Jebakan-kah?

20.6K 1.2K 3
                                        

"Ar.. Arbi? Nga-ngapain kamu di sini?" Tenggorokanku tercekat saat mengetahui yang datang adalah Arbi.

"Maris kamu udah datang, Arbi udah nunggu dari tadi." Ucap papa.

Aku masih belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi, tergambar jelas raut wajah Arbi yang santai dan sangat berbanding terbalik denganku.

"Pa boleh aku ngobrol berdua dulu sama Arbi?" Tanyaku pada papa yang disambut anggukan olehnya.

"Mau ngobrol sama calon suami pake acara ijin, silahkan aja!" Kata papa diiringi tawanya lalu pergi meninggalkan aku dan Arbi.

"Arbi jelasin sebenarnya apa maksud semua ini, kenapa tiba-tiba aja kamu dateng seolah-olah tidak ada apa-apa dan membohongi papa mama ku tentang Calon suami?" Aku meminta pejelasan pada Arbi sesaat setelah langkah papa sudah menjauh dari kami.

"Membohongi papa mama? Aku nggak ngelakuin hal itu." Jawabnya santai.

"Arbi please!" Aku muak dengan tingkah santainya.

"Ris, kamu tuh harusnya makasih sama aku karna disaat kamu didesak papa dan mama kamu untuk nikah, aku dengan baik hati mau membantu kamu,  simple kan?"

"Oh jadi kamu kaya gini karna kasihan sama aku! Denger ya Bi, aku gak butuh kasian dari kamu, lagian aku juga masih bisa kok usaha cari jodoh sendiri tanpa campur tangan dari kamu." Aku sudah terlampau emosi.

"Kita lihat seberapa kuatnya kamu dengan segala bentuk gengsi yang kamu punya." Jawab Arbi dengan seringaian jahilnya.

"Arbi sekali lagi aku gak butuh bantuammhm!" Ucapanku terjeda saat tiba-tiba bibir Arbi menyentuh bibirku. Aku mencoba memberontak namun ia menahannya, lumatan lumatan lembut yang dia berikan mampu menguapkan kesadaranku.

Entah sejak kapan kewarasan yang aku punya hilang dari otakku. Aku yang masih terkejut tidak melakukan hal apapun selain diam dan menerima ciuman darinya.

"Kalau mau aman, ikuti aja Cara bermainku!" Ucap Arbi setelah menghentikan aksi gilanya.

Aku yang sedari tadi terengah-engah mencoba memulihkan kesadaran. Aku hanya menatapnya dengan tatapan bingung.

"Besok orangtuaku kesini, itu permintaan Mama kamu. Dan mama papaku juga tidak keberatan dengan hal itu." Jelasnya sembari melangkah pergi dari hadapanku.

Ya Tuhan apa maksud semua ini?

______________

Download ebook bisa langsung klik link di bio aku ya! 💕








In Fine WeddingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang