"Bye, good night baby."
Sion mengecup kening Savanna.
"Bye, good night. Sweet dreams."
Sion terkekeh, "always. You it's my sweet dream."
Sion memberikan senyumnya sebelum melangkah pergi dari depan pintu rumah Savanna.
Savanna melambaikan tangannya kepada Sion yang berjalan ke rumah disebelah rumahnya. Sesekali cowok itu melayangkan kiss bye atau kedipan mata yang membuat Savanna terkekeh.
Savanna mengatakan 'i love you' tanpa suara ke arah Sion. Sion yang sudah berada didepan pintu rumahnya, tersenyum lebar lalu membalas perkataan Savanna 'i love you too' tanpa suara.
Savanna masuk ke dalam rumahnya. Menutup pintu, menyenderkan punggungnya disana dan menghela nafas serasa memejamkan kedua matanya.
Ia kembali mengingat apa yang terjadi di Pierce's Cafe. Savanna berusaha untuk tidak negative thinking. Ia tidak ingin memikirkan apa yang telah ia pikir sudah menghilang dan kini kembali lagi. Savanna menyakinkan dirinya bahwa ia hanya mimisan karna kelelahan. Mungkin terlalu memaksa diri terlalu fokus dalam belajar atau terlalu banyak yang di pikirkan.
Savanna menarik nafas tajam lalu menghembuskannya perlahan sambil membuka kedua matanya.
Untuk saat ini, ia melupakan hal yang telah terjadi. Savanna tidak akan membiarkan rasa takut memakannya.
Paginya, Savanna telah rapi dengan pakaian cassualnya. Mendapati Sion sudah ada di rumahnya, duduk di meja makan sambil berbincang dengan mommynya.
Savanna mengecup pipi mommynya lalu duduk di samping Sion dan melayangkan kecupan di pipi cowok itu. Sion lalu melayangkan kecupan di pelipis Savanna.
"Tidur nyenyak?" Tanya Sion. Tangan kiri Sion berada di atas kepala kursi yang Savanna duduki.
Savanna tersenyum serasa menganggukkan kepalanya lalu memakan rotinya dengan nikmat.
Selesainya, Savanna dan Sion berpamitan dan segera pergi ke kampus mereka.
Savanna mengucapkan terima kasih saat Sion membukakan pintu mobil untuknya. Sion melingkarkan tangannya di pinggang Savanna dan bersama-sama masuk ke dalam gedung kampus.
Sion memastikan Savanna benar-benar aman di pantauannya. Mengantarkan Savanna sampai masuk ke dalam kelas gadis itu. Sion mengecup puncuk kepala Savanna dan mengatakan jika ada apa-apa segera hubungi dirinya setelah itu cowok itu melangkah pergi.
Senna tidak lama datang. Mengambil duduk disamping Savanna.
Saat dosen mulai masuk, Senna menghela nafasnya, "huh... Penyiksaan dimulai."
Savanna tersenyum serasa menggelengkan kepalanya mendengar keluhan Senna dan memulai membuka bukunya.
Ditengah-tengah mendengar penerangan dari dosen. Senna berbisik pelan kepada Savanna.
"Sav, lo udah baikan?"
Savanna menatap Senna, menampilkan senyumnya dan mengangguk, "itu cuma mimisan doang, Sen."
"Ya tapi tetep aja. Gue takut dan khawatir liat darah keluar dari hidung lo. Ini baru kali ini gue liat lo kayak gitu." Ujar Senna.
Savanna menangkup salah satu tangan Senna yang berada di atas meja.
"Trust me. I'm fine. Hanya kelelahan jadinya mimisan."
Senna mengangguk.
Savanna mulai fokus kembali ke penjelasan yang diberikan dosennya. Ada hal yang di ragukan olehnya. Antara mimisan atau penyakitnya kembali. Ia tidak tau sebab awal munculnya sama antara mimisan dan penyakitnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVANNA
Teen FictionCerita klasik Savanna Quney Riley adalah cewek cantik nan manis yang punya kehidupan yang ga biasa dan ditemani dengan pacar yang tambah ga biasa. Kesehari-harian Savanna di temani oleh tingkah absur tapi lucu tapi juga ngeselin oleh pacarnya. Biki...
