This part was written by me
Enjoy
Aku masih tidak bisa move on dengan kelopak bunga sakura waktu di Jepang, warnanya membuat mataku merasa tenang.
Tapi setelah aku tiba di Rumania, tiba-tiba hawa dingin menerpa setiap sel dan sensorik kulitku. Rasa dingin menusuk dengan hawa lembab menyambut kedatanganku.
Aku suka ini.
Bahkan rintik air hujan mulai turun 'tak kala aku berjalan di area ladasan pesawat terbang, semakin cepat langkahku semakin deras pula air turun membahasi aspal membuat aku semakin berlari cepat ke arah bandara.
Bandara pada pagi dini hari --4am-- seperti ini terlihat sangat sepi dan kosong, bahkan aku tidak menemukan satu orang 'pun selain diriku dan dua pria yang mungkin sedang menjaggaku? Entah dua pria dewasa di belakangku terus saja mengikuti langkahku seakan mereka memang di tugaskan untuk menjagaku.
"Nona, tunggu. " Max seketika menghentikan aku berjalan dengan buru-buru.
Aku memperhatikan pria bernama Max yang tadi menghentikan aku, wajahnya putih bersih tapi dingin dan serius.
"Sebaiknya kita mampir ke kantin bandara untuk mengisi perut kosong dan sembari menunggu hujan reda, " ucap Max sembari memperhatikan jam tangannya dengan teliti, seperti pria itu tengah membaca sebuah hurup.
Aku mengangguk tanda mengiyakan perkataan Max, karena jujur saat Max mengatakan kata lapar entah kenapa tiba-tiba merasakan perutku lapar minta diisi.
"Lewat sini," ucap Mex menginstruksikan supaya mengikuti dirinya.
Max and Mex dua pelindung kembar yang di kirim oleh pria misterius untuk melindungi aku, entah apa juga maksud si pria misterius tapi aku sedikit senang.
Jujur Max and Mex adalah tipe pria asik diajak ngobrol, walau pun mereka mempunyai paras dingin tapi mereka pendengar yang baik.
Aku dan kedua pria ini langsung berjalan ke arah area kantin, di mana area kantin ini sangat sepi.
"Saya akan memesan makanan, Mex jagalah Nona kita. "
Aku langsung menatap Max, saat dia pamit akan memesan makanan dan kemudian aku mengiyakan.
"Dan sekarang hanya tinggal aku dan kamu, Mex. " aku mengalihkan perhatianku ke arah pria tampan di hadapanku. Aku juga langsung melihat salah satu alis dia terangkat.
"Tentu Nona, Max sedang mengambil makanan untuk kita."
Aku memutar kedua bola mataku jengah, melihat Mex berbicara tanpa ekspresi membuat aku ingin berteriak kencang di hapadan wajah yang sayangnya tampan.
"Mex, apa setelah ini kita semua akan pergi ke hotel untuk beristirahat?" aku menggosok kedua tanganku, karena suhu yang lumayan dingin menerpa tubuhku yang sudah menggunakan jaket tebal.
"Saya ada satu titipan dari boss Nona, mungkin ini bisa membatu menjawab pertanyaan tadi."
Aku langsung tersenyum, ku tebak pasti sebuah surat lagi. Sebuah surat dengan kata-kata yang entah bisa membuat aku bahagia saat membacanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luxurious Guy ✔
RomancePria brengsek, tapi... Shit. You guys must read this story. #end!
