This part written by Me
So, happy reading!
Netra biru yang sendari tadi menatap pemandangan pagi kota Paris itu kini mulai mengalihkan perhatiannya ke arah belakang tepat saat sebuah suara pintu kamar mandi terbuka. Pintu kamar mandi yang dari dalamnya muncul seorang pria dengan iris mata campuran biru dan hijau.
Pria itu adalah Nicolas, pria yang kemarin malam mengajak Laura untuk Dinner, dinner yang menurut Laura adalah dinner paling mengesankan. Wanita itu merasa sangat bahagia saat Nic mengajak dirinya untuk dinner, dan melupakan bahawa Laura baru mengenal pria maskulin itu tidak lama, tapi seakan itu tidak masalah untuk Luara. Point pentingnya adalah Laura merasa nyaman saat berada di dekat Nic pria berambut sama sepertinya.
Nic melangkah mendekat ke arah Laura dengan pakaian formalnya, pria itu menampakan senyum yang sangat indah sembari mentap Laura lembut. Laura yang melihat senyum indah itu hanya bisa menikmatinya dengan tatapan wajah yang polos, sungguh senyum indah itu membuat hati dan pipi Laura menghangat.
Pikiran wanita berambut bruntte itu berkelana, matanya tiba-tiba menatap Nic dengan tatapan yang kosong. Laura mengingat tentang Nic yang memaksa untuk menginap di apartementnya. Dan tanpa Laura bisa menolak, wanita itu mengijinkan Nic untuk menginap dengan syarat Nic harus tidur di sofa. Nic memang menyetujuinya, tapi entah kenapa saat bangun pagi tadi Nic lagi-lagi membuat Laura terkejut, Pria dewasa itu kembali tidur bersama Laura dengan gadis itu yang memeluk tubuh Nic sangat erat.
Seketika pipi Laura merona mengingat paginya yang sukses membuat Laura jantungan. Sedang Nic yang sendari tadi memperhatikan Laura hanya bisa terkekeh melihat pipi Laura merona. Pria berambut bruntte itu dengan cepat menghampiri Laura, lalu tanpa Laura sadari Nic langsung mengecup lembut pipi merona milik Laura.
Laura yang mendapat serangan tiba-tiba itu langsung terkejut dengan tubuh yang menegang, Laura menatap pria di hadapanya dengan melotot, kemudian tersenyum. Laura bodoh! Yep itu lah kata-kata yang tepat untuk Laura, seharusnya Laura memukul Nic dengan brutal saat pria itu mencolong satu kecupan darinya.
Tapi entah bagaimana Laura malah memberikan senyuman yang sangat manis kepada Nic, sehingga membuat pria itu semakin gencar untuk mencuri ciuman ciuman selanjutnya. Hingga puncaknya adalah Nic yang berhasil mencium Laura dengan lembut. Ciuman yang membuat Laura.. mungkin bisa membuat Laura pingsan. Lagi dan lagi pira yang baru di kenalnya itu kembali menciumnya.
Ciuman yang berlangsung satu menit itu terpaksa harus berhenti karena sebuah suara yang berasal dari ponsel Nic, pria itu langsung mengangkat panggilan telpon tapi matanya tidak lepas dari wajah cantik Laura yang semakin terlihat cantik karena gadis itu menahan malunya.
"Tentu aku mengingat itu" jawab Nic kepada seseorang di sebrang telpone sembari matanya menatap Laura dengan lembut dan ibu jarinya yang mengusap lembut bibir lembab Laura. Sedang Laura sendiri hanya bisa menatap Nic dengan perasaan yang campur aduk antara dia ingin marah dan menginginkan Nic untuk menciumnya kembali. Tapi Laura masih mempunyai kewarasan, sehingga mungkin pilihan yang pertama akan Laura pilih, tapi nanti setelah, kepergian Nic. Karena jujur Laura tidak bisa marah kepada pria yang tidak tahu sopan santun itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Luxurious Guy ✔
RomancePria brengsek, tapi... Shit. You guys must read this story. #end!
