Aku mah sayang nya ke kamu aja
-Arga
"Gue harus sayang sama dia"
Farel mengerutkan keningnya tidak paham maksud dari Syalia.
"Gimana maksudnya?" Syalia duduk menandakan dia akan berbicara sesuatu padanya.
"Sini duduk, ada yang mau gue kasih tau" Farel mengikuti arahan dari Syalia.
Saat itu juga Syalia menceritakan bagaimana alur perjodohan yang dipaksa oleh papanya hingga bagaimana dia dan Arga bisa sampai pacaran.
"Gue bisa ceria kaya dulu lagi kalo sama dia." Ucap Syalia dengan senyum yang terus mengembang.
Farel suka melihat Syalia tersenyum seperti itu, namun kali ini senyuman itu membuatnya sakit. Senyuman cantik itu milik Arga.
"Kenapa lo ga bilang sama gue Sya?" Suara Farel melembut.
"Gue kacau saat itu Rel."
Farel diam, dia sangka semua tentang Syalia sudah dia ketahui tapi ternyata tidak.
"Farel." suara perempuan membuat Syalia dan Farel menoleh kearah belakang tepatnya sumber suara.
Saat itu juga mereka bertemu dengan perempuan yang sedang memegang cup berisikan es krim.
"Lo beneran Farel kan?"
Syalia memperhatikan perempuan yang sepertinya salah satu fans berat Farel.
Dia imut, lebih pendek dariku. Fikir Syalia
"Iya?" respon Farel dengan wajah bingungnya.
"Aaaaa" tiba tiba perempuan itu berteriak histeris membuat Syalia maupun Farel terkejut sendiri.
Perempuan itu mendekati mereka, tepatnya mendekati Farel.
"Gue Nadine, gue masa depan lo."
Syalia dan Farel membulatkan mata mendengar ucapan dia, sompral banget anaknya.
"Ih apaan si?" Farel menjauh darinya karena perempuan bernama Nadine itu terus mendekatinya bahkan Syalia saja sampai harus sedikit bergeser.
"Gue suka banget sama lo rel, lo tuh selalu gue mimpiin"
"Di mimpi gue tuh lo suka cium gue tiba tiba."sambungnya lagi.
Syalia tertawa mendengar ucapan Nadine, dia polos.
"Ngawur lo! Sana pergi jauh jauh."
"Ga mau aku pengen deket sama masa depan."
"Gue jijik etdah."
Farel beranjak dari duduknya dan saat itu pula dia langsung berlari. Melihat Farel yang pergi darinya..
"Fareeeeel" Nadine langsung ikut mengejar Farel. Dan ditaman tadi Syalia tidak habis habisnya tertawa.
Syalia memilih ke kelas, karena sebentar lagi pelajaran akan dimulai.
Lorong sekolah sudah sepi karena 3 menit yang lalu bel sudah bunyi. Syalia menatap tajam 3 orang perempuan yang sedang menghalangi jalannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Syarga
Teen Fiction"Maaf maaf aja nih ya, gue orangnya dendaman. Bawaannya ga puas kalo belom liat lo terpuruk." "Asal lo tau Sya, dendam itu yang bakal bikin lo jatuh cinta berlutut lutut dihadapan gue"
