20. Rumania

92 11 0
                                        

This part was written by me

Enjoy

Aku  masih  tidak  bisa  move  on  dengan  kelopak  bunga  sakura  waktu  di  Jepang,   warnanya  membuat  mataku  merasa  tenang.

Tapi  setelah  aku  tiba  di  Rumania, tiba-tiba  hawa  dingin  menerpa  setiap  sel  dan  sensorik  kulitku.  Rasa  dingin  menusuk  dengan  hawa lembab  menyambut  kedatanganku.

Aku  suka  ini.

Bahkan  rintik  air  hujan  mulai  turun  'tak  kala  aku  berjalan  di  area  ladasan  pesawat  terbang,  semakin  cepat  langkahku  semakin deras  pula  air  turun  membahasi aspal  membuat  aku  semakin  berlari cepat  ke  arah  bandara.

Bandara  pada  pagi  dini  hari --4am-- seperti  ini  terlihat  sangat  sepi  dan  kosong,  bahkan  aku  tidak  menemukan  satu orang  'pun  selain  diriku  dan  dua pria  yang  mungkin  sedang menjaggaku?  Entah  dua  pria  dewasa  di  belakangku  terus  saja  mengikuti  langkahku  seakan  mereka  memang  di  tugaskan  untuk  menjagaku.

"Nona, tunggu. "  Max  seketika menghentikan  aku  berjalan  dengan buru-buru. 

Aku  memperhatikan  pria  bernama  Max  yang  tadi  menghentikan  aku, wajahnya  putih  bersih  tapi  dingin dan  serius.

"Sebaiknya  kita  mampir  ke  kantin bandara  untuk  mengisi  perut kosong  dan  sembari  menunggu hujan  reda, "  ucap  Max  sembari  memperhatikan  jam  tangannya dengan  teliti,  seperti  pria  itu  tengah  membaca  sebuah  hurup.

Aku  mengangguk  tanda  mengiyakan perkataan  Max,  karena  jujur  saat Max  mengatakan  kata  lapar  entah kenapa   tiba-tiba  merasakan  perutku  lapar  minta  diisi.

"Lewat  sini,"  ucap  Mex menginstruksikan  supaya  mengikuti dirinya.

Max  and  Mex  dua  pelindung kembar  yang  di  kirim  oleh  pria misterius  untuk  melindungi  aku, entah  apa  juga  maksud  si  pria misterius  tapi  aku  sedikit  senang.

Jujur  Max  and  Mex  adalah  tipe  pria  asik  diajak  ngobrol,  walau  pun  mereka  mempunyai  paras dingin  tapi  mereka  pendengar  yang  baik.

Aku  dan  kedua  pria  ini  langsung berjalan  ke  arah  area  kantin,  di mana  area  kantin  ini  sangat  sepi.

"Saya  akan  memesan  makanan,  Mex  jagalah  Nona  kita. "

Aku  langsung  menatap  Max,  saat  dia  pamit  akan  memesan  makanan dan  kemudian  aku  mengiyakan.

"Dan  sekarang  hanya  tinggal  aku dan  kamu,  Mex. "  aku  mengalihkan perhatianku  ke  arah  pria  tampan  di  hadapanku.  Aku  juga  langsung melihat  salah  satu  alis  dia  terangkat.

"Tentu  Nona,  Max  sedang mengambil  makanan  untuk  kita."

Aku  memutar  kedua  bola  mataku jengah,  melihat  Mex  berbicara tanpa  ekspresi  membuat  aku  ingin berteriak  kencang  di  hapadan  wajah  yang  sayangnya  tampan.

"Mex,  apa  setelah  ini  kita  semua akan  pergi  ke  hotel  untuk beristirahat?"  aku  menggosok  kedua tanganku,  karena  suhu  yang lumayan  dingin  menerpa  tubuhku yang  sudah  menggunakan  jaket tebal.

"Saya  ada  satu  titipan  dari  boss Nona,  mungkin  ini  bisa  membatu menjawab  pertanyaan  tadi."

Aku  langsung  tersenyum,  ku  tebak pasti  sebuah  surat  lagi.  Sebuah surat  dengan  kata-kata  yang  entah bisa  membuat  aku  bahagia  saat  membacanya.

Luxurious Guy ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang