"Rene, please" Suho menahan langkah Irene, meski goyah Irene berusaha tegar dan menatap tajam mata Suho.
"Kamu harus denger dulu, kamu belum dengerin penjelasanku sama sekali" Suho masih berusaha membujuk Irene.
"Suho, kurang dari satu jam kamu mau jadi suami orang. Its over, kamu mau jelasin sekarang udah terlambat." Irene terlihat khawatir, takut Wendy tahu mereka disana. Sementara gereja udah mulai penuh sama tamu undangan.
"Rene I'm in love" confess Suho. Entah kenapa Irene udah ngga terlalu sakit dengernya.
"Yes i kno" Irene mencoba tersenyum menatap mata Suho.
"No you dont. I'm in love with you, and really do" Suho mengelus wajah Irene pelan, membuat gadis itu membeku.
"Suho.."
"Tapi aku ngga bisa mundur sayang, semua udah dipersiapkan begitu matang" suara Suho penuh penyesalan, matanya meredup. "But I'll never stop loving you, Irene"
"Stop, stop talkin' 'bout shit" cerca Irene.
Suho kembali memegang wajah Irene, lalu mendekap tubuhnya erat. Seketika Suho melepas pelukannya lalu berkata "Irene, i've been waiting so long to do this. Lemme.." Suho mendekatkan wajahnya ke wajah Irene, lalu mengecup pelan bibir gadis itu. Matanya terpejam, tangannya menahan kedua lengan Irene.
Irene berusaha keras mendorong tubuh Suho, tapi cowo itu dengan paksa melumat bibir Irene dengan kasar. Sampai Irene dengan keras menggigit bibir bawah Suho lalu mendorongnya selagi dia lengah.
"Suho lo gila?" Udah ngga sudi ber aku kamu lagi yeu.
Suho terkejut melihat reaksi Irene.
"Lo ngga bisa seenaknya kaya gitu. Lo lupa kata kata lo dua tahun lalu dibandara? Lo bohongin gue Suho!" Irene berteriak penuh emosi. Dia beneran nunggu momen ini dari dulu.
"Ya aku masih inget semua"
"YOU SAID YOU WILL ALWAYS LOVE ME. Gue selalu jaga hati gue buat lo disana. Tapi disini lo malah pacaran sama Wendy? Sahabat gue sendiri. Dan lo ngga terus terang, padahal tiap hari kita skype. YOU ARE LIAR SUHO!!"
"Rene, i do love you"
"Lo ga bisa seenaknya ngomong cinta begini Suho. Lo harusnya mikir, kenapa harus Wendy sih? Pernah ngga lo ngerasain di khianatin sama dua orang sekaligus? Lo jahat banget"
"Maaf Sayang, maaf" Suho berusaha mendekap Irene lagi. "Awalnya aku cuma mau berbagi sama orang yang mengerti perasaanku. Dan sejak kamu pergi, cuma Wendy yang mengerti. Aku ngga nyangka ada perasaan sayang yang tumbuh," katanya menyesal. "Aku cuma ngga bisa nolak waktu dia butuh status yang jelas..."
"Seandainya aku bisa sedikit lebih tegas, saat ini kamu yang berdiri disana" air mata terlihat menggenang dimata Suho.
Irene hampir goyah, lalu memejamkan matanya erat, berusaha mengumpulkan keberaniannya. Ga boleh goyah, ga boleh goyah.
"Gue ngga peduli ya lo mau ngomong apaan Ho. Kenapa baru sekarang lo bilang? Disaat gue udah mulai bisa menerima semuanya? Lo jahat banget Suho, asal lo tau aja"
"Dari dulu aku terlalu malu biat menemui kamu Rene. I'm just such a jerk, loser"
"Yes you aRE!! Mulai sekarang jangan ganggu hidup gue lagi!" Irene berbalik lalu meninggalkan Suho sendirian di lorong gereja, menahan air matanya yang hampir terjun bebas begitu aja.
Irene berlari menuju toilet, lalu mengurung diri disana. Menumpahkan tangisnya.
Tok tok
"Rene.." tanya seseorang dibalik pintu "are you okay?"
