang pelukan sama Farel. Dasar bitch'
Celetukan itu sebenarnya sudah biasa didengar Syalia namun saat mendengar nama Arga disebut dia merasa tidak suka. Dia tidak mau namanya disebut berpasangan dengan Arga.
"Mereka sirik sama lo" Farel membisikinya lalu melepaskan pelukan.
"Gue udah tau. Peduli amat ah" Farel mengacungkan dua jempolnya pada Syalia.
Brakkk..
"Anjing gue kaget"
"Heh Arga, lo bisa ga sih gausah tendang tendang itu pintu." Lelaki blasteran jerman itu mendekati Arga ralat tepatnya mendekati pintu yang baru saja di tendang oleh Arga.

KAMU SEDANG MEMBACA
Syarga
Teen Fiction"Maaf maaf aja nih ya, gue orangnya dendaman. Bawaannya ga puas kalo belom liat lo terpuruk." "Asal lo tau Sya, dendam itu yang bakal bikin lo jatuh cinta berlutut lutut dihadapan gue"