Selamat datang di cerita baru hasil Kolaborasi aku dan temanku feni_cempaka
This part written By Me #adeepp
Simak juga You Got Me yea,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tinggal sentuhan Lipstik berwarna Nude dan,
Perfect.
Batin gadis dengan rambut brunette yang sendari tadi menghabiskan waktu pagi harinya dengan merias diri, Laura Osso. Gadis yang selalu tertimpa kesialan, dari mulai mempunyai atasan yang galak sampai di tolak oleh sang pujaan hati.
Laura senang sekali memandangi diri sendiri yang menurutnya harus selalu terlihat cantik dan menarik, untuk apa lagi? Tentu untuk membuat pria yang menolaknya, Derek Calvin. Merasakan penyesalan yang tidak terbantahkan.
Wanita cantik itu terlihat sangat ceria pagi ini, senyum indah selalu terlukis di bibir ranumnya.
"Aku yakin hari ini akan berjalan dengan baik," ucap Laura menyemangati dirinya, masalah yang menimpanya kemarin tidak akan mengoyahkan semangat mengebu yang di miliki gadis manis itu. Gadis itu tidak bangun kesiangan kali ini.
Mata dengan iris abu indah itu melihat jam tangan kecil berwarna silver yang melekat indah di tangan kanannya dan dalam hitungan detik Laura terkejut dengan jarum pendek yang menunjukan angka tujuh dengan jarum panjang menunjukan delapan
shit! Again. Lagi dan lagi aku terlambat!
Batin Laura sembari mengambil tas cantiknya dengan brutal. See! Gadis cantik itu teralu menikmati merias dirinya sehingga lagi dan lagi dia harus di kejar oleh waktu. Dan kemungkinan besar dia akan terlambat lagi,
Shit
Laura segera mengunci apartemennya, dan kemudian meninggalkan lorong untuk sampai di Lift, wanita cantik itu dengan brutal menekan tombol lift supaya cepat terbuka dan membawanya ke lantai bawah,
"Come on,lift sialan!! " Laura mengumpat pintu lift di hadapanya dengan sentuhan tendangan di akhir, dan ajaibnya pintu lift tersebut langsung terbuka.
Laura yang merasa heran dengan kejadian tersebut langsung memasuki lift tersebut dan tentu saja gadis dengan rambut bruntte itu menghiraukan salah satu penumpang yang terlihat mencurigakan. Yang ada di pikiran Laura sekarang hanyalah bagai mana cara supaya dirinya tidak telat masuk kantor dan supaya tidak di marahi atasannya yang menyebalkan itu.
Tarikan nafas laura semakin teratur, wanita itu sudah kembali tenang dan seketika gadis manis itu mengarahkan mata abunya untuk menatap seisi lift yang tengah membawanya ke lobby.