Chap 13: I plan on being with you until forever ends.

20K 1.5K 68
                                        

Hari cepat berlalu begitu juga dengan malam yang telah berganti menjadi pagi. Bulan telah digantikan oleh matahari yang perlahan menunjukkan dirinya di langit.

Savanna merubah posisi tidurnya saat sinar matahari menembus gorden menerpa wajahnya membuat tidurnya jadi terusik lalu kembali tidur.

Savanna merubah posisi tidurnya saat sinar matahari menembus gorden menerpa wajahnya membuat tidurnya jadi terusik lalu kembali tidur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dua manusia berbeda jenis itu terlihat sangat lelap dalam tidur mereka. Sepertinya mereka memang bermimpi indah. Dan kenyamanan yang mereka rasakan membuat mereka tidak ingin terbangun. Masih membutuhkan kenyamanan yang diciptakan dari hangatnya pelukan satu sama lain.

Fantasi mimpi indah seakan menambah kenyamanan mereka dan mendukung mereka untuk semakin lelap dalam tidur. Entah ada dengan mereka. Inikah yang dinamakan rasa nyaman karena cinta?? 1.000.000 percent accurate.

Sampai akhirnya, Savanna lah yang pertama membuka kedua matanya karena merasakan hembusan hangat yang menerpa puncuk kepalanya.

Savanna menikmati momen paginya dengan menatap lekat wajah lelap Sion yang masih terlihat tampan dan menggemaskan lalu merekamnya kedalam memorinya.

Jika Savanna tau rasa nyaman tidur bersisihan dengan orang yang dicintai bisa sangat senyaman ini membuatnya tidak ingin beranjak. Mungkin Savanna akan menyetujui ajakan Sion yang ingin tidur bareng.

Karna sebelumnya Savanna memiliki pikiran negatif jika mereka tidur bareng. Bagaimanapun juga Sion adalah laki-laki. Pasti Savanna takut terjadi 'something'. Namun, Savanna percaya Sion tidak akan melakukan 'something' sebelum mereka terikat dalam janji suci.

Savanna terlihat seperti orang gila yang tidak berhenti untuk tersenyum menatap Sion. Savanna menatap kedua mata Sion yang masih tertutup. Kedua mata yang jika terbuka dan menatap dirinya seperti mata burung elang yang tajam mengintimidasi mangsanya.

Savanna menggigit bibir bawahnya dan tangannya terangkat untuk menangkup sisi wajah Sion. Savanna melakukannya dengan pelan karna tidak ingin Sion jadi terusik. Ibu jarinya mengusap pelan pipi Sion. Kulitnya terasa lembut. Itu yang Savanna rasakan.

Meski Savanna sudah pelan-pelan. Kedua mata Sion bergerak dan perlahan terbuka. Sion tidak merasa terusik justru usapan pelan diwajahnya membuat kedua matanya ingin terbuka.

"Jangan menggigit bibirmu." Suara serak Sion yang sehabis bangun tidur.

"Hanya aku yang boleh menggigitnya." Setelah itu Sion mencium bibir Savanna penuh kelembutan.

Mereka menyudahi saat oksigen disekitar mereka habis. Sion tersenyum, "morning kiss."

Sedangkan Savanna terlihat malu dengan rona merah di wajahnya dan senyuman yang tertahan.

SAVANNATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang