Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Suara deburan obak memaksa menerpa gendang telinga seorang wanita yang tengah melangkahkan kakinya di atas pasir indah berwarna Pink.
Semilir angin menerpa lembut wajah cantiknya, gadis itu mencoba menikmati suasana pantai dengan cara memejamkan matanya. Senyuman kini terlukis indah di bibir tipisnya, rasa tenang menyelimuti dirinya Sehingga membuat gadis itu sangat menyukai suasana pantai.
Matanya terbuka saat kaki si gadis 'tak sengaja di belai oleh ombak yang menggulung pantai indah itu tiada ampun.
Kakinya otomatis mundur, gadis itu tidak mau kakinya basah, Laura memperhatian ombak yang menjauh dengan perasaan senang. Kini tubuhnya menghadap ke arah laut lepas yang berwarna biru, dan senyuman kembali terlukis. Biru laut juga membuat gadis itu merasakan ketenangan yang tiada akhirnya.
Angin nakal kembali menerpa rambut Bruntte-cruly-nya. Dan Laura sangat menyukai hal tersebut. Gadis itu menatap laut biru dengan penuh minat, rasanya Laura ingin sekali berenang ke tengah. Meninggalkan daratan yang membuatnya bosan.
Saat gadis itu akan melangkahkan kakinya mengejar Ombak, Laura di kagetkan dengan sebuah tangan yang melingkar posesif di atas perut ratanya.
"Mine"
Sebuah suara serak dan dingin terdengar oleh pendengaran gadis berambut bruntte-cruly itu. Jantung Laura berpacu, beribu tetes keringat keluar tanpa permisi meninggalkan kesan sejuk karena langsung di terpa oleh angin laut yang sedikit kencang.
Tangan Laura mencoba melepaskan pelukan yang membuatnya risih dan nyaman dalam waktu bersamaan. Situasi gila ini membuat otak cantiknya tidak bisa bersinggungan. Bagaimana bisa seseorang bisa merasakan risih dan nyaman dalam waktu yang bersamaan?
Panggil dia gila itu solusinya. Tidak ayolah, Laura sangat kesusahan mencoba melepaskan tangan kekar yang memeluknya. Bahakan jantungnya berpacu menjadi lebih cepat 'tak kala gadis itu merasakan sebuah benda dingin menempel tepat di atas Nadi Carotis.
"Aku menyukai darah" ucap kembali pria misterius itu sembari menempelkan sebuah pisau lipat tapat di atas Nadi Carotis Laura.
Laura menahan nafasnya, tubuhnya bergetar dan pikiranya berpusat pada benda yang menempel indah di leher tepat di bawah telinganya.
"Dan aku pernah membaca suatu buku, bahwa jika kamu memutuskan urat Nadi Carotis tepat di leher, maka darah segar akan memancar seperti air mancur."