17. Bali

169 19 2
                                        

Thiw written by feni_cempaka
Happy reading!

Laura  berjalan  mengikuti wanita  asia  yang  kini  berjalan memasuki  pesawat,  lagi?  Laura membungkam  mulutnya, berusaha  agar  tidak  berkata kasar.  Bagaimana  mungkin  ia harus  pergi  lagi  ke  negara orang?

Kini  mereka  sampai  di  sebuah kamar  pesawat.  Wanita  asia  itu  berbalik,  dan  tersenyum ramah.  "Silahkan  istirahat nona,  pesawat  akan  kembali lepas  landas  ke  indonesia, saya permisi. "  wanita  asia  itu berjalan  meninggalkan Laura yang  termenung  di  tempatnya.

Laura  berbalik  dan  seketika berteriak. "Tunggu!!  Maksudmu bali?"  wanita  asia  itu mengurungkan  niatnya  saat hendak  menutup  pintu.  Ia menyembulkan  kepalanya,  dan mengangguk. "Iya  nona. "

Laura  mengangguk  ngangguk dan  tersenyum  konyol. "Kau bisa pergi. " ucap Laura sopan. Wanita  asia  itu  tersenyum  dan mengangguk,  lalu  menutup  pintu.

Gadis  berambut  pirang  itu  berjalan   mendekati kasur,  dan  merebahkan  tubuhnya  di  atas  kasur.  Ia  memejamkan  matanya  mencoba  mengistirahatkan  tubuhnya  yang  terasa  lelah.

Beberapa  jam  kemudian  pesawat  yang  di tumpangi  Laura  telah  mendarat  di  bandara  bali.  Laura mengerjapkan  matanya  dan menguap.  Ia  menormalkan penglihatannya  dan  memandang  sekelilingnya.

Tok tok

Suara  ketukan  pintu  membuat Laura  berdecak  malas  dan  segera  beranjak  dari  duduknya.  Ia  dengan  malas berjalan  mendekati  pintu dan  membukanya.  Wanita  asia  yang mengantarkannnya  kini  berdiri  di  hadapan  Laura  dengan  senyuman  ramah.

"Nona,  pesawat  telah  mendarat. Mari  ikuti  saya  nona. " ucap wanita asia itu berjalan  mendahului  Laura.  Gadis  paris  itu  dengan  sedikit  malas berjalan  mengikuti  wanita  asia itu.

Laura  kini  tengah  berjalan di dalam  bandara  yang  dipenuhi oleh  orang  orang  Eropa  dan Asia.  Gadis  paris  itu  kini  keluar  dari  bandara  dan memasuki  mobil  yang  sebelumnya  telah  diberi  tahu oleh  wanita  asia  tadi.

Dalam  perjalanan,  Laura  terus  memandang  kagum  pada tekstur  karya  seni  bangunan yang  berada  di  setiap  jalan. Dalam  beberapa  menit  Laura telah   sampai.   Laura  keluar dari  mobil  dan  menemukan seorang  wanita  Asia  yang berumur  sekitar  dua  puluhan menyapanya  dengan  sopan.

"Selamat  pagi  nona  Osso.  Mari ikuti  saya. "  ucapnya  berjalan mendahului  Laura.  Gadis brunette  itu  berjalan  mengikuti wanita  Asia  itu  yang  memasuki hotel.  Mereka  sampai  di  dalam hotel  dan  berjalan  ke arah resepsionis.  Laura  menatap bingung  resepsionis  itu.

"Saya permisi nona. " ucap wanita  Asia  tadi  yang mengantarnya  dan  tersenyum pada  Laura,  lalu  berlalu.  Laura menoleh  menatap  resepsionis itu yang tersenyum. "Selamat datang  di  hotel  kami nona Osso.  Ini kunci  kamar  anda. "

Laura  meraih  kunci  dan  surat  berwarna  biru muda  yang  digulung.  Ia  tersenyum  dan  mengangguk.  "Terimakasih. " ucap  Laura  berbalik  dan berjalan  memasuki  lift.  Dalam  lift  Laura  memandang  bingung pada  kunci yang dipegangnya.

Kunci  itu  berwarna  emas  dan tertera  nomor  kamar  di ujungnya.  '164' ,  Laura mengedikkan  bahunya  dan berjalan  keluar  lift  setelah pintu  terbuka.  Ia  berjalan  melewati  lorong  hotel  dan mulai  mencari  kamarnya.

Luxurious Guy ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang