Thiw written by feni_cempaka
Happy reading!
Laura berjalan mengikuti wanita asia yang kini berjalan memasuki pesawat, lagi? Laura membungkam mulutnya, berusaha agar tidak berkata kasar. Bagaimana mungkin ia harus pergi lagi ke negara orang?
Kini mereka sampai di sebuah kamar pesawat. Wanita asia itu berbalik, dan tersenyum ramah. "Silahkan istirahat nona, pesawat akan kembali lepas landas ke indonesia, saya permisi. " wanita asia itu berjalan meninggalkan Laura yang termenung di tempatnya.
Laura berbalik dan seketika berteriak. "Tunggu!! Maksudmu bali?" wanita asia itu mengurungkan niatnya saat hendak menutup pintu. Ia menyembulkan kepalanya, dan mengangguk. "Iya nona. "
Laura mengangguk ngangguk dan tersenyum konyol. "Kau bisa pergi. " ucap Laura sopan. Wanita asia itu tersenyum dan mengangguk, lalu menutup pintu.
Gadis berambut pirang itu berjalan mendekati kasur, dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia memejamkan matanya mencoba mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.
Beberapa jam kemudian pesawat yang di tumpangi Laura telah mendarat di bandara bali. Laura mengerjapkan matanya dan menguap. Ia menormalkan penglihatannya dan memandang sekelilingnya.
Tok tok
Suara ketukan pintu membuat Laura berdecak malas dan segera beranjak dari duduknya. Ia dengan malas berjalan mendekati pintu dan membukanya. Wanita asia yang mengantarkannnya kini berdiri di hadapan Laura dengan senyuman ramah.
"Nona, pesawat telah mendarat. Mari ikuti saya nona. " ucap wanita asia itu berjalan mendahului Laura. Gadis paris itu dengan sedikit malas berjalan mengikuti wanita asia itu.
Laura kini tengah berjalan di dalam bandara yang dipenuhi oleh orang orang Eropa dan Asia. Gadis paris itu kini keluar dari bandara dan memasuki mobil yang sebelumnya telah diberi tahu oleh wanita asia tadi.
Dalam perjalanan, Laura terus memandang kagum pada tekstur karya seni bangunan yang berada di setiap jalan. Dalam beberapa menit Laura telah sampai. Laura keluar dari mobil dan menemukan seorang wanita Asia yang berumur sekitar dua puluhan menyapanya dengan sopan.
"Selamat pagi nona Osso. Mari ikuti saya. " ucapnya berjalan mendahului Laura. Gadis brunette itu berjalan mengikuti wanita Asia itu yang memasuki hotel. Mereka sampai di dalam hotel dan berjalan ke arah resepsionis. Laura menatap bingung resepsionis itu.
"Saya permisi nona. " ucap wanita Asia tadi yang mengantarnya dan tersenyum pada Laura, lalu berlalu. Laura menoleh menatap resepsionis itu yang tersenyum. "Selamat datang di hotel kami nona Osso. Ini kunci kamar anda. "
Laura meraih kunci dan surat berwarna biru muda yang digulung. Ia tersenyum dan mengangguk. "Terimakasih. " ucap Laura berbalik dan berjalan memasuki lift. Dalam lift Laura memandang bingung pada kunci yang dipegangnya.
Kunci itu berwarna emas dan tertera nomor kamar di ujungnya. '164' , Laura mengedikkan bahunya dan berjalan keluar lift setelah pintu terbuka. Ia berjalan melewati lorong hotel dan mulai mencari kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luxurious Guy ✔
RomancePria brengsek, tapi... Shit. You guys must read this story. #end!
