Keadaan di dalam mobil hening. Tidak ada yang bersuara. Hanya suara radio yang menyiarkan lagu I Think I'm In Love dari Kat Dahlia menguar mengisi keheningan.
Mama Savanna (Anya) sibuk fokus menyetir. Savanna yang duduk di bangku penumpang depan asik menatap keluar jendela sambil bergumam mengikuti alunan lagu.
Sementara di bangku belakang, Mama Sion (Nana) sedang tidur dan Sion yang asik bermain ponselnya.
Hari ini mereka akan pergi ke rumah nenek dan kakek, ayah dan ibu Anya. Sebenarnya hanya Savanna dan si mama yang akan pergi ke rumah nenek dan kakek. Lalu kenapa Sion dan Nana ikut Savanna dan Anya untuk berkunjung??
Ini bermula kemarin malam saat Savanna mengabarkan kepada Sion bahwa rencana mereka pergi ke pantai dan taman bermain batal karna Savanna harus ikut si Mama pergi untuk mengunjungi Nenek dan Kakek. Savanna tidak mungkin mengatakan tidak ikut karna tidak mau Mamanya sendirian. Sisi lain, ia juga merindukan neneknya.
Reaksi Sion?? Sebenarnya dia kecewa dan sedih karna kencan mereka batal namun ya mau gimana lagi. Sion hanya mampu menerimanya dengan sabar. Dia tidak ingin melarang Savanna mengunjungi nenek dan kakeknya hanya demi kepentingannya sendiri.
Tidak lama terbesit ide untuk ikut Savanna mengunjungi nenek dan kakek gadis itu agar bisa bersama Savanna. Nana yang melihat anaknya sibuk packing di kamar. Akhirnya bertanya mau kemana Sion membawa pakaian. Tadinya, Nana berpikir Sion akan minggat dari rumah.
Namun setelah mendengar penjelasan dari Sion. Nana tertarik untuk ikut berhubung suaminya pergi ke luar negeri dan ia jadi sendirian dirumah. Sekalian refresing dan bersilah turahim dengan Ibu sahabat karibnya terdengar menyenangkan.
Disinilah akhirnya mereka, satu mobil sedang dalam perjalanan ke rumah nenek dan kekak Savanna yang berada di Jawab Tengah ditempuh menggunakan mobil milik Anya. Mereka akan bergantian mengemudi agar tidak lelah.
"Baby.." panggil Sion berbisik ke bangku penumpang depan.
"Hmm" jawab Savanna.
Sion menghela nafasnya. Ia bosan tidak ada teman mengobrol. Savanna yang duduk didepan menyusahkan Sion untuk bermanja. Sion sudah bermain ponsel untuk membunuh kebosanannya namun masih tidak bisa.
"Tante Anya." Panggil Sion.
"Iya. Kenapa Sion??" Tanya Anya.
"Tante pasti cape nyetir ya. Biar Sion aja yang gantiin tempat tante." Tawar Sion.
"Boleh nih, Sion. Tante rasanya ngantuk mau tidur."
Savanna yang mendengarnya pasti tau hanya akal-akalan Sion saja ingin dekat dengannya dan ternyata faktanya memang benar. Agar Sion bisa melihat Savanna.
Setelah mobil ditepikan. Sion dan Anya bertukar posisi. Anya dibangku belakang tidur sama dengan Nana sementara Sion yang mengemudi.
"Modus bilang aja mau deket-deket kan" tebak Savanna.
"Biar bisa liat kamu. Dibelakang kan ga bisa."
"Fokus nyetir aja. Awas kalo ga fokus."
Sion menghela nafasnya, "siap, baby."
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVANNA
Fiksi RemajaCerita klasik Savanna Quney Riley adalah cewek cantik nan manis yang punya kehidupan yang ga biasa dan ditemani dengan pacar yang tambah ga biasa. Kesehari-harian Savanna di temani oleh tingkah absur tapi lucu tapi juga ngeselin oleh pacarnya. Biki...
