Kamu Mengejutkan

20.1K 933 0
                                        


-Empat minggu kemudian-

Arbi

Aku terpaksa bangun, padahal baru tidur dua jam yang lalu.

Sialnya, ada salah satu klien yang meminta buat ketemu pagi ini. Aku menoleh ke arah samping, Maris dengan polos masih nyenyak nyaman di tidurnya setelah menyelesaikan kesekian ronde yang kita lewati malam tadi.

Agak merasa bersalah, karna dia kelihatan capek banget. Aku mengambil handuk, segera masuk kamar mandi untuk bersih-bersih, setelah semua siap aku mencium kening Maris dengan hati-hati agar tidak mengganggu tidurnya.

"Aku berangkat dulu sayang," Pamitku lalu beranjak keluar kamar menuju kantor tepat pukul enam pagi.

***

Maris

Jam setengah sepuluh lewat aku baru bangun, aku terkejut saat meraba kasur di sampingku ternyata sudah kosong.

"Kemana Arbi?" Batinku, Aku meraih ponsel di atas nakas.

From : My Husband

Sayang maaf ya, aku pergi duluan!
Ada meeting dadakan pagi ini. Aku udah beliin sarapan buat kamu di meja makan.
Nanti makan siang bareng ya di kantorku, aku tunggu ❤

Aku tersenyum membaca pesan dari Arbi, setelah bersih-bersih aku segera mengambil bingkisan bubur ayam yang sudah Arbi beli untuk sarapan.

***

Setengah dua belas siang aku langsung meluncur ke kantor Arbi, niatnya mau ngajakin dia makan siang di luar aja. Karna tiba-tiba aku pengen soto babat.

"Lin Pak Arbi udah keluar dari ruangannya?" Tanyaku pada Alin sekertaris Arbi.

"Belum Bu, tadi ada rekan kerja pak Arbi yang datang. Langsung masuk saja ke ruangannya." Ujar Alin mempersilahkan.

"Oke, makasih ya." Jawabku. Alin mengangguk sembari tersenyum ramah.

Aku terkejut saat sampai di depan pintu ruangan Arbi, ku lirik dari celah pintu yang tidak terkunci, ternyata yang datang adalah Farid!

Mau ngapain dia datang kesini??
Aku penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, tanpa berniat untuk masuk ruangan. Aku cuma mendengar perbincangan mereka dari balik pintu.

Dan akhirnya aku tau apa yang mereka bicarakan, aku benar-benar gak nyangka Arbi ngelakuin semua ini!

Tanpa basa-basi aku langsung pergi dari kantor Arbi, aku nggak tau harus kemana selain pulang ke rumah mama.

Tega banget Bi kamu sama aku!

***

Arbi

Udah hampir setengah satu siang, tapi Maris tidak datang- datang. Dia juga nggak kasih kabar apa-apa.

'Nomor telfon yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi...' Begitu terus setiap aku berusaha menghubungi nomornya.

Gak biasanya dia kaya gini! Aku membereskan beberapa berkas yang ada di meja. Tiba-tiba ada satu panggilan masuk.

Mama mertua's calling.

"Hallo ma," Sapaku.

"Hallo Arbi, kamu dimana nak?"

"Aku di kantor ma, ada apa?"

"Enggak, mama cuma mau bilang kalo Maris tadi siang kesini. Gak tau katanya kangen sama mama."

"Terus sekarang Maris di mana ma, aku telfon nomernya gak aktif?"

"Dia lagi tidur, mungkin ponselnya mati."

"Ya sudah ma gak pa-pa, nanti kalo Arbi nggak lembur aku susul kesana."

"Ya sudah gitu aja, mama tutp ya!" Ucap mama sembari mengakhiri sambungan telfonnya.

Malam harinya, aku baru pulang jam sepuluh setelah meeting.

Niatnya mau nyusulin Maris, kata mama dia menginap di rumahnya. Tapi karna akses jalan ke arah rumah mama macet total, aku memilih pulang daripada ngantuk di perjalanan.

To: istri ❤

Kamu nginep di rumah mama?’

Satu pesan singkat ku kirim ke Maris, tidak ada balasan sampai jam setengah dua belas malam.

To: istri❤

‘Besok pagi aku jemput ya, nice dream sayang ❤’

In Fine WeddingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang